Top List

7 Tindakan Menghadapi Orang Pemarah Yang Emosian Tingkat Dewa

Orang yang mudah marah memang sering kali menyebalkan. Akan tetapi, tidak jarang Anda akan menemukan orang – orang seperti ini dalam kehidupan. Sebenarnya, jika Anda mampu menghadapi orang yang pemarah dengan tepat, maka Anda akan lebih mudah mengobrol atau membicarakan sesuatu dengan mereka tanpa terlalu terbawa emosi. Jika Anda memiliki teman yang pemarah atau emosian tingkat dewa, jangan bersikap keras untuk menghadapinya. Justru Anda harus bersikap bijaksana dan tenang agar orang tersebut tidak semakin emosi dan malah merugikan Anda, dirinya, atau orang lain di sekitarnya.

 

Seringkali, seseorang menjadi emosional atau pemarah karena perlakuan yang ia dapatkan, atau karena pengaruh lingkungannya. Ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa jadi pemarah. Misalnya karena kurang kasih sayang, terbiasa ada di lingkungan yang keras, mental yang tidak stabil, dan lain – lain.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara menghadapi orang yang emosian tingkat dewa,

  1. Mendiamkan7 tindakan menghadapi orang yang emosian tingkat dewa
    Saat menghadapi orang yang sedang marah, Anda jangan terpancing emosi dan ikut membalas dengan marah juga. Jika Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan, cobalah untuk diam. Biarkan dia melampiaskan emosi sampai dia selesai dengan rasa kesalnya. Seringkali, saat seseorang yang emosional dibiarkan marah dan Anda diam saja, emosinya akan lebih cepat reda dibandingkan jika Anda melakukan sesuatu. Jika emosinya sudah stabil lagi, maka setelah itu baru Anda bisa melakukan atau mengatakan sesuatu kepadanya.
  2. Menasehati7 tindakan menghadapi orang yang emosian tingkat dewa

    Selanjutnya, Anda juga bisa menasehati orang yang pemarah dan emosional. Akan tetapi, cara ini tidak bisa dilakukan dalam semua kondisi. Anda harus mengetahui timing yang pas untuk memberikan nasehat. Orang yang emosional biasanya cenderung sensitif dan tidak suka dipermalukan. Karena itu, jika Anda ingin memberi nasehat, perhatikan agar tidak memberikan nasehat di depan umum. Sebaiknya, nasehat tersebut Anda berikan saat Anda sedang berdua saja dengannya. Perhatikan juga bagaimana cara Anda memberikan nasehat, kapan, dan siapa yang akan Anda nasehati itu. Jangan lupa untuk menghormati dan tidak menyinggung orang yang sedang Anda nasehati. Apalagi kalau mereka pemarah dan emosional.

  3. Membiasakan Diri7 tindakan menghadapi orang yang emosian tingkat dewa
    Jika orang yang pemarah tersebut adaka teman, saudara, atau anggota keluarga, cobalah untuk membiasakan diri dengan hal tersebut. Karena jika Anda tidak membiasakan diri, maka hal itu akan semakin merepotkan diri Anda. Bahkan tidak mustahil dapat memutuskan tali silaturrahim antara Anda dengan orang tersebut. Jadi, jika orang tersebut sedang marah – marah, anggap saja dia bukan sedang marah – marah pada Anda. Don’ take it personal dan biarkan saja. Atau Anda juga bisa pura – pura tidak mendengar apa – apa.
  4. Sabar 7 tindakan menghadapi orang yang emosian tingkat dewaMenghadapi orang yang pemarah dan emosional membutuhkan kesabaran yang tidak pernah habis. Kalau Anda tidak sabar, maka Anda bisa merasa terpancing dan ikut  ikutan membalasnya dengan kemarahan. Dan tentu saja hal ini akan membuat segala sesuatunya semakin buruk. Jadi, jika Anda bertemu dan mendengar orang yang emosional sedang marah – marah, katakan pada diri Anda untuk sabar ya.
  5. Menjelaskan Dampak Negatif Dari Marah – Marah 7 tindakan menghadapi orang yang emosian tingkat dewaCara lain untuk menghadapi orang yang suka marah – marah adalah dengan mengatakan dampak negatif dari marah – marah. Misalnya cepat tua, mudah terkena darah tinggi, dijauhi orang – orang, tidak bahagia, dan lain – lain. Biasanya dengan cara ini orang yang suka marah – marah akan berusaha lebih sabar perlahan – lahan. Sehingga selanjutnya mereka akan lebih mempertimbangkan sesuatu lebih dulu sebelum marah – marah.
  6. Bercanda 7 tindakan menghadapi orang yang emosian tingkat dewaOrang yang pemarah dan emosional cenderung memiliki sudut pandang yang berbeda dengan Anda. Mereka memandang hidup sebagai sesuatu yang menjengkelkan. Jika Anda bertemu dengan orang seperti ini, cobalah menanggapinya dengan bercanda santai atau membuat jokes yang bisa membuatnya tertawa.

    Selain itu, Anda juga bisa mengajak orang yang emosional atau pemarah lebih sering menonton film komedi. Cara ini akan membuat mereka lebih santai dalam menghadapi hidup. Bukan mustahil juga lama kelamaan orang yang pemarah ini jadi lebih rileks dan bahkan bisa mencandai Anda balik.

  7. Mendoakan 7 tindakan menghadapi orang yang emosian tingkat dewaTerakhir adalah dengan mendoakan orang yang emosional atau pemarah tersebut. Jika Anda sudah berusaha melakukan berbagai hal namun orang tersebut tetap emosional dan suka marah – marah, maka Anda mungkin perlu mendoakannya agar jadi lebih sabar. Siapa tahu dengan begitu Tuhan akan membalikkan hatinya dan membuat orang tersebut jadi lebih lembut dan penyayang.

Cara – cara ini tentu saja hanya bisa dilakukan oleh orang pemarah yang tidak berusaha menyakiti orang lain. Jika Anda rasa emosi dan sikap marah – marah tersebut berbahaya untuk kesehatan mental Anda, tidak ada salahnya mengambil jeda sejenak sebelum datang lagi dengan kesiapan yang lebih. Perlu diingat juga bahwa orang yang emosional dan pemarah tingkat dewa tidak bisa berubah hanya dalam satu hari apalagi satu malam saja. Butuh waktu yang lama dan proses yang panjang hingga mereka jadi lebih sabar menghadapi berbagai hal yang mereka temui. Sebagai teman atau saudara tentu saja Anda juga jadi perlu bersabar untuk menghadapi mereka. Akan tetapi, jika Anda juga tidak berada dalam kondisi yang cukup baik, tidak ada salahnya untuk mengambil jeda sejenak agar nanti Anda bisa bersabar lagi. Nah, setelah kesabaran Anda kembali, Anda bisa kembali menemui teman atau saudara yang emosional ini kembali. Kemudian Anda dapat melakukan 7 tindakan menghadapi teman pemarah yang sudah disebutkan dalam artikel ini. Semoga bermanfaat.

One Comment

  1. Artikelnya menarik. Sedikit cerita, saya pernah mengalami kejadian yg sama dengan sahabat saya. Awalnya memang perlu sabar untuk menghadapinya. Tapi lama kelamaan jadi sudah terbiasa untuk nasehatin dia, perlahan sifat emosiannya mulai membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *