in

Ternyata, Ini 9 Peran Plasmid dalam Rekayasa Genetika

Pemberantas Penyakit Tanaman - Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk tumbuhan

Belakangan ini, peran plasmid dalam rekayasa genetika mulai banyak ditemukan. Plasmid sendiri merupakan DNA ekstrakromosomal yang mampu melakukan replikasi secara mandiri di luar kromosom dan tidak mengandung gen esensial.

Plasmid secara alami sudah ada pada sel, namun dengan perkembangan sains mulai banyak modifikasi plasmid yang beragam. Berikut adalah beberapa peranan plasmid dalam rekayasa genetik.

Plasmid memiliki kemampuan untuk mentransfer gen ke sel lain, hal  ini dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan dengan metode terapi gen sehingga protein baru dapat terbentuk sebagi peran plasmid dalam rekayasa genetika

Kloning - Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk penyisipan DNA

1. Kloning – Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk penyisipan DNA

Dalam 100 tahun terakhir, plasmid telah diteliti dan beberapa perusahaan mulai memproduksi plasmid untuk digunakan sebagai vektor kloning.

Untuk itu menjadi vektor kloning plasmid harus memenuhi kriteria-kriteria antara lain adalah berukuran kecil dan memiliki jumlah salinan relatif banyak serta situs pemotongan enzim restriksi agar memudahkan dalam proses penyisipan DNA ke dalam vektor plasmid.

2. Mengubah Bakteri Patogen – Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk kesehatan

Salah satu bakteri patogen yang menyerang tanaman dikotil akan membentuk tumor yang diberi nama crown gall. Terbentuknya tumor ini ditentukan oleh plasmid Ti yang mengandung fragmen-DNA.

Fragmen ini memiliki kapabilitas untuk diintegrasikan dengan DNA inti sel tanaman. Jadi plasmid Ti dimanfaatkan untuk selanjutnya dikembangkan sebagai vektor untuk memasukkan DNA asing ke dalam sel tanaman sebagai langkah mengatasi patogen tadi.

Insulin - Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk penelitian

3. Insulin – Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk penelitian

Peran plasmid dalam rekayasa genetika selanjutnya adalah pembentukan insulin. Dalam hal ini para ilmuwan mengembangbiakkan bakteri yang memiliki plasmid didalamnya, plasmid ini mengandung informasi gen yang diinginkan dalam penelitian.

Bakteri ini dapat diinduksi untuk menghasilkan sejumlah besar protein dari gen yang telah dimasukkan. Cara ini merupakan cara paling dan efisien untuk memproduksi protein yang disandi secara genetik.

4. Terapi Gen – Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk menyelamatkan nyawa manusia

Plasmid memiliki kemampuan untuk mentransfer gen ke sel lain, hal  ini dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan dengan metode terapi gen sehingga protein baru dapat terbentuk sebagi peran plasmid bagi rekayasa genetika. 

Metode terapi gen memerlukan penyisipan dari gen dalam kromosom yang telah ditentukan di dalam tubuh manusia. Plasmid pembawa atau Zinc finger nucleases  dapat membantu mengantarkan gen yang ditentukan ke lokasi yang terjadi kerusakan seperti kanker sehingga dampak penyakit lebih parah dapat dihindari.

5. Pemodelan Penyakit – Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk mengatasi pandemi

Dalam sejarahnya, plasmid banyak dimanfaatkan untuk melakukan rekayasa sel induk embrio tikus dengan tujuan untuk menciptakan model penyakit genetik pada tikus. Namun efektifitas dari teknik pengembangan dengan dasar plasmid menghalangi penerapan metode ini dalam penciptaan model sel pada manusia secara akurat.

Pemberantas Penyakit Tanaman - Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk tumbuhan

6. Pemberantas Penyakit Tanaman – Peran Plasmid Dalam Rekayasa Genetika untuk tumbuhan

Penyakit pada tanaman seperti tumbuhnya tumor crown gall yang disebutkan diatas telah memancing para peneliti untuk melakukan riset lebih lanjut.

Hasilnya terjadi rekombinasi pada fragmen-DNA pada plasmid Ti. Saat bakteri mulai masuk pada sel tanaman, plasmid Ti tadi akan menyatukan bagian dari T-DNA ke dalam DNA inti sel tanaman yang dituju. Sehingga DNA asing tadi akan terintegrasi ke dalam genom tanaman.

Sintesis Pigmen Fotosintesis - Peran Plasmid Bagi Rekayasa Genetika untuk memaksimalkan proses pemasakan buat tumbuhan

7. Sintesis Pigmen Fotosintesis – Peran Plasmid Bagi Rekayasa Genetika untuk memaksimalkan proses pemasakan buat tumbuhan

Peran plasmid untuk rekayasa genetika selanjutnya adalah sintesis pigmen fotosintesis. Bakteri Rhodospirillum rubrum merupakan bakteri gram negatif dan mengandung klorofil B, namun klorofil ini berbeda dari yang ada pada tanaman.

Bakteri ini telah banyak diteliti, misalnya untuk mempelajari tentang ketahanan bakteri yang memiliki pigmen terhadap radiasi nitrogen. Rhodospirillum rubrum dengan plasmidnya mampu memfiksasi nitrogen di atmosfer ke dalam tanah untuk selanjutnya digunakan oleh tanaman untuk memproduksi protein.

Penerapan penelitian plasmid pada bakteri Rhizobium membawa angin segar untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Bakteri ini mampu mengikat nitrogen bebas menjadi amonia.

Amonia ini kemudian diubah menjadi asam amino lalu nitrogen yang sangat diperlukan tanaman untuk berkembang dan tumbuh. Apabila unsur nitrogen cukup, maka kandungan klorofil juga akan meningkat sehingga pertumbuhan tanaman lebih baik.

8. Produksi Bioproduk – Peran Plasmid Bagi Rekayasa Genetika untuk ketahanan pangan

Plasmid dapat dikembangkan lebih jauh dengan menilik salah satu perannya memproses H2 sebagai energi pada proses oksidasi. Dalam hal ini plasmid yang diteliti dari bakteri R.Euthropa. Bakteri ini mengikat karbon dioksida dan meleburnya dalam siklus krebs.

Selain itu bakteri ini juga mampu untuk memecah senyawa beraroma khas. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan untuk peran plasmid bagi rekayasa genetika. Salah satunya adalah bioproduk, karena dengan keberadaan bakteri ini akan membuat produksi bioproduk menjadi lebih spesifik dan efisien.

9. Degradasi Plastik – Peran Plasmid Buat Rekayasa Genetika untuk memaksimalkan perlindungan pada lingkungan

Pemanfaatan peran plasmid untuk rekayasa genetika pada bakteri Pseudomonas yang memiliki kemampuan untuk melakukan degradasi plastik telah dikembangkan lebih jauh. Bakteri ini mampu  memproduksi enzim serin hidrolase.

Serta esterase dan lipase yang tidak bisa digunakan pada proses metabolisme sumber karbon. Karena hal tersebut bakteri ini mempunyai peranan penting dalam proses biodegradasi berbagai macam polimer, seperti senyawa xenobiotic dan pestisida.

Baca juga:

Itulah tadi pembahasan  peran plasmid dalam rekayasa genetika. Ternyata pemanfaatan plasmid di dalam sel telah jauh dari apa yang dibayangkan, semoga informasi ini menjadi pengetahuan baru yang memberi manfaat bagi pembaca. So, do you like to learn about it?

What do you think?

Written by monroe

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Bersikap dengan Tulus - Tips berkomunikasi dengan calon mertua dari segi pembiasaan

11 Cara Berkomunikasi dengan Calon Mertua yang Baik dan Benar

7. Telur Gabus Gula - Cara membuat telur gabus tanpa keju variatif untuk Anda coba

Variasi 7 Cara Buat Telur Gabus Tanpa Keju Paling Mudah