Top List

9 Hal Penyebab Anda Insomnia dan Cara Menghindarinya

Sekitar 15% populasi manusia menderita insomnia. Orang-orang membutuhkan sekitar 8 jam tidur yang baik setiap malam untuk mendukung keadaan normal kesehatan fisiologis dan psikologis. Kami telah mempelajari alasan untuk insomnia dan menemukan metode yang efektif untuk menyingkirkannya.

Dengan mengikuti rekomendasi sederhana dari Dijelas.in ini, Anda akan dapat melupakan insomnia selamanya dan menikmati mimpi indah setiap malam. Berikut penjelasannya,

  1. Multiple sclerosis 

    Para ilmuwan dari University of California melakukan penelitian yang menunjukkan hubungan antara multiple sclerosis dan insomnia. Ada 2.300 orang dengan multiple sclerosis dan 70% dari mereka mengalami gangguan tidur.  Bersamaan dengan rasa lelah (ciri khas dari multiple sclerosis) seseorang tidak dapat tertidur selama setidaknya 30 menit. Mereka sering harus meminum pil untuk melawannya. Orang yang berusia 20 hingga 50 tahun cukup beresiko mengalami insomnia.

  2. Stres 

    Hasil studi oleh American Academy of Sleep Medicine menunjukkan bahwa stres dapat menyebabkan insomnia. Thomas Roth dan rekan-rekannya yakin bahwa cara pasien menangani suatu situasi sangat penting. Semakin mereka dapat mengalihkan perhatian dan menjauhkan diri dari sumber stress, akan semakin baik.  Insomnia dapat menjadi kronis jika seseorang sering mengalami stres.

  3. Minuman energi 

    Konsumsi minuman energi telah menjadi kebiasaan banyak orang saat ini. Sebuah studi 4 tahun yang dilakukan oleh para ahli dari Camilo José Cela University (UCJC) telah mengevaluasi efek positif dan negatif dari minuman energi pada manusia. Para peserta menyatakan bahwa mereka merasa prima, tetapi mereka menjadi lebih gugup dan mengalami insomnia.

  4. Asma

    Sebuah tim peneliti dari University of Pittsburgh telah menemukan bahwa insomnia sangat lazim pada orang dewasa yang mengidap sakit asma. 37% dari subyek yang mengalami masalah pernapasan juga mengalami gangguan tidur. Para peserta dengan insomnia menemukan lebih sulit untuk menangani kondisi mereka dan mereka menderita depresi dan gejala lainnya.   Menurut para ilmuwan,  penting bagi pasien penderita asma untuk mengobati insomnia mereka sesegera mungkin.

  5. Stroke

    Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Surrey menunjukkan bahwa pasien yang mengalami stroke juga memiliki masalah tidur yang mempengaruhi kualitas hidup, secara umum. Para peneliti percaya bahwa masalah tidur yang dialami oleh pasien stroke adalah karena sejumlah faktor penyumbang, seperti tekanan psikologis yang lebih besar, rasa sakit, dan ketidaknyamanan, serta penurunan tingkat aktivitas fisik.Pentingnya tidur selama periode pemulihan tidak boleh diremehkan karena tidur membantu seseorang mempertahankan kesehatan fisik dan psikologisnya.

  6. Alkohol 

    4.970 orang dewasa mengambil bagian dalam studi di Universitas John Hopkins. Para peserta mengatakan kepada para ilmuwan jumlah hari ketika mereka telah meminum 4 atau lebih minuman dalam satu hari selama 3 bulan terakhir. Jawabannya digunakan untuk menghitung jumlah hari rata-rata ketika peserta meminum alkohol. Para peserta juga mengklaim bahwa mereka memiliki masalah tidur. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang minum 2 kali atau lebih dalam seminggu seringkali lebih rentan mengalami masalah tidur.

  7. Menopause

    Diketahui bahwa wanita lebih sering mengalami insomnia. Studi baru di Pennsylvania State University menunjukkan bahwa selama menopause, risiko insomnia meningkat beberapa kali. Keluhan yang paling populer adalah kesulitan jatuh tertidur dan penurunan kualitas tidur secara keseluruhan.Dari 3.302 peserta, lebih dari sepertiga mengalami insomnia. Biasanya mereka akan terbangun di saat malam hari.

  8. Sistem kekebalan tubuh lemah 

    Dr Eamonn Mallon dari Universitas Leicester menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh juga bisa menjadi alasan untuk insomnia. Ahli biologi mengatakan bahwa kesalahpahaman yang populer adalah ketika kita sakit, kita tidur lebih banyak. Namun, penelitian yang dia lakukan menunjukkan bahwa insomnia yang disebabkan oleh penyakit sangat meluas.Sistem kekebalan yang lemah dapat menyebabkan sakit yang menyebabkan gangguan tidur.

  9. Menonton TV 

    Sinetron didefinisikan sebagai “menonton beberapa episode berturut-turut dari acara televisi yang sama dilakukan beberapa bagian dari keluarga di rumah menonton secara bersama” Para penulis studi mengklaim bahwa karena acara TV biasanya menegangkan, pemirsa harus benar-benar larut dalam cerita. Akibatnya, interaksi yang intensif dengan konten TV mungkin membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama untuk tertidur. Hal ini dapat menyebabkan insomnia.

Apa yang membantu mendapatkan tidur yang lebih baik:

  1. Yoga 

    Penelitian di Group Research Institute di Seattle menunjukkan bahwa melakukan yoga selama 12 minggu dapat membantu menyingkirkan insomnia. 249 orang mengambil bagian dalam studi dengan melakukan yoga dan aerobik. Akibatnya, kualitas tidur mereka meningkat dan tingkat depresi serta stres mereka menurun. Perempuan yang mengalami menopause harus melakukan yoga karena akan membantu mereka mngurangi insomnia.

  2. Herbal 

    Gangguan tidur dapat sangat mempengaruhi kehidupan seseorang dan dikaitkan dengan serangkaian penyakit termasuk obesitas, depresi, kecemasan, dan proses peradangan. Dalam karyanya, Beberapa ahli terapi alternatif menjelaskan beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur. Beberapa contoh herbal tersebut adalah valerian, hop, chamomile, dan wort.

    Pengobatan semacam itu bagus karena lebih alami, aman, dan efektif. Untuk menghindari insomnia, disarankan juga untuk menghindari makanan dengan banyak rempah-rempah.

     

  3. Jus ceri

    Para peneliti dari Louisiana State University menemukan bahwa pengobatan dengan meminum jus ceri dua kali sehari selama 2 minggu bisa membantu meningkatkan waktu tidur hampir 90 menit di antara orang dewasa yang lebih tua dengan insomnia. Ceri adalah sumber alami melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur-bangun.  Jika Anda minum jus ceri di pagi hari dan di malam hari, Anda akan melihat bahwa masalah dengan insomnia akan hilang. Sebaliknya, tidak disarankan untuk minum minuman yang mengandung kafein.

  4. Terapi cahaya 

    Menurut Grace Dean dari Universitas di Buffalo, cahaya berperan dalam menjaga ritme sirkadian stabil. Jumlah cahaya yang besar atau kurang akan mempengaruhi siklus tidur Anda.  Itu bukan hal yang baru untuk mengobati gangguan tidur dengan cahaya, tetapi penelitian ini menguji metode yang unik. Kacamata dengan lampu built-in merupakan alternatif melakukan terapi cahaya.

  5. Meditasi 

    David Black bersama rekan-rekannya di University of Southern California melakukan uji klinis kecil di Los Angeles pada tahun 2012 dan analisis mereka termasuk dari 49 individu (rata-rata usia 66 tahun). Hasilnya menunjukkan bahwa meditasi kesadaran memainkan peran dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan insomnia. Pasien yang bermeditasi menunjukkan peningkatan kualitas tidur. Depresi mereka hilang, seperti juga kecemasan, stres, dan kelelahan mereka.

  6. Kacamata berwarna kuning

    Mengetahui bahwa individu dengan insomnia juga tidak mungkin mengubah cara mereka, peneliti dari Columbia University Medical Center menguji metode untuk mengurangi efek buruk dari paparan cahaya ambient malam, sementara masih memungkinkan penggunaan perangkat pemancar cahaya biru.Menggunakan kacamata berwarna kuning yang menghalangi cahaya biru sangat baik untuk mengurangi efek dari pencahayaan sebagai pemicu insomnia.

  7. Posisi yang tepat 

    Setiap orang memiliki posisi tidur favorit mereka, tetapi ternyata, beberapa posisi lebih baik daripada yang lain. Menurut penelitian, tidur di sisi kiri Anda bermanfaat untuk kesehatan Anda.Posisi seperti itu memfasilitasi drainase limfatik dari otak Anda, mendorong pencernaan yang tepat, dan mendukung fungsi limpa yang sehat. Jadi, cobalah tidur di sisi kiri dan lihat bagaimana perasaan Anda.

Pernahkah Anda menderita insomnia? Bagaimana cara melawannya? Ceritakan pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *