Top List

Physical Distancing Bikin Kita Rindu 7 Kegiatan ini

Physical Distancing – permasalahan yang dihadapi Indonesia sekarang membuat masyarakat menjadi serba sulit. Masyarakat secara umum dianjurkan untuk bertahan di rumah, mengurangi aktivitas di luar rumah dan meminimalisir kontak dengan sesama.

Pembatasan kontak fisik ini berlaku dari pertengahan Maret kemarin hingga permasalahan Covid-19 tertangani dengan baik.

Penanganan yang terlalu lama dan berdiam diri di rumah membuat beberapa masyarakat gusar, cemas, dan merindukan beberapa hal yang biasa ia lakukan sebelum Covid-19 ini datang.

Ya, sekarang masyarakat dihadapkan dengan kerindukan akan aktivitas dan kegiatan sehari-hari.

Nah, terkait dengan kegiatan yang dimaksud, kami sudah merangkumkan beberapa kegiatan yang dirindukan masyarakat tersebut. Dan kegiatan-kegiatan tersebut tidak lain adalah berikut.

physical distancing

1. Jalan bareng pacar – physical distancing

Kalian tentu sepakat bahwa kebijakan pembatasan sosial dan kontak fisik ini berimbas pada seluruh pasangan di Indonesia? Ya. Sekarang, pasangan Indonesia dihadapkan dalam kondisi LDR.

Selain untuk menjaga hubungan, jalan bareng pacar juga baik untuk menghibur diri. Semacam rekreasi, ini bisa jadi cara untuk kalian mendekatkan diri dengan pasangan.

2. Nongkrong bareng temen – physical distancing

Ini yang paling dirindukan. Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat–khususnya anak muda–sudah sulit buat nongkrong dan seneng-seneng bareng temen.

Masalahnya, di usia yang masih belia, nongkrong bisa jadi pilihan terbaik buat melepas stres dari rentetan tugas kuliah/sekolah.

Nongkrong juga bisa jadi ajang untuk bertukar pikiran, cerita dan berbagi keceriaan bareng temen. Masalahnya hal ini sudah tidak bisa dilakukan karena pertimbangan keamanan dan kesehatan.

3. Belanja – physical distancing

Pembatasan aktivitas masyarakat membuat beberapa gerai belanja tutup lebih cepat. Beberapa juga tutup untuk sementara waktu sampai wabah ini berakhir. Ini kemudian menyebabkan masyarakat sulit untuk belanja kebutuhan, baik itu bahan makanan atau pakaian.

Padahal, sebelum wabah ini datang, belanja bisa jadi alternatif kegiatan untuk melepas stres dan menghibur diri.

4. Rekreasi – physical distancing

Tidak hanya tempat belanja saja yang tutup. Sebagian besar tempat rekreasi juga melakukan kebijakan yang sama. Yang lebih tragis, ada juga tempat rekreasi yang harus gulung tikar gegera kehabisan modal dan minim pemasukan.

Ini yang kemudian menjadi perhatian bersama. Di tengah wabah seperti ini, minat masyarakat untuk berekreasi memang minim.

Wajar. Pertimbangan keamanan dan keselamatan menjadi hal yang jadi pertimbangan utama. Tapi biar begitu, kita semua pasti mengamini bahwa di tengah wabah seperti ini, kita sangat merindukan aktivitas rekreasi.

5. Nonton film – physical distancing

Sebelum wabah ini datang, masyarakat–khususnya anak muda–sering menghabiskan masa liburan atau akhir pekan dengan menonton film. Ini jadi opsi rekreasi dengan efek ganda. Selain sebagai hiburan dan mencerdaskan.

Sayangnya, dengan adanya wabah ini, masyarakat sudah tidak bisa lagi menonton film kesayangan.

Lebih dari itu. Beberapa produser film juga harus menunda penayangan filmnya atas dasar keselamatan dan keamanan bersama.

6. Makan siang bareng temen – physical distancing

Kita tentu sepakat bahwa wabah Corona membuat masyarakat harus beraktivitas di rumah.

Di awal mungkin enak. Tapi belakangan masyarakat jadi tidak betah. Ketidakpastian membuat kita jengah dan merindukan hal-hal sebelum Corona ini datang.

Sebut saja seperti makan siang bareng temen. Mungkin ini kegiatan yang sederhana. Tapi di luar kesederhanaan itu, kegiatan ini jadi hal yang tidak bisa didapatkan pas physical distancing berlaku.

7. Belajar bareng di kelas – physical distancing

Kami sepakat bahwa hal yang tidak mengenakan dari wabah ini adalah keharusan kita untuk terus beraktivitas di rumah. Ini masalahnya. Belakangan pelajar kita sudah mudah jengah dan bosan dengan kondisi ini. Bukan cuma pelajar. Mahasiswa juga merasakan hal yang sama.

Yang paling mereka rindukan sekarang adalah aktivitas kelompok: belajar kelompok di kelas.

Ya. Sebelum wabah aktivitas ini mungkin membosankan. Tapi setelah wabah datang, dan kita diharuskan untuk belajar masing-masing di rumah, kita jadi paham bahwa aktivitas belajar di kelas adalah hal menarik yang sekarang dirindukan.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *