Hobi

9 Cara Memilih Tanaman Indoor Untuk Apartemen

Cara memilih tanaman indoor – Setelah beraktivitas seharian di luar rumah, rasanya pulang adalah tempat yang paling tepat untuk melepas lelah. Bagi Anda yang menyukai suasana alam, keberadaan tanaman seringkali membuat pikiran lebih segar. Akan tetapi, bagaimana jika Anda tinggal di apartemen?

Berbeda dengan rumah tapak, apartemen tidak memiliki tanah atau halaman yang bisa Anda kelola secara pribadi. Karena itu, tanaman indoor bisa menjadi opsi yang layak untuk Anda pertimbangan. Ada berbagai jenis tanaman indoor yang bisa Anda rawat di rumah. Namun sebelum itu, jangan lupa untuk memperhatikan bagaimana cara memilih tanaman indoor yang tepat.

Cara memilih tanaman indoor

1. Sesuaikan tanaman indoor dengan jenisnya – Cara memilih tanaman indoor

Ada dua jenis tanaman hias indoor yang bisa Anda temukan di pasaran. Yaitu jenis tanaman hias daun dan tanaman hias bunga. Tanaman hias bunga memiliki warna yang lebih atraktif dan juga aroma. Namun, tidak semua bunga memiliki aroma yang kuat.

Jika Anda ingin menggunakan tanaman hias bunga sebagai tanaman indoor, pastikan aroma bunganya cukup kuat. Dengan begitu, Anda bisa dimanjakan oleh visual dan wanginya sekaligus. Beberapa kenis bunga yang bisa Anda jadikan tanaman indoor adalah peace lily dan anthurium.

Sedangkan jika Anda memilih tanaman hias daun, Anda bisa mencari tanaman indoor yang memiliki bentuk atau corak yang unik. Beberapa di antaranya adalah tanaman lidah mertua atau sansiviera, caladium, philodendron, cordyline, dan dracaena.

2. Pertimbangkan fungsi tanaman indoor – Cara memilih tanaman indoor

Ada beberapa alasan mengapa seseorang meletakkan tanaman hias di dalam rumah. Selain sebagai hiasan, beberapa orang juga menggunakan tanaman indoor sebagai pembatas pandangan, penghias sudut ruangan, atau untuk sirkulasi udara.

Perbedaan fungsi ini akan mempengaruhi jenis tanaman indoor yang sebaiknya Anda pilih. Jika Anda bermaksud untuk menggunakan tanaman indoor sebagai pembatas, tanaman hias yang besar dengan daun lebat tentu saja lebih tepat. Sedangkan untuk hiasan, tanaman hias dengan bentuk dan corak yang unik akan memberikan keindahan tersendiri.

3. Perhatikan daya tahan tanaman indoor – Cara memilih tanaman indoor

Setiap tanaman hias memiliki ketahanan yang berbeda – beda terhadap cahaya, kelembaban, sirkulasi udara, dan juga temperature. Karena itu, pastikan tanaman hias yang Anda pilih memiliki ketahanan yang baik untuk suasana di dalam ruangan dan tidak mudah mati.

4. Ukur kekuatan cahaya matahari dan kebutuhan tanaman indoor – Cara memilih tanaman indoor

Ukur kekuatan cahaya matahari dan kebutuhan tanaman indoor - Cara memilih tanaman indoor

Setiap tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda – beda terhadap cahaya matahari. Karena itu, Anda bisa mengukur dan mempertimbangkan kebutuhan tanaman tersebut terhadap cahaya matahari. Cara paling mudah untuk mengukur intensitas cahaya matahari adalah dengan menggunakan meteran cahaya atau lightmeter.

Jika Anda tidak memiliki lightmeter, Anda bisa menggunakan kertas berwarna abu – abu atau dengan menggunakan bantuan kamera digital. Pastikan juga berapa lama cahaya tersebut bersinar dalam sehari. Setelah mengetahui intensitas cahaya yang masuk, Anda bisa memilih tanaman hias yang sesuai dengan intensitas tersebut.

5. Pilih tanaman indoor yang sesuai dengan cahaya rumah Anda – Cara memilih tanaman indoor

Secara umum, cahaya rumah dibagi menjadi redup, sedang, dan terang. Setiap jenis pencahayaan memiliki jenis tanaman hias yang sesuai. Rumah dengan gaya apartemen atau rumah susun biasanya memiliki jenis pencahayaan redup. Untuk itu, tanaman dari jenis pakis seperti pakis boston bisa menjadi pilihan. Selain itu, spider plant atau peace lily juga bisa menjadi alternative.

Sedangkan untuk rumah dengan cahaya sedang, tanaman begonia, alocasia, dan wijaya kusuma bisa menjadi pilihan. Dan untuk rumah dengan cahaya terang, tanaman sukulen seperti kaktus, asparagus ferns, dan pohon ara bisa Anda gunakan.

6. Perhatikan kelembaban tanaman indoor yang Anda miliki – Cara memilih tanaman indoor

Selain mengukur intensitas cahaya, Anda juga perlu mempertimbangkan kelembaban yang dibutuhkan tanaman indoor. Kelembaban merupakan salah satu factor vital yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Tanaman yang hidup di tempat yang kelembabannya tidak sesuai cenderung mudah mati.

Untuk menjaga kelembaban tanaman hias, Anda bisa meletakkan tanaman hias di atas wadah dengan batu – batuan kecil dalam vas dan air. Pastikan juga kelembabannya sudah sesuai dengan kelembaban yang dibutuhkan oleh tanaman hias Anda.

7. Pilih wadah tanaman indoor sesuai dengan kebutuhan – Cara memilih tanaman indoor

Pilih wadah tanaman indoor sesuai dengan kebutuhan

Meski terdengar tidak terlalu penting, wadah tanaman hias indoor juga perlu Anda pertimbangkan sebelum membeli tanaman hias. Wadah tanaman hias sebaiknya tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil. Sesuaikan ukuran wadah dengan tanaman hias yang Anda gunakan. Anda juga bisa memilih wadah yang sesuai dengan selera Anda agar suasana ruangan jadi semakin menarik.

Sebenarnya, Anda bisa menggunakan wadah apa saja sebagai wadah tanaman hias Anda. Akan tetapi, pastikan wadah yang Anda gunakan memiliki lubang di bagian bawahnya. Lubang ini berfungsi sebagai saluran pembuangan air agar air tidak sampai menggenang dan malah merusak tanaman hias Anda.

8. Sesuaikan penempatan tanaman indoor Anda – Cara memilih tanaman indoor

Setelah menemukan tanaman hias yang sesuai, Anda bisa meletakkannya di tempat – tempat yang Anda rencanakan. Setelah itu, jangan lupa untuk merotasi posisi tanaman hias Anda sesekali. Hal ini membantu agar setiap tanaman hias mendapatkan asupan cahaya dan kelembaban yang tepat dan merata.

9. Letakkan tanaman indoor di tempat yang sesuai – Cara memilih tanaman indoor

Jika Anda hendak meletakkan tanaman indoor Anda di tepi jendela, sebaiknya Anda meletakkannya sekitar 25 cm dari sisi jendela. Jangan lupa juga untuk memutar sisi tanaman secara bergantian. Hal ini membantu seluruh bagian tanaman mendapatkan sinar matahari secara merata.

Dan jika Anda meletakkan tanaman indoor di sudut rumah yang tidak terkena cahaya matahari langsung, Anda bisa menggunakan lampu buatan khusus tanaman yang disebut sebagai LED Plant Growths. Lampu ini memberikan cahaya yang mirip dengan sinar matahari. Selain itu, Anda juga bisa mengakalinya dengan mengeluarkan tanaman setiap 3 hingga 4 hari sekali.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *