Top List

7 Fakta Menarik Seputar Sejarah RA Kartini

Siapa yang tidak kenal dengan Raden Adjeng Kartini, atau biasa disebut sebagai RA Kartini. Kartini adalah salah satu tokoh pahlawan yang berjasa dalam memperjuangkan hak – hak kaum perempuan di Indonesia. Jika bukan karena Kartini, mungkin kaum perempuan modern Indonesia tidak akan bisa menjadi seperti sekarang.

 

Tokoh yang dikenal dengan karyanya yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” atau “Door Duisternis tot Licht” ini ternyata memiliki banyak fakta menarik sepanjang hidupnya.

Berikut ini adalah beberapa fakta menarik seputar sejarah RA Kartini:

  1. Benci Tata Cara Hidup Feodal Jawa7 Fakta Menarik Seputar Sejarah RA KartiniSecara silsilah, Kartini lahir dari ayah yang seorang bangsawan bernama Adipati Ario Sosroningrat. Karena itu, ia mewarisi darah biru ayahnya tersebut. Akan tetapi, ia lahir dari ibu bernama Ngasirah yang merupakan selir ayahnya. Lahir dengan silsilah seperti itu, maka menurut aturan feodal Jawa, Kartini memiliki kasta yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu kandungnya. Karena itu, ia harus memanggil ibunya dengan sebutan “Yu” atau “Mbakyu”. Sedangkan ibunya harus memanggilnya dengan panggilan “Ndoro”. Karena aturan ini pula, ia hanya bisa memanggil “Ibu” kepada ibu tirinya, Raden Ayu Moeryam yang merupakan istri sah ayahnya. Ibu tirinya ini juga merupakan keturunan Raja Madura.

    Banyak hal lain yang membuatnya merasa tidak nyaman dengan aturan feodal Jawa ini. Misalnya, ibu kandungnya jadi harus duduk di lantai jika Kartini duduk di kursi. Bahkan adiknya sendiri juga harus berjalan jongkok, menyembah, menunduk, hingga bersuara pelan saat bicara dengan dirinya. Berbagai aturan – aturan ini terasa memberatkan dan membuatnya merasa tidak nyaman. Karena itu, ia melarang adiknya untuk melakukan hal seperti itu kepadanya. Dan ia juga merasa lebih nyaman dipanggil Kartini daripada Raden Adjeng Kartini.

  2. Dibully di Sekolah, Dikurung di Rumah7 Fakta Menarik Seputar Sejarah RA KartiniKehidupan Kartini tidak selalu mulus. Saat itu, sekolah adalah sesuatu yang mahal dan hanya bisa dinikmati oleh bangsawan saja. Meski begitu, perempuan dan bangsa berkulit cokelat adalah orang minoritas di sekolah. Karena alasan ini, banyak guru – guru yang merasa tidak rela memberikan nilai tinggi pada Kartini ataupun murid perempuan lainnya. Meskipun mereka layak mendapatkannya.Pendidikan Kartini pun hanya sampai tingkat SD saja. Pada masa itu, perempuan memang hanya bisa bersekolah sampai jenjang Sekolah Dasar saja. Selanjutnya, ia harus tinggal di rumah dan belajar berbagai hal seperti merajut, memasak, dan lain – lain, sambil menunggu pinangan laki – laki yang bahkan tidak ia kenal.

     

    Namun, bukan Kartini namanya kalau pasrah dengan keadaan. Waktu – waktu tersebut ia habiskan dengan membaca majalah, buku, atau surat kabar. Dari bacaan – bacaan inilah ia mengetahui tentang gerakan emansipasi perempuan di Eropa. Gerakan inilah yang menjadikan Kartini terinspirasi untuk memperjuangkan hak dan martabat perempuan di Indonesia.

  3. Dipoligami Karena Keinginan Ayah7 Fakta Menarik Seputar Sejarah RA KartiniSebagai anak dari seorang selir, Kartini melihat bagaimana konflik antara ibu kandung dan ibu tirinya. Ia menganggap bahwa konflik tersebut lahir sebagai akibat dari poligami. Ia memandang, bahwa poligami adalah salah satu sebab dari penderitaan yang dialami seorang perempuan. Dengan alasan inilah ia menolak poligami.Sayangnya, saat Kartini berusia 24 tahun, ia terpaksa harus dipoligami. Ayahnya yang sudah tua dan sakit – sakitan memintanya untuk menikahi seorang Bupati Rembang bernama Raden Adipati Djojo Adiningrat. Padahal saat itu, Raden Adipati Djojo Adiningrat sudah memiliki dua orang selir.
  4. Bersedia Menikah Asal Bisa Memperjuangkan Hak Perempuan
    7 Fakta Menarik Seputar Sejarah RA Kartini
    Meski tidak menyukai poligami, pada akhirnya, Kartini bersedia untuk menikahi Raden Adipati Djojo Adiningrat dengan sejumlah syarat. Di antaranya, ia diperbolehkan untuk mebangun sekolah anak – anak perempuan, diizinkan mengajar, dan boleh menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan. Selain itu, Kartini juga menolak melakukan ritual cium kaki suami saat upacara pernikahan. Karena menurut Kartini, tradisi tersebut merendahkan kaum perempuan.
  5. Dikagumi Oleh Mendiang Istri Raden Adipati Djojo Adiningrat7 Fakta Menarik Seputar Sejarah RA KartiniPernikahan Kartini dengan Raden Adipati Djojo Adiningrat ini memang bukan pernikahan pertama bagi Raden Adipati. Tapi ternyata, pernikahan ini dilakukan atas permintaan dari istri Raden Adipati sendiri, yaitu Sukarmilah.Sebelum meninggal, Sukarmilah mengagumi pemikiran – pemikiran Kartini. Karena kagum dengan hal tersebut, akhirnya Sukarmilah meminta Raden Adipati untuk menikahi Kartini. Hal ini dilakukan dengan harapan agar anak – anaknya bisa mendapatkan pendidikan dari seorang ibu yang luar biasa
  6. Kartini Adalah Seorang Pebisnis7 Fakta Menarik Seputar Sejarah RA KartiniSelain menjadi seorang guru dan perempuan yang luar biasa, ternyata Kartini juga seorang pebisnis. Ia mendirikan bengkel ukir kayu untuk para pemuda di Rembang. Lewat bengkel yang ia dirikan, kriya ukir dan kayu bisa semakin mantap mendukung perekonomian Jepara dan Rembang.

    Dari sini, Kartini juga membuktikan bahwa tidak ada satu hal pun yang bisa menghalangi mimpi seseorang. Meskipun adakalanya jalan menuju mimpi tersebut sangat berliku.

  7. Meninggal Di Usia 25 Tahun7 Fakta Menarik Seputar Sejarah RA KartiniDengan pemikirannya yang luar biasa, tidak banyak yang tahu kalau ternyata Kartini meninggal di usia yang masih terbilang muda. Ia meninggal 4 hari setelah anak pertamanya dengan Raden Adipati Djojo Adiningrat lahir. Kartini kemudian dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Nah, itulah kisah hidup Kartini dan hal menarik yang dilalui Kartini sepanjang hidupnya. Manakah fakta Kartini yang menurut Anda paling menarik dan memotivasi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *