in

9 Kepiting yang Tidak Boleh Dimakan, Anda Wajib Tahu

Etisus splendidus - Kepiting yang tidak boleh dimakan dan memiliki bentuk oval

Tahukah Anda kalau ada beberapa jenis kepiting yang tidak boleh dimakan? Sama halnya dengan kelompok ikan-ikan beracun, kelompok kepiting pun terdapat jenis yang beracun. Jenis ini lebih dikenal dengan sebutan “poisonous crabs“.

Tak semua jenis beracun. Meski terdapat sekitar 10.000 jenis yang tersebar di seluruh dunia. Namun hanya sedikit yang beracun. Berikut adalah kepiting yang tidak boleh dimakan karena beracun.

Rock Crab dinamai demikian sebab cangkang eksteriornya keras seperti batu. Mereka melindungi daging lezat mereka dari predator.  Terdapat tiga spesies kepiting batu yang berbeda yakni warna merah, kuning, serta coklat.

Etisus splendidus - Kepiting yang tidak boleh dimakan dan memiliki bentuk oval

1. Etisus splendidus – Kepiting yang tidak boleh dimakan dan memiliki bentuk oval

Etisus splendidus memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut. Karapas yang berbentuk oval serta sangat cembung. Bentuknya baik secara memanjang maupun melintang. Pada bagian permukaan atas teksturnya halus. Bagian depan atau dahi hewan ini terbagi menjadi 2 cuping.

Bagian tersebut dipisahkan dengan satu sinus cekung yang besar dari sudut-sudut supraorbital. Jika diamati bentuknya seperti huruf “V”. Bagian tepi samping depan terdapat 8 gigi besar berbentuk kait. Seringkali terdapat gigi-gigi dengan ukuran lebih kecil diantaranya.

2. Demania scaberrima – Kepiting yang tidak boleh dimakan dan memiliki tubuh bersisik

Demania scaberrima adalah salah satu jenis kepiting yang tak boleh dimakan. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Karapas yang  berbentuk oval melintang atau melebar. Pada bagian permukaan atas karapas biasanya tertutup dengan tuberkel. Ini membuat permukaan tubuhnya tampak seperti bersisik. Pada bagian samping depan ada 4 buah gigi.

Habitat dari D. scaberrima biasanya ditemukan hidup di dasar-dasar laut berbatu maupun berpasir. Tepatnya di kedalaman 15-35 meter.

3. Platypodia granulosa – Kepiting yang tidak boleh dimakan dan biasa hidup di celah batu

Dari tampilan luarnya, kepiting yang tidak boleh dimakan ini mempunyai bentuk tubuh yang lebih halus daripada dengan Demania. Namun, kandungan racunnya sama kuatnya dengan Demania.

Habitat hewan ini yakni pada celah-celah batu. Dapat juga ditemukan di bagian dasar bongkahan karang terutama di wilayah pasang surut.

4. Zosimus aeneus – Kepiting yang tak boleh dimakan karena beracun

Bagian yang paling mencolok dari kepiting yang tak boleh dimakan ini adalah warna tubuhnya yang indah. Namun, kandungan racun hewan laut ini tak seindah warna tubuhnya. Zosimus aeneus biasanya ditemukan hidup di bebatuan karang. Tepatnya di perairan yang dangkal.

Atergatis integerrimus - Kepiting yang tidak boleh dimakan karena mengandung racun temporer

5. Atergatis integerrimus – Kepiting yang tidak boleh dimakan karena mengandung racun temporer

Jenis kepiting ini bersifat beracun temporer. Kepiting ini tingkat racunnya tergantung pada habitatnya.

Permukaan karapas ditandai corak besar serta seragam. Warna merah bata pada atas tubuh hewan ini. Dengan jari-jari dan tulang belakang pada dactylus pereiopods berwarna gelap, ujung keputihan serta dilengkapi gigi.

6. Rock Crab – Kepiting yang tidak boleh dimakan dan tinggal di Pantai Pasifik

Rock Crab dinamai demikian sebab cangkang eksteriornya keras seperti batu. Mereka melindungi daging lezat mereka dari predator.  Terdapat tiga spesies kepiting batu yang berbeda yakni warna merah, kuning, serta coklat.

Hewan ini ditemukan di sepanjang Pantai Pasifik. Hewan ini ditangkap menggunakan perangkap. Dengan cara yang sama layaknya kepiting dungeness tertangkap.  Setiap spesies mempunyai preferensi habitat sendiri. Namun, umumnya mereka dapat ditemukan di terumbu karang yang berbatu. Selain itu juga di substrat lunak.

California Department of Public Health juga mengeluarkan peringatan supaya masyarakat tidak mengkonsumsi kepiting ini. Berdasarkan pernyataan Department of Fish and Wildlife, asam domoic adalah racun alami. Racun ini dihasilkan beberapa spesies dari Pseudo-Nitzschia diatom laut.

7. Kepiting Zamrud (Mithraculus sculptus) – Kepiting yang tidak boleh dimakan dan beracun

Ini merupakan kepiting invertebrata air asin yang beracun. Makanan utamanya ialah ganggang gelembung. Warna cangkangnya zamrud yang indah. Namun, seperti yang telah kita ketahui, kepiting dengan aneka warna umumnya yang paling mematikan.

Mereka merupakan kepiting kecil dengan diameter lima sentimeter saat dewasa.

Mithrax sculptus merupakan salah satu spesies kepiting laut paling populer untuk akuarium domestik. Karena mereka merupakan pemakan ganggang yang rakus. Ini membuat mereka cukup berguna sebagai kru pembersihan akuarium.

8. Kepiting Telur Bunga (Floridus atergatis) – Kepiting yang tidak boleh dimakan karena memiliki daging beracun

Kepiting yang tidak boleh dimakan ini adalah spesies khas Samudera Indo Pasifik dan cukup beracun. Kepiting telur bunga mempunyai daging beracun. Bahkan setelah dimasak, konsumsinya dapat mematikan. Ini ditandai dengan cangkang oval serta relatif sempit.

Permukaannya halus dengan margin yang lembut. Hewan ini memiliki penjepit berbentuk sendok besar, yang berujung warna hitam khas. Cangkang kepiting telur bunga dua kali lebih lebar dari panjangnya. Dagingnya amat beracun. Banyak ilmuwan telah membandingkan toksisitas hewan ini dengan ikan buntal.

Kepiting Tapal Kuda - Kepiting yang tidak boleh dimakan  dengan warna hijau lumut

9. Kepiting Tapal Kuda – Kepiting yang tidak boleh dimakan dengan warna hijau lumut

Berbeda dengan jenis lainnya, tapal kuda (Horseshoe crab) merupakan spesies yang sudah lama ada di dunia. Tepatnya sejak 450 juta tahun lalu. Di Indonesia hewan ini dikenal sebagai belangkas. Masyarakat Jawa menyebutnya mimi.

Bentuknya menyerupai batu. Tempurungnya berwarna hijau lumut cenderung kehitaman. Sejak dulu banyak orang memburu hewan ini untuk diambil darahnya guna keperluan medis.

Memang jenis ini biasa dikonsumsi di Asia Tenggara khususnya di Thailand. Namun kepiting tapal kuda yang hidup di hutan bakau amat berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia. Karena hewan ini memakan plankton bakau yang amat beracun bagi manusia.

Baca juga:

Well, that’s all poisonous crab you have to avoid. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan. Khususnya bagi Anda pecinta seafood agar menghindari kepiting yang tidak boleh dimakan.

What do you think?

Written by monroe

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Ulat Lymantriidae - Jenis ulat bulu di Indonesia yang bersifat hama

Bikin Geli! Inilah 5 Jenis Ulat Bulu di Indonesia

Pelindung Sinar UV - Manfaat masker organik alpukat sebagai sunscreen alami

Kenali 9 Manfaat Masker Organik Alpukat untuk Wajah dan Rambut