Top List

Inilah 5 Fakta Menarik Sejarah Hari Puisi Internasional

Jika kata adalah taman, maka puisi adalah bunga yang menyemarakkan taman tersebut. Puisi bisa dibilang merupakan salah satu karya klasik yang sampai saat ini masih banyak peminatnya. Bukan hanya mengungkapkan rasa cinta saja, puisi juga kadang kala bisa lebih mampu mengutarakan isi hati daripada kata – kata biasa.

 

Di zaman dulu, puisi bahkan bisa menggelorakan semangat berjuang pada masa penjajahan. Tak jarang orang yang membuat puisi dicari – cari karena kekuatan puisinya yang dapat membakar semangat orang lain untuk terus memperjuangkan keadilan.

 

Nama – nama Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Armijn Pane, hingga Taufiq Ismail adalah nama – nama tokoh yang terkenal karena puisinya. Selain itu, ada pula Wiji Thukul yang sempat dijadikan buron hanya karena pengaruh kata – kata yang ditulisnya. Di luar negeri, nama – nama seperti Edgar Allan Poe, Emily Dickinson, dan William Shakespeare masih jadi legenda hingga hari ini. Kekuatan puisi yang mereka gubah bahkan bisa mengubah dunia dan menginspirasi banyak orang. Melihat betapa kuatnya pengaruh puisi, maka lahirlah Hari Puisi Internasional yang diperingati di berbagai negara. Hari puisi ini ditetapkan untuk diperingati pada tanggal 21 Maret setiap tahunnya.

Tapi, apakah kamu tahu fakta menarik apa yang ada di balik sejarah hari puisi internasional ini? Simak 5 fakta menarik berikut,

  1. Dideklarasikan oleh UNESCO

    Inilah 5 fakta menarik sejarah Hari Puisi Internasional

    Hari Puisi Internasional ini dideklarasikan oleh salah satu badan Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) yaitu UNESCO (the United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization). Melalui deklarasi yang diadakan di Paris pada tahun 1999 ini, ditetapkanlah tanggal 21 Maret sebagai Hari Puisi Internasional.

     

    Deklarasi Hari Puisi Internasional dilakukan karena pada pertemuan rutin UNESCO saat itu, orang – orang yang datang melakukan pembahasan mengenai masalah literatur di seluruh negara di dunia. Pembahasan ini kemudian berlanjut hingga membahas puisi dan korelasi puisi dengan kehidupan dunia. Orang – orang UNESCO menganggap bahwa puisi memiliki sebuah kekuatan untuk menangkap semangat kreatif yang dimiliki manusia.

  2. Tujuan Hari Puisi Internasional

    Inilah 5 fakta menarik sejarah Hari Puisi Internasional
    Adanya Hari Puisi Internasional ini bukanlah tanpa alasan. Kekuatan yang dimiliki oleh puisi dan pengaruhnya sepanjang sejarah telah membuktikan bahwa puisi memiliki suatu kekuatan yang dapat menggerakkan manusia. Akan tetapi, jika tidak dilestarikan, bukan mustahil kekuatan ini akan dilupakan dan pengaruhnya juga akan hilang, maka UNESCO memutuskan untuk menetapkan satu hari dalam satu tahun sebagai Hari Puisi Internasional.

     

    Selain itu, adanya Hari Puisi Internasional ini diharapkan juga bisa menjadi sarana melestarikan bahasa tradisional di berbagai negara dunia. Karena banyak bahasa tradisional yang tampaknya hampir punah, dan ini terjadi hampir di seluruh dunia.

  3. Melestarikan Bahasa

    Inilah 5 fakta menarik sejarah Hari Puisi Internasional

    Saat ini, banyak anak muda yang mulai melupakan bahasa daerahnya masing – masing dan menggunakan bahasa yang dianggapnya lebih keren. Jika terus berlanjut, bukan mustahil bahasa daerah bisa terlupakan dan bahkan punah jika tidak ada lagi yang menggunakannya.

     

    Punahnya sebuah bahasa juga menjadi kepunahan suatu budaya, hal ini ternyata juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi UNESCO. Dengan diadakannya Hari Puisi Internasional, diharapkan bahasa – bahasa tradisional yang hampir punah ini dapat tetap terjaga dan anak muda di seluruh dunia juga jadi lebih mampu menghargai bahasa tradisional yang mereka miliki.

  4. Kembali Mempelajari Sastra

    Inilah 5 fakta menarik sejarah Hari Puisi Internasional
    Hari Puisi Internasional juga bisa menjadi sarana bagi guru dan juga para pegiat bahasa untuk kembali mempelajari sastra melalui puisi. Dengan adanya Hari Puisi Internasional ini juga, image kuno yang selama ini melekat dalam puisi dapat hilang secara bertahap. Misalnya dengan mengemasnya dalam bentuk seni yang lebih mudah untuk dinikmati.

     

    Pada Hari Puisi Internasional, biasanya akan diadakan berbagai macam kegiatan yang mengemas puisi dalam bentuk yang lebih menarik. Misalnya dalam bentuk teater, tarian, musik, hingga lukisan. Dengan adanya berbagai kegiatan ini, puisi seakan dikenalkan ulang dalam bentuk yang lebih menarik dan lebih mudah dipahami sebagai seni yang dapat memberikan manfaat serta memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

  5. Berbarengan Dengan Hari Penghapusan Diskriminasi Ras

    Inilah 5 fakta menarik sejarah Hari Puisi Internasional
    Ada satu fakta menarik mengenai Hari Puisi Internasional. Ditetapkan pada tahun 1999, Hari Puisi Internasional sendiri baru dirayakan pertama kali satu tahun setelahnya, yaitu pada tanggal 21 Maret 2000. Pemilihan tanggal 21 Maret sebenarnya tidak asal – asalan atau ditentukan begitu saja. Selain menjadi Hari Puisi Internasional, tanggal 21 Maret juga merupakan Hari Penghapusan Diskriminasi Ras.

     

    Berbarengannya Hari Puisi Internasional dengan Hari Penghapusan Diskriminasi Ras dianggap sebagai ide yang sangat baik. Kesamaan tanggal ini secara tidak langsung juga seperti mengisyaratkan kekuatan karya sastra yang diwakili oleh puisi dalam berbagai kisah heroik dan perjuangan membela keadilan. Banyak orang menganggap bahwa puisi hanyalah sesuatu yang digunakan untuk merayu orang lain atau mengungkapkan cinta. Padahal, jika melihat kepada sejarah, puisi adalah salah satu sarana mengobarkan semangat perjuangan ketika kata – kata dan suara terbelenggu sehingga tidak dapat diungkapkan secara lugas.

     

    Bahasa puisi yang bersayap seringkali menjadi bentuk kritik dan protes yang diungkapkan secara tersirat dan hanya dimengerti oleh orang – orang yang merasakannya saja. Sehingga, pada masa perjuangan, puisi dianggap sebagai media penyampai pesan yang cukup aman dan netral. Kejadian ini bisa dibilang terjadi hampir di seluruh negara yang mengalami perang atau pernah terjajah Selain itu, keberadaan puisi juga menjadi penghibur dan juga sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia akan estetika dan keindahan kata – kata. Tak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini pun, banyak orang yang masih menyukai puisi dan berbagai kata – kata indah. Ketertarikan akan puisi pun terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Itulah 5 fakta menarik seputar Hari Puisi Internasional. Apakah Anda termasuk orang yang masih suka membaca dan menulis puisi? Bagaimana menurut Anda mengenai Hari Puisi Internasional ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *