Hobi

11 Fakta Menarik Burung Kutilang yang Jarang Diketahui

Fakta menarik burung kutilang – Kicau burung kutilang ternyata sempat diabadikan dalam sebuah lagu. Anda tentu familiar dengan lagu tersebut bukan?

Dibalik lagu anak-anak terkait kutilang, ternyata ada fakta menarik dari burung endemik Indonesia ini.

Sayangnya, tak banyak yang mengetahui fakta tersebut. Kebanyakan masyarakat Indonesia justru menganggap kutilang sebagai burung pengganggu.

Biar tak terjadi kesalahpahaman lebih jauh terkait kutilang, ada baiknya kita membahas burung endemik tersebut secara mendetail:

Fakta menarik burung kutilang

1. Persebaran yang Luas – Fakta menarik burung kutilang

Tahukah Anda kalau kutilang ternyata memiliki area persebaran yang luas? Burung ini sangat mudah dijumpai disekitar Asia Tenggara.

Meskipun begitu, burung kutilang tak punya habitat tetap di Malaysia. Di Indonesia sendiri, kutilang tersebar di sebagian besar pulau, terutama Jawa dan Bali. Kedua pulau ini menjadi area persebaran awal kutilang, sehingga dikenal luas oleh masyarakat.

2. Rajin Berkicau – Fakta menarik burung kutilang

Jangan heran mendengar kutilang selalu berkicau sepanjang hari! Alasan ini pula yang membuat masyarakat suka memelihara kutilang.

Bahkan beberapa jenis kutilang bisa menirukan kicauan burung lain. Kicauan yang ditirukan biasanya berasal dari spesies yang sama.

Jenis kutilang yang kerap menirukan kicauan burung lain adalah trucukan. Ia akan berkicau layaknya kicauan kutilang biasa, cendet, ataupun codet ijo. Pantas saja kutilang trucukan dikatakan burung cerdas, sebab mampu mengimitasi suara kicauan burung lain.

3. Mudah Beradaptasi – Fakta menarik burung kutilang

Pernahkah Anda melihat burung kutilang berkumpul dengan burung lain? Kebiasaan kutilang memang terbilang unik.

Ia tak segan menghampiri burung lain yang dalam sebuah komunitas, entah saat mencari makan ataupun bertengger.

Menariknya, kutilang tak mengganggu aktivitas burung lain. Kehadirannya pun terkesan tak begitu mencolok, justru terlihat sangat membaur satu sama lain.

Mengingat sifatnya yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, burung ini pun sangat mudah dijinakkan. Jika Anda berminat memelihara kutilang, tak perlu khawatir kutilang bakal mengalami stres.

4. Merusak Kicauan Burung Lain – Fakta menarik burung kutilang

Dalam beberapa festival kicau burung, kutilang seringkali dianggap pengganggu atau perusak. Saat burung kicau lain dipertemukan dengan kutilang.

Suara kicau kutilang mampu mengganggu kemampuan kicau burung tersebut. Pasalnya, suara kicau kutilang dianggap ‘mati’ oleh sebagian besar pencinta burung kicau.

Menyandingkan kutilang dengan burung kicau lain akan membuat suara kicau burung lain menjadi tak maksimal.

5. Bentuk Kaki yang Unik – Fakta menarik burung kutilang

Kebiasaan kutilang bertengger di ranting ternyata didukung oleh bentuk kaki yang unik. Kutilang memiliki ruas kaki sejajar dengan ukuran yang kecil.

Walaupun kecil, ternyata kemampuan kutilang untuk mencengkeram ranting tak perlu diragukan lagi.

Daya cengkeram burung kutilang termasuk sangat kuat dan kokoh. Inilah yang memungkinkan kutilang mampu bertahan lama di atas pohon dan tak mudah terselip atau terjatuh.

Mitos Memelihara Kutilang - Fakta menarik burung kutilang

6. Mitos Memelihara Kutilang – Fakta menarik burung kutilang

Sulit membenarkan atau menolak mitos yang hidup di tengah masyarakat. Salah satunya perihal memelihara kutilang di rumah.

Beberapa orang percaya kutilang mampu membawa keberkahan dan rezeki tak terputus. Pemilik rumah akan mendapatkan kebaikan bertubi-tubi, terutama dalam pekerjaan.

Mereka akan dihormati oleh orang sekitar, apapun keadaannya. Bisa dibilang kutilang sebagai tolak bala bagi para pemiliknya.

7. Mudah Ditangkap – Fakta menarik burung kutilang

Tak ingin mengeluarkan uang untuk memiliki seekor kutilang? Anda bisa menangkap langsung burung kutilang di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Coba perhatikan, pasti banyak kutilang yang berkeliaran di area rumah. Terlebih kalau Anda mempunyai pohon buah atau sayur yang siap panen.

Kutilang suka makan buah dan sayur matang untuk bertahan hidup. Nah, biar Anda mudah menangkap kutilang, gunakan jerat simpul atau getah. Kedua cara ini sangat efektif mengungkung burung kicau tersebut.

8. Burung Kelas Bawah – Fakta menarik burung kutilang

Kalau burung bisa diklasifikasikan berdasarkan kelas, kutilang mungkin masuk kelas bawah. Masyarakat masih menganggap kutilang bukanlah burung berkelas yang menarik untuk dipelihara.

Meskipun ia mempunyai kicau yang nyaring, sayangnya suara kicau kutilang tak terlalu memukau. Berbeda dengan murai, kicau kutilang dianggap mati.

Harga jualnya di pasaran pun sangat rendah, hanya berkisar ratusan ribu untuk kutilang berkicau emas.

9. Resiko Rendah Mengalami Kepunahan – Fakta menarik burung kutilang

Beberapa spesies hewan telah dinyatakan mengalami kepunahan atau nyaris punah. Hal serupa terjadi pula pada spesies burung tertentu, seperti cendrawasih dan elang.

Namun tak demikian dengan burung kutilang yang dengan area persebaran sangat luas. Walaupun kutilang mengalami penurunan jumlah atau degradasi, populasinya tetap gampang ditemukan.

Aktivitas penangkapan atau perburuan kutilang tak berpengaruh terlalu besar atau least concern.

10. Jenis yang Beragam – Fakta menarik burung kutilang

Saat ini, kutilang mempunyai 9 jenis yang tersebar luas di sekitar Cina Selatan maupun Asia Tenggara. Kesembilan jenis tersebut masih bisa ditemukan dengan mudah.

Subspesies atau ras kutilang mungkin tak sebanyak hewan lainnya, tetapi terbilang beragam. Para pencinta burung pasti bisa membedakan antara satu ras dengan ras lainnya dari ciri khas di tubuh sang burung.

Mengingat peluang kepunahannya sangat rendah, kutilang tentu bisa disaksikan oleh anak dan cucu kita nantinya.

11. Ancaman bagi Populasi Burung Lawan – Fakta menarik burung kutilang

Melihat daerah persebarannya yang merata, kutilang sebenarnya menjadi spesies introduksi di beberapa wilayah.

Sebut saja Maluku yang terkenal dengan burung kipasan kebunnya. Kehadiran kutilang di daerah ini justru mengancam populasi kipasan kebun. Tak sedikit orang yang mengeluhkan hal tersebut, tetapi sayangnya tak ada cara efektif mempertahankan keberadaan burung lokal.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *