Top List

7 Pekerjaan Langka yang Paling Dirindukan Masyarakat

pekerjaan langka yang paling dirindukan masyarakat

Pekerjaan langka yang paling dirindukan masyarakat – ngomong soal Indonesia nggak pernah ada habisnya. Semuanya seakan jadi topik perbincangan: mulai dari kondisi sosial masyarakat, politik, hingga banyaknya pemuda yang mengalami PHK dan menjadi pengangguran. Lucunya, khusus untuk masalah pengangguran ini, negara seakan jadi bulan bulanan dan jadi kambing hitam.

Hah, kambing hitam? Maksudnya? Iya. Banyak yang beranggapan kalau banyaknya pengangguran karena ulah negara yang nggak bisa ngayomin warganya. Pertanyaannya: apakah benar demikian?

Sebenarnya masalah pengangguran adalah masalah pribadi. Dengan catatan, kita harus sepakat bahwa di Indonesia emang banyak pekerjaan, banyak posisi yang dibutuhkan. Hanya saja, beberapa yang mengaku menganggur kadang malas. Malas untuk cari kerja, malas untuk cari informasi, hingga malas untuk memenuhi kriteria yang dibutuhkan pemilik lowongan kerja. Lalu jawabannya apa?

Kalau dari gue pribadi: sebenarnya negara yang nggak sepatutnya disalahkan untuk hal ini. Nggak semuanya dilimpahkan ke negara. Sebagai manusia, pemuda Indonesia harusnya lebih kreatif dan mampu melihat peluang. Itu akan sangat baik, apalagi untuk mereka yang nganggur.

Oh, ya, ngomong soal pekerjaan, tahu nggak kalian kalau ada pekerjaan langka yang paling dirindukan masyarakat?

Ya, pekerjaan ini adalah yang paling dirindukan. Para pekerjaannya sudah banyak meninggalkan profesi ini: entah karena sudah tua, nggak mampu, atau bahkan meninggal dan belum sempat menurunkan keahliannya pada ahli waris.

Pekerjaan ini emang bisa dibilang sederhana dan bisa dilakuin sama siapa aja. Beberapa orang bahkan menyepelekan. Tapi menurut gue, kalau emang bener dimanfaatin dan dikembangin dengan pola pikir milenial, gue yakin, pekerjaan ini adalah pekerjaan terbaik yang bisa ngurangin tingkat pengangguran di Indonesia.

Nah, buat kalian yang penasaran pekerjaan apa yang dimaksud, yuk simak ulasan yang gue bikin di bawah ini.

1. Tukang jamu gendong – pekerjaan langka yang paling dirindukan masyarakat ini sudah jarang kota-kota besar loh

Sudah jadi rahasia umum kalau sekarang tukang jamu gendong udah jarang banget ditemuin. Gue sendiri punya banyak asumsi kenapa pekerjaan ini akhirnya hilang dan banyak ditinggalin. Asumsi pertama, pekerjaan ini hanya memberi penghasilan yang sedikit (kalau dilihat dari matematik orang yang nggak kreatif), melelahkan, dan memiliki stigma jelek di beberapa masyarakat.

Loh kok stigma jelek? Ya, image tukang jamu gendong sempat jelek karena dianggap penggoda laki orang, terlalu cantik, semok, dan bohai dan ngebikin mata laki-laki pindah haluan.

Tapi kalau kata gue sih, kerjaan ini ngejanjiin banget. Jamu yang notabene obat alternatif bisa jadi kita andalkan selain obat. Jamu sendiri punya khasiat yang luar biasa untuk tubuh. Dan kebalikan dari obat, jamu nggak punya zat yang bikin orang ketagihan dan efek samping. Karenanya, sampai sekarang jamu gendong amat dirindukan oleh masyarakat.

2. Tukang urut – pekerjaan langka yang paling dirindukan masyarakat ini jangan disamakan sama bisnis esek-esek loh

Tukang urut agaknya udah jarang ditemui sekarang. Profesi ini lambat laun udah nggak kelihatan batang hidungnya. Bisa jadi karena pekerjaan ini dianggap kurang menjanjikan. Padahal, kalau kata gue pribadi, pekerjaan ini amat dibutuhkan oleh masyarakat.

Ya, tukang urut sangat berjasa, terutama bagi orang-orang yang mengalami salah urat: seperti keseleo dan sejenisnya.

3. Tukang pijat – pekerjaan langka yang dirindukan masyarakat ini posisinya sama dengan tukang urut

Apa bedanya tukang urut dan tukang pijat? Bedannya, tukang urut berperan untuk mengobati salah urat seperti keseleo hingga patah tulang. Sedangkan tukang pijat lebih pada profesi yang bertindak untuk memperlancar aliran darah dan merileksasi tubuh.

Biasanya sih tukang pijat dan urut dijadikan satu. Tapi gue bedain di sini karena nggak selamanya orang yang dipijat juga membutuhkan urut.  Itulah alasan gue bedain keduanya.

Khusus untuk tukang pijat, keberadaan bisa dilihat di kampung-kampung. Hanya saja, jika dibandingkan dengan zaman dahulu, profesi ini sudah sangat jarang dan langka. Paling bagus 1 kampung satu tukang pijat. Sekarang, 1 kecamatan 1 tukang pijat aja udah bagus. Itulah kenapa profesi ini sangat dirindukan masyarakat.

4. Tukang pijat bayi – pekerjaan langka yang dirindukan masyarakat ini bisa dibilang punah dan nggak tersisa

Gue nggak tahu di daerah kalian masih ada apa nggak. Tapi di daerah gue profesi ini benar-benar hilang nggak tersisa. Orang yang biasanya mijet bayi sekarang udah nggak ada. Dan parahnya, almarhum nggak satu kalipun ngasih tahu metode dan teknik memijat bayi ke anak-anaknya.

Loh, kan ada tukang pijat umum? Mijat bayi dengan mijat orang dewasa itu berbeda. Tulang bayi yang masih lembek harus jadi perhatian utama di sini. Jangan asal memijat. Bukannya sehat, bayi yang salah pijat malah bisa patah tulang. Walhasil, bukannya bayi kembali ceria dan ketawa-ketawa, karena salah pijat, doi jadi nangis sepanjang malem. Nggak mau kan kaya gitu?

5. Sol sepatu – pekerjaan langka yang dirindukan masyarakat ini sudah jarang kelihatan di kampung-kampung

Dahulu sol sepatu selalu berkeliling ke kampung-kampung untuk mencari pelanggan. Sekarang, hampir bisa dibilang nggak ada satu pun tukang sol sepatu yang keliling ke kampung-kampung untuk menjajakan jasanya. Iya. Dibanding berkeliling, mereka emang lebih memilih stay di satu lokasi dan menunggu pelanggan. Itupun jumlahnya sedikit. Beda jauh sama saat Majapahit masih berdiri.

6. Tukang permak levis – pekerjaan langka yang dirindukan masyarakat ini nolong banget emak-emak zaman now

Sudah bukan rahasia lagi kalau tukang permak levis atau penjahit keliling ini ngebantu emak-emak. Pasalnya, dengan keberadaan mereka, tugas emak-emak yang harus mereparasi pakaian yang rusak jadi nggak diperlukan lagi.

Iya, sih, emak-emak ini emang harus ngebayar. Hanya saja, kalau kata gue pribadi, bayaran ini dirasa cukup dan nggak terlalu mahal, apalagi dibanding dengan jasanya yang begitu berarti buat emak-emak.

7. Penjual kaset bajakan – pekerjaan langka yang dirindukan masyarakat ini hilang sejak adanya internet dan vpn

Sejak adanya internet dan vpn, para penjual kaset bajakan sudah banyak kehilangan pelanggan. Pasalnya, dengan internet dan vpn, masyarakat sudah nggak perlu lagu transaksi film-film gituan sama tukang kaset. Mereka cukup buka internet, nyalain vpn dan  bisa akses film perkembang biakan dengan mudah, murah, dan tanpa resiko aibnya kebuka.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *