in

11 Step Jangkrik Berkembang Biak dengan Cara Bertelur

Telur Muda Jangkrik - Step pertama jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

Step jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur dikategorikan sebagai metamorfosis tidak sempurna. Hal ini didasarkan karena siklus hidup jangkrik hanya ada tiga, yaitu telur, nimfa dan imago atau jangkrik dewasa.

Karena tidak melalui pupa inilah jangkrik tidak mengalami metamorfosis sempurna. Nah, untuk lebih mengetahui penjelasan lebih lengkap mengenai step perkembang biakan jangkrik, silahkan baca informasi ini sampai tuntas, check this out!

Setelah telur jangkrik menetas, fase selanjutnya yang harus ditempuh adalah fase anakan jangkrik. Fase anakan pada step jangkrik berkembang biak dengan cara bertelurmerupakan kehidupan sebelum jangkrik berubah menjadi jangkrik muda.

Telur Muda Jangkrik - Step pertama jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

1. Telur Muda Jangkrik – Step pertama jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

Step step jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur pertama dalam siklus hidup jangkrik adalah telur. Telur jangkrik berbentuk lonjong seperti ulat. Telur jangkrik memiliki warna khas kuning muda mendekati transparan dan besarnya sekitar 3 milimeter.

Umumnya, pada ujung telur jangkrik terdapat tonjolan yang disebut operculum, yakni bagian yang kelak akan menjadi celah bagi nimfa jangkrik untuk keluar. Nimfa tidak mungkin untuk keluar dari bagian telur lain akibat kulit telur jangkrik yang sangat kuat.

2. Telur Tua Jangkrik – Step kedua jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

Seiring berjalannya waktu, kulit telur jangkrik akan berwarna semakin gelap dari yang awalnya kuning muda.

Jika sudah mendekati waktu menetas maka akan muncul garis abu-abu di seluruh telur. Di habitat alaminya telur jangkrik diletakkan pada tanah atau pasir, sedangkan di penangkaran digunakan media kapas atau kain.

3. Telur Jangkrik Menetas – Step ketiga jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

Telur jangkrik dipendam dengan kedalaman sekitar 5 hingga 15 milimeter di bawah permukaan. Umumnya, fase telur dari jangkrik terjadi kurang lebih 13 hingga 14 hari setelah telur jangkrik dikeluarkan dari induknya.  Sebelum menetas, telur akan berubah warnanya menjadi semakin coklat dengan bintik hitam di kedua ujung yang menandakan posisi kaki dan juga kepala calon anakan jangkrik.

Fase Anakan - Step keempat jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

4. Fase Anakan – Step keempat jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

Setelah telur jangkrik menetas, fase selanjutnya yang harus ditempuh adalah fase anakan jangkrik. Fase anakan pada step jangkrik berkembang biak dengan cara bertelurmerupakan kehidupan sebelum jangkrik berubah menjadi jangkrik muda.

Fase ini normalnya berlangsung mulai hari pertama hingga hari ke dua puluh dari kehidupan jangkrik setelah menetas dari telur. Anak jangkrik biasanya memakan sisa cairan di dalam telur sebagai sumber tenaga, setelah cairan ini habis barulah anakan jangkrik berjalan keluar mencari makan sendiri.

5. Fase Nimfa – Step kelima jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

Setelah Menjadi anak jangkrik selama kurang lebih 20 hari, jangkrik muda bersiap untuk menjadi jangkrik dewasa. Awal Fase ini sangat rawan karena jangkrik pada fase ini belum memiliki eksoskeleton dan juga bergerak sangat lambat sehingga sangat mudah diserang skeleton.

Pada step jangkrik berkembang biak dengan cara bertelurdengan pertumbuhannya, jangkrik pada fase nimfa ini mengalami proses pendewasaan berupa pergantian kulit sebagai akibat dari eksoskeleton bagian luar tubuh jangkrik tidak bisa berkembang.

6. Jangkrik putih – Step keenam jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

Fase ini dinamakan jangkrik putih karena dalam fase jangkrik muda ini mengalami pergantian kulit.  Karena tidak mengalami proses kepompong, sebagai gantinya jangkrik melakukan special ability, yakni pergantian kulit sekitar 6 hingga 8 kali.

Jangkrik merelaksasikan otot-otot tubuhnya untuk melepaskan eksoskeleton yang menempel pada bagian luar tubuhnya. Proses ini berlangsung lama mulai dari hari ke-21 hingga hari ke-40 kehidupan jangkrik.

7. Fase Jangkrik Dewasa – Step ketujuh jangkrik berkembang biak dengan cara bertelur

Selanjutnya adalah fase jangkrik dewasa sebagai lanjutan merupakan kehidupan setelah fase nimfa. Jangkrik akan mengalami fase ini pada usia empat puluh hingga enam puluh hari setelah menetas dari telur.

Fase dewasa jangkrik adalah fase dimana jangkrik mempersiapkan diri untuk mulai berkembang biak dan menghasilkan telur jangkrik.

Fase Jangkrik Birahi - Step kedelapan jangkrik berkembang biak dengan caranya bertel

8. Fase Jangkrik Birahi – Step kedelapan jangkrik berkembang biak dengan caranya bertelur

Step jangkrik berkembang biak dengan caranya bertelurpada fase ini jangkrik akan memiliki sifat yang lebih agresif dan sering juga menjadi kanibal. Meskipun pada nyatanya masih terdapat banyak makanan, namun jangkrik memiliki kecenderungan untuk saling membunuh dan memangsa satu sama lain.

Pada fase ini jangkrik mengalami birahi untuk menuju perkawinan. Normalnya terjadi sekitar enam puluh satu hari sampai hari keenam puluh. Jangkrik jantan akan  mengeluarkan suara khas yang sering terdengar pada malam hari sebagai upaya untuk menarik perhatian jangkrik betina.

9. Fase Kawin – Step kesembilan jangkrik berkembang biak dengan carnya bertelur

Perkawinan jangkrik terjadi pada hari ke enam puluh satu hingga hari ke delapan puluh. Indukan jangkrik jantan akan mati setelah melakukan kawin dan akan dimakan oleh indukan jangkrik betina.

Ada satu hal yang menarik dalam step jangkrik berkembang biak dengan caranya bertelur dimana jangkrik betina yang tidak mendapatkan pasangan tetap bisa bertelur namun telur ini tidak dapat bertumbuh menjadi jangkrik baru karena tidak mengalami pembuahan.

10. Jangkrik Bertelur – Step kesepuluh jangkrik berkembang biak dengan caranya bertelur

Indukan jangkrik betina akan melepaskan telur-telurnya di atas tanah atau pasir di habitat asli. Namun jika di penangkaran disediakan media kapas atau kain.

Telur jangkrik diletakkan pada kedalaman 0,5 hingga 1,5 centimeter di bawah permukaan menggunakan ovipositor dari indukan jangkrik. Sekali melakukan pelepasan telur yang bisa dihasilkan berkisar empat hingga 120 butir telur jangkrik yang siap tumbuh menjadi jangkrik baru.

11. Telur Menetas dan Siklus Kembali Berputar – Step kesebelas jangkrik berkembang biak dengan caranya bertelur

Setelah indukan jangkrik bertelur, yang terjadi selanjutnya adalah pertumbuhan dan perkembangan jangkrik dengan seluruh siklus yang  sama seperti penjelasan di atas dan terus akan berputar dengan pola yang sama.

Baca juga:

Pemahaman tentang step jangkrik berkembang biak dengan caranya bertelurmenarik untuk diketahui karena akan membawa pemahaman lebih jauh tentang siklus perkembanbiakan jangkrik. Semoga dengan informasi ini akan memberi manfaat dan wawasan baru dan dapat membantu urusan dalam kehidupan.

What do you think?

Written by monroe

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Pempek Kapal Selam - Pempek berasal dari daerah Palembang dengan ciri bentuk mirip kapal selam

13 Jenis Pempek Berasal dari Daerah Palembang

Pilus Singkong Renyah - Cara membuat pilus singkong crunchy

Yummy! Inilah 13 Cara Membuat Pilus Singkong Paling Enak