Top List

9 Hal Menarik Sejarah Hari Raya Nyepi

Indonesia dikenal dengan berbagai budaya dan juga keragaman masyarakat yang hidup di dalamnya. Salah satu keragaman yang ada di Indonesia adalah keberagaman agama. Ada banyak agama yang ada di Indonesia, dan pada dasarnya, setiap agama tersebut dapat hidup secara berdampingan. Hal ini terlihat dari bagaimana suatu hari raya bisa menjadi budaya yang melekat dengan masyarakat sekitar. Salah satunya adalah hari raya Nyepi yang erat sekali dengan budaya masyarakat Bali dan agama Hindu.

Bagi Anda yang tidak mengalami hari raya Nyepi, ada banyak hal menarik yang bisa Anda temukan dalam sejarah hari raya Nyepi. Check this out!

  1. Empat Pantangan Penting 9 Hal menarik sejarah Hari Raya Nyepi

    Hari raya Nyepi diadakan dengan puncak acara yang dinamakan catur brata. Dalam catur brata, masyarakat Hindu wajib mematuhi empat pantangan penting yang sudah ditetapkan. Yaitu pantangan untuk amati karya atau tidak bekerja, amati lelungan atau tidak bepergian, amati geni atau tidak menyalakan api, dan amati lelanguan atau tidak bersenang – senang. Empat pantang ini dilakukan agar suasana Nyepi terasa khidmat.

  2. Tidak Hanya Dilakukan Umat Hindu Saja 9 Hal menarik sejarah Hari Raya Nyepi

    Hari raya Nyepi telah menjadi budaya yang melekat di Bali. Bahkan pada saat puncak hari rayanya, bukan hanya masyarakat Hindu Bali saja yang mengamalkan catur brata ini, tapi semua masyarakat Bali bahkan juga para turis mancanegara yang datang kesana. 

    Kegiatan ini juga menjadi wujud keberagaman antar umat beragama yang berlangsung di Bali. Bahkan, karena sudah seperti budaya, banyak turis yang datang ke Bali justru untuk merasakan suasana Nyepi disana. Kalau Anda berencana untuk melihat atau merasakan langsung suasana Bali saat itu dan juga menjalankan empat pantangan ini selama hari raya ini, tidak ada salahnya merencanakan liburan ke Bali pada saat Nyepi sedang berlangsung.

  3. Jalanan Yang Super Lengang 9 Hal menarik sejarah Hari Raya Nyepi

    Bali pada saat puncak Nyepi adalah saat dimana orang – orang khusyu menjalankan empat pantangan yang telah ditetapkan. Karena itu, Anda tidak akan menemukan orang – orang yang berlalu lalang di jalanan dengan menggunakan kendaraan dan jalanan di Bali pada saat itu akan terasa super lengang. Akan tetapi, Anda masih akan menemukan pecalang yang lalu lalang untuk melakukan patroli dan menjaga ketertiban hari tersebut.

  4. Seluruh Aktivitas Kendaraan Non – Aktif 9 Hal menarik sejarah Hari Raya Nyepi

    Bukan hanya jalan raya saja yang akan terasa lengang pada saat hari raya Nyepi, tapi juga seluruh kendaraan di Bali. Pada saat itu, seluruh aktivitas di bandara, terminal jalan tol, dan bahkan pelabuhan pun juga akan dihentikan selama satu hari itu. 

    Bisa dibilang, suasana Bali pada saat hari raya tersebut hampir seperti suasana yang ada di film Apocalypse, Meski begitu, ambulans masih tetap beroperasi untuk menangani keadaan – keadaan darurat. Tentu saja tanpa membunyikan sirenenya.

  5. Hari Bebas Polusi 9 Hal menarik sejarah Hari Raya Nyepi

    Karena selama hari raya Nyepi tidak ada kendaraan yang lalu lalang, wajar jika pada saat itu Bali menjadi hari yang bebas polusi. Kalau Anda datang ke Bali pada saat puncak hari raya ini, Anda akan merasakan bagaimana Bali yang bebas dari polusi dan terasa lebih fresh dari biasanya. 

  6. Langit Dipenuhi Bintang 9 Hal menarik sejarah Hari Raya Nyepi

    Malam setelah hari raya Nyepi bisa dibilang merupakan malam terindah yang ada di Bali selama satu tahun. Karena selama siang hari tidak ada aktivitas kendaraan yang lalu lalang dan menyebabkan polusi, malam hari setelah hari raya tersebut langit akan menjadi bersih. Karena itu, tidak heran kalau malamnya Anda akan melihat langit Bali yang sangat indah dan bertabut bintang – bintang.

  7. Hemat Sumber Daya Alam 9 Hal menarik sejarah Hari Raya Nyepi

    Melaksanakan empat pantangan selama hari raya Nyepi secara tidak langsung merupakan wujud menjaga alam. Larangan menyalakan api, termasuk lampu pada saat hari raya ini membuat Bali menghemat listrik hingga 60 persen dari penggunaan listrik pada hari – hari biasa. 

    Jika dikonversi menjadi Rupiah, penghematan ini memiliki nilai kurang lebih sebesar 4 miliar Rupiah atau sekitar 290 megawatt. Selain listrik, Bali juga menghemat bahan bakar solar sebesar 500.000 liter atau sebesar 3 miliar Rupiah atau 210 megawatt. Penghematan selama hari raya ini bisa menjadi sebesar ini karena pada  2 pembangkit listrik di Bali diistirahatkan. Pembangkit yang diistirahatkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Pemaron, dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk.

  8. Pertunjukan Budaya Yang Memukau 9 Hal menarik sejarah Hari Raya Nyepi

    Pesona Bali selama hari raya Nyepi bukan hanya pada saat puncak acaranya saja, tapi juga pada hari – hari sebelumnya. Sebelum puncak acara ini, di Bali biasa diadakan pertunjukan budaya yang menarik. Masyarakat berbondong – bondong membuat patung ogoh – ogoh yang super besar dan melakukan pawai ogoh – ogoh dua hari sebelum puncak acara tersebut. 

    Selain pawai ogoh – ogoh, masyarakat Bali juga akan melaksanakan Melasti atau sembahyang di laut yang juga dilaksanakan dua hari sebelum puncak acaranya. Berbarengan dengan pawai ogoh – ogoh. Kemudian pada saat satu hari sebelum puncak acara, akan dilaksanakan tradisi omed – omedan atau berciuman massal untuk menolak bala.

  9. Sumber Inspirasi PBB 9 Hal menarik sejarah Hari Raya Nyepi

    Hari raya Nyepi dan budaya melakukan empat pantangan ini menginspirasi PBB untuk mengadakan World Silent Day setiap tanggal 21 Maret. Inspirasi ini dilakukan melihat kegiatan berdiam diri selama hari raya Nyepi memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan membantu mengatasi global warming.

Itulah 9 hal menarik tentang hari raya Nyepi di Bali. Jadi, apakah Anda berminat menikmati suasana Nyepi di Bali berikutnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *