Top List

7 Alasan Kenapa Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala Berhenti Tayang

Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala – buat kalian yang pernah dan sering nonton TV, terlebih sering nonton sinetron, pasti tidak asing dengan yang namanya Ganteng-Ganteng Srigala.

Yaps, ini adalah satu dari sekian sinetron yang hits di zamannya. Tapi sekarang, sinetron tersebut sudah berhenti tayang.

Ada beberapa pendapat mengenai berhentinya penayangan sinetron tersebut. Pendapat ini bisa menjadi inormasi, atau pemantik agar kalian ikut memikirkan: kenapa sinetron yang dulunya besar itu telah redup dan berhenti tayang? Tapi kalau kalian tidak ingin memikirkannya pun tidak masalah. Tidak ada kerugian dan keuntungan jika kalian memikirkan hal tersebut.

Dan untuk kalian yang penasaran tentang alasan sinetron tersebut tutup dan berhenti tayang, kami punya beberapa opini dan pendapat. Opini ini akan berfokus pada kenapa sinetron tersebut berhenti tayang. Dan opini yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala

1. Pemainnya kecapean – Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala

Sinetron stripping mengharuskan pemain dan kru mengambil gambar setiap hari. Dan pada setiap hari pula produksi harus tetap berjalan. Ini penting. Agar setiap hari penonton disuguhkan tayangan sinetron tersebut.

Tapi, pada kenyataannya, pemain dan kru bukanlah robot. Mereka bisa lelah, jatuh sakit dan sebagainya.

Kami berpikir: bisa jadi salah satu penyebab sinetron tersebut berhenti adalah karena pemain dan kru yang lelah. Syuting yang dilakukan siang dan malam membuat tubuh mereka kelelahan. Dan itu diakui oleh beberapa pemain di sinetron tersebut.

2. Perlahan ditinggalkan penonton – Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala

Banyak sinetron bagus yang ditinggalkan penonton karena mulai jenuh dan bosan dengan alur ceritanya.

Ya, itu wajar. Sebab penonton selalu menginginkan alur cerita yang menarik, yang menghibur. Bukan cerita yang berputar pada masalah itu-itu saja dan tidak ada perkembangannya.

Mungkin begitulah yang dirasakan oleh penonton sinetron ini. Penonton mulai bosan dengan jalan cerita yang stagnan dan begitu-begitu saja.

3. Cerita yang agak sedikit memaksa – Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala

Kalian ngerasa tidak kalau jalan cerita pada sinetron ini mirip dengan salah satu film yang sukses dan jadi box office?

Yaps. Kami pikir penonton Indonesia sudah mulai dewasa dan sadar. Mereka bisa memilih mana sinetron dengan alur cerita yang original dan mana yang memaksa.

Ya, pada awal kedatangannya, sinetron ini mendapat atensi dari para penonton. Penonton berharap, sinetron ini bisa semarik filmnya.

Tapi pada praktiknya, film ini bahkan tidak mendapat banyak atensi setelah dinilai stagnan dan jalan cerita yang muter-muter. Penonton kecewa. Pengiklan kabur dan sinetron ini pun berhenti tayang.

4. Bosan dengan penokohan yang begitu-begitu saja – Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala

Ada beberapa tokoh yang sangat menonjol pada sinetron ini. Kebanyakan dari mereka adalah tokoh yang, sebenarnya, tidak terlalu penting. Mereka pemeran pendukung. Tapi jika pemeran pendukung di sinetron lain mendapatkan jatah layar sedikit, ini justru kebalikannya.

Yaps. Beberapa peran pendukung dalam sinetron ini mendapatkan jatah layar yang lebih banyak dari pemeran utama.

Bisa dibilang terjadi pergeseran pemeran utama malah. Mungkin ini yang membuat penonton bosan dan memilih kabur.

5. Terlalu mengada-ngada – Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala

Belakangan sinetron yang ada di TV mengambil setting yang relate dengan keadaan masyarakat sekarang. Mereka lebih sering mengambil setting di perkampungan atau sejenisnya.

Anehnya, sinetron seperti ini, dengan pemeran yang begitu banyak, justru laku dan bertahan hingga bertahun-tahun.

Berbeda dengan Ganteng-Ganteng Srigala. Kami berpikir sinetron tersebut terlalu mengada-ngada dan fiksi banget. Tidak ada kesan relate dengan kondisi kehidupan masyarakat. Ini membuat ikatan antara penonton dan sinetron jadi berkurang.

6. Serba memaksa – Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala

Ganteng-ganteng Srigala menggunakan animasi 3D untuk menampilkan sosok srigala jadi-jadian.

Sayangnya, animasi yang ditawarkan justru terkesan terlalu memaksa. Kami maklum, sebab membuat animasi seperti itu membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit. Peralatannya pun harus lengkap dan mahal. Intinya, membuat animasi tersebut tidak akan bisa dilakukan untuk sinetron stripping seperti Ganteng-ganteng Srigala.

7. Memang harus diakhiri – Sinetron Ganteng-Ganteng Srigala

Ibarat kata, sehebat apapun sebuah cerita, pengakhirian adalah jalan terbaik agar cerita tersebut tetap memiliki kesan baik.

Maksudnya begini. Sehebat apapun sinetron ini, sebanyak apapun penontonnya, ia tetap harus diakhiri. Tidak ada yang abadi. Tidak ada cerita yang selalu baik setiap saat. Ada masa bosan. Sehingga, untuk menjaga kesan Ganteng-Ganteng Srigala tetap baik, penghentiannya adalah jalan yang harus dipilih.

Baca juga :

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *