in

Kenali 11 Cara Reproduksi Coelenterata dan Informasi Lainnya

Fase Medusa - Cara reproduksi Coelenterata secara aseksual tahap kelima

Cara reproduksi Coelenterata terbilang unik, karena dilakukan secara seksual dan aseksual. Coelenterata berasal dari istilah coelom, artinya berongga serta enteron yang bermakna perut. Dengan demikian, Coelenterata bisa diartikan hewan dengan perut yang berongga. Disebut demikian sebab makanan akan masuk melalui mulut lalu langsung masuk ke perut.

Rongga tubuh pada hewan ini digunakan sebagai tempat pencernaan makanan sekaligus sebagai alat pengedar sari makanan. Rongga ini juga digunakan untuk mengeluarkan sisa makanan. Ada 2 cara reproduksi Coelenterata. Di antaranya secara seksual (generatif) serta aseksual (vegetatif). Let’s find out more about it.

Di tahap awal cara reproduksi Coelenterata secara aseksual ini dilakukan dengan membentuk kuncup. Tepatnya pada kaki saat menginjak fase polip.

Proses Awal - Cara reproduksi Coelenterata secara aseksual tahap pertama

1. Proses Awal – Cara reproduksi Coelenterata secara aseksual tahap pertama

Coelenterata kerap juga disebut dengan istilah Cnidaria. Hewan ini tergolong bersel banyak (multiseluler).

Tubuh radial hewan ini simetris, sebab sumbu tubuhnya bila dibelah akan tampak bagian yang sama simetri. Hal tersebut bisa diamati lewat lebih dari satu sumbu tubuh

Di tahap awal cara reproduksi Coelenterata secara aseksual ini dilakukan dengan membentuk kuncup. Tepatnya pada kaki saat menginjak fase polip.

2. Kuncup Membesar Membentuk Tentakel – Cara reproduksi Coelenterata tahap kedua

Di antara lapisan ektoderm serta endoderm, terdapat rongga (mesoglea). Rongga ini bukan jaringan hidup. Namun mengandung mesenkim yang sifatnya gel.

Coelenterata ada yang berbentuk mirip tabung (polip) serta menyerupai mangkok (medusa), contohnya Aurelia aurita dan Obelia.

Nah, setelah terbentuk polip, lama-lama polip jadi membesar lalu membentuk tentakel. Tentakel memiliki sel racun (knidoblas) atau dikenal sebagai sel penyengat (nematosis).

Oleh sebab itu kalau terkena kulit manusia akan terasa gatal gatal. Di bawah permukaan tudung Coelenterata terdapat mulut serta tentakel. Fungsinya untuk menangkap mangsa sekaligus membantu bergerak.

3. Mengalami Fase Metagenesis – Cara reproduksi Coelenterata secara aseksual tahap ketiga

Kuncup yang tumbuh mulai ada di sekitar kaki hingga ukurannya besar dan induknya membuat kuncup yang baru.

Hewan ini mempunyai rongga gastrovaskuler. Fungsinya sebagai organ pencernaan. Rongga tersebut membantu penyerapan, pencernaan, serta pengedar sekaligus (3 in 1).

Sistem pernapasan hewan ini dengan cara difusi. Atau pernapasan seluruh permukaan tubuh. Namun, tak terjadi demikian pada Anthozoa. Sedangkan sistem saraf hewan ini sifatnya difus.

Setelah memiliki tentakel, hewan ini akan mengalami metagenesis (pergiliran keturunan). Vegetatif di fase polip serta generatif di fase medusa. Polip tertambat sedangkan Medusa dapat bergerak bebas.

4. Fase Polip – Cara reproduksi Coelenterata secara aseksual tahap keempat

Daur hidup dari Coelenterata mengalami fase polip serta fase medusa. Di fase polip hidup hewan ini akan menempel di batuan perairan.

Bentuknya menyerupai silinder dengan bagian ujung yang satu memiliki mulut dikelilingi tentakel. Sedangkan ujung lain buntu. Gunanya untuk melekatkan diri.

Polip ini biasanya hidup secara soliter maupun menyendiri. Namun, ada juga Coelenterata yang membentuk koloni.

Karena hewan ini melekat jadi tak mampu bergerak secara bebas. Polip yang membentuk koloni memiliki beberapa jenis bentuk berdasarkan fungsinya, yakni polip untuk makan atau gastrozoid.

Polip yang fungsinya untuk pembiakan yang menghasilkan medusa disebut dengan gonozoid. Ada juga polip yang fungsinya untuk pertahanan. Koloni yang terdiri dari beberapa bentuk polip disebut dengan polimorfisme.

Fase Medusa - Cara reproduksi Coelenterata secara aseksual tahap kelima

5. Fase Medusa – Cara reproduksi Coelenterata secara aseksual tahap kelima

Memasuki fase medusa, Coelenterata mampu hidup melayang-layang di perairan. Bentuk tubuh hewan ini tampak menyerupai payung atau lonceng. Terdapat tentakel di bagian tepi yang mengelilinginya.

Wujudnya tampak transparan, serta dapat berenang bebas. Di bagian tengah permukaan bagian bawahnya terdapat mulut. Bentuk tubuh lainnya dari hewan ini menyerupai bunga mawar. Oleh sebab itu Coelenterata sering juga mendapat julukan “mawar laut”.

Fungsi dari medusa yakni untuk berkembang biak secara seksual. Jadi di fase medusa ini dapat menghasilkan sperma serta ovum. Tak semua Coelenterata memiliki bentuk polip serta medusa. Ada beberapa yang hanya memiliki bentuk polip saja.

6. Tumbuh Makin Banyak Hingga Jadi Koloni – Cara reproduksi Coelenterata secara aseksual tahap keenam

Cara reproduksi Coelenterata aseksual akhirnya hewan ini akan tumbuh semakin banyak kemudian menjadi koloni.

Coelenterata mampu hidup di perairan yang jernih. Di mana mengandung banyak partikel-partikel organik, plankton maupun hewan-hewan kecil.

Jentik yang menempel akan lemas. Kemudian tentakel akan membawanya ke mulut. Begitulah cara Coelenterata makan.

Proses Secara Seksual - Cara reproduksi Coelenterata secara seksual tahap pertama

7. Proses Secara Seksual – Cara reproduksi Coelenterata secara seksual tahap pertama

Proses ini dilakukan dengan peleburan sel sperma dan sel ovum (telur). Proses tersebut terjadi di fase medusa. Letak testis tepatnya di dekat tentakel. Sementara ovarium berada di dekat kaki.

8. Sperma Berenang Menuju Ovum – Cara reproduksi Coelenterata secara seksual tahap kedua

Pada proses ini, sperma yang masak akan dikeluarkan kemudian berenang menuju ovum.

Di bawah mulut hewan ini terdapat kerongkongan yang pendek. Saat mencerna makanan, makanan akan masuk ke rongga gastrovaskuler. Lalu dicerna secara ekstraseluler (luar sel).

Sel-sel endoderma pada tubuh hewan ini akan menyerap sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan kemudian dimuntahkan melalui mulut.

9. Ovum Membentuk Zigot dan Larva – Cara reproduksi Coelenterata secara seksual tahap ketiga

Setelah sperma bertemu ovum, ovum yang dibuahi kemudian membentuk zigot.

Tiap hewan Coelenterata memiliki rongga gastrovaskuler. Rongga gastrovaskuler pada Coelenterata bentuknya bercabang-cabang. Rongga tersebut dipisahkan dengan septum atau sekat dan belum memiliki anus.

Mula-mula zigot tersebut akan tumbuh di ovarium sampai menjadi larva. Larva yang bersilia disebut dengan Planula.

Lapisan embrional pembentuk tubuh hewan ini tersusun dari 2 lapis (diploblastik) yakni hanya membentuk ektoderm serta endoderm. Layaknya hewan porifera.

Planula yang tumbuh kemudian berenang untuk meninggalkan induk. Akhirnya membentuk polip dan menempati dasar perairan.

Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat rongga (mesoglea). Ini bukan jaringan hidup melainkan mengandung mesenkim yang sifatnya gel.

Baca juga:

Nah, itu tadi cara reproduksi Coelenterata. Hewan ini dalam kehidupan manusia memiliki fungsi dan manfaat yang amat diperlukan. Mulai dari menjadi hiasan aquarium, bahan makanan, tempat bernaung ikan laut, dan sebagainya.

What do you think?

Written by monroe

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Rumah Tipe 120 - Cara menghitung tipe rumah tipe 120 yang cocok untuk keluarga besar dan ingin memiliki kolam renang

5 Cara Menghitung Tipe Rumah dan Juga Pertimbangan Harganya

Menyiapkan Bahan-bahan - Cara bikin lemper Jawa di step pertama

Step by Step 13 Cara Bikin Lemper Jawa Paling Nikmat