Top List

5 Hal Penting Yang Bisa Diambil Dari Film Green Book

Tidak banyak film yang mengangkat isu ras secara apik. Jika Anda mencari film seperti ini, maka Green Book wajib ada dalam list film yang harus Anda tonton. Dikemas dalam bentuk film musikal dan juga komedi, Green Book berhasil mengajak penontonnya keluar dari batas paradigma dan batasan – batasan sosial yang ada di masyarakat.

 

Berbagai isu berat seperti ras, ketimpangan sosial dan ekonomi, ataupun ketidak adilan hidup berhasil disampaikan dengan cara yang apik dan tetap meninggalkan perasaan bahagia di hati penontonnya. Film ini mengemas kritik dengan cara yang mudah dinikmati siapa saja. Tak heran jika film Green Book layak mendapatkan predikat film terbaik.

Di balik menariknya film Green Book, ada banyak hal yang bisa Anda ambil dari menonton film ini. Yaitu:

  1. Lihat Karakter Orang Dalam 3 Perkara 5 Hal penting yang bisa diambil dari film Green Book

    Film Green Book mengajarkan kita untuk tidak cepat menarik kesimpulan dan menilai orang lain tanpa mengenalnya dengan baik. Pesan ini sejalan dengan pepatah bijak yang mengatakan bahwa Anda tidak dapat menilai karakter seseorang tanpa melakukan 3 perkara bersamanya. Tiga perkara tersebut adalah memberikan amanah, berbisnis, dan melakukan perjalanan. 

    Dalam film Green Book Anda akan menemukan bahwa tokoh di dalamnya melakukan tiga hal ini bersama. Secara perlahan, Anda akan diajak untuk tidak menilai seseorang hanya dari paradigma umum atau stigma yang dilekatkan masyarakat atas identitasnya. Dari film ini, penonton seakan diajak memahami bahwa setiap manusia memiliki karakter yang bisa jadi berbeda dengan apa yang dipahami oleh masyarakat.

  2. Berjuang Melawan Paradigma 5 Hal penting yang bisa diambil dari film Green Book

    Setiap orang tidak bisa memilih terlahir dimana, sebagai apa, dan siapa orang tuanya. Namun, setiap orang memiliki hak yang sama untuk menentukan siapa dia nantinya. Hal ini dibuktikan oleh tokoh Don Shirley, seorang komponis dalam film Green Book. 

    Berlatar di Amerika sekitar era 1960-an, film ini menggambarkan bagaimana pada masa itu masyarakat kulit putih dan kulit hitam dipisahkan oleh hukum yang diterapkan oleh Jim Crow. Pemisahan ini membuat gap antara masyarakat kulit hitam dan kulit putih menjadi semakin besar. Orang – orang kulit putih selalu menganggap bahwa ras mereka adalah ras yang lebih baik dibandingkan dengan ras orang kulit hitam. Di tengah kondisi masyarakat yang seperti itu, hidup sebagai orang kulit hitam adalah sesuatu yang sulit. Paradigma umum tentang kelas sosial dan pandangan sempit para rasialis mengakar begitu kuat. Namun, Don Shirley berhasil mengubah paradigma tersebut dan berjuang untuk menjadi komponis yang luar biasa. Bahkan dalam ceritanya, ia mengadakan tur di kawasan Deep South dan juga beberapa negara bagian di selatan Amerika Serikat. Dalam tur tersebut, Don Shirley berkali – kali tampil di berbagai konser yang diadakan oleh klub dan organisasi kelas atas warga kulit putih.

  3. Tahu Prioritas Dalam Suatu Hal 5 Hal penting yang bisa diambil dari film Green Book

    Di sisi lain, tokoh Tony yang datang dari warga kulit putih terpaksa melawan gengsinya dan bekerja sebagai sopir dan penjaga Don Shirley selama tur tersebut. Pada awalnya, Tony merasa enggan bekerja sebagai bawahan untuk warga kulit hitam sepert Shirley, namun kebutuhannya akan uang membuat ia terpaksa melakukan hal tersebut dan menemani Shirley dari tur ke tur selama delapan pekan. 

    Rasa enggan yang dialami Tony ini muncul bukan tanpa alasan. Hidup di keluarga keturunan Italia dan tinggal di kalangan rasial membuat Tony memandang warga kulit hitam dengan paradigma umum yang ada di masyarakat. Namun Tony memahami bahwa saat itu, kebutuhannya akan uang adalah sebuah prioritas yang lebih besar dibandingkan dengan menjaga gengsinya dan pemahaman rasialnya.

  4. Setiap Orang Dapat Mengubah Sudut Pandang 5 Hal penting yang bisa diambil dari film Green Book

    Delapan pekan menemani Don Shirley membuat Tony perlahan – lahan mengubah paradigma yang ia miliki terkait orang kulit hitam. Dengan berbagai drama yang terjadi di antara mereka selama perjalanan tersebut, perlahan – lahan Tony dan Don Shirley malah belajar saling memahami perbedaan yang ada di antara mereka dan berhasil melenyapkan batasan ras sehingga mampu menjadi sepasang sahabat. 

    Pengemasan cerita persahabatan mereka dikemas dalam film ini dengan sangat apik. Diiringi berbagai canda, musik yang menawan, dan pengemasan yang begitu penuh makna menjadikan adegan demi adegan terasa begitu berbobot dan emosional.

     

    Perubahan pandangan Tony akan Don Shirley juga dipengaruhi oleh kegeniusan yang ditampilkan oleh Don Shirley dalam memainkan musik klasik. Selain itu, karakter Don Shirley yang memegang teguh harga diri, moralitas, dan humanis membuat Tony perlahan – lahan mengubah pandangannya akan orang kulit hitam.

  5. Lakukan Segalanya dengan Seratus Persen5 Hal penting yang bisa diambil dari film Green Book

    Salah satu hal yang paling mengena dalam cerita ini adalah saat Tony mengutip kalimat ayahnya: “Whatever you do, do it one hundred percent!” Bukan hanya dalam bekerja, tapi juga dalam tertawa, dan juga makan. Kalimat ini mengajarkan kita bahwa segala hal harus dilakukan seratus persen. Letakkan seluruh fokusmu disana, nikmati apa yang dikerjakan, dan juga momen yang ada di dalamnya.   

    Kalimat sederhana ini memiliki arti yang sangat dalam dan kuat jika diterapkan dengan sebenar – benarnya. Dengan mengerjakan segalanya seratus persen, Anda bisa mendapatkan hasil yang bahkan akan membuat Anda sendiri terkejut.

Nah, itulah lima hal penting yang bisa diambil dari film Green Book. Apakah Anda sudah menonton film Green Book? Menurut Anda, hal apakah yang paling menarik dari film ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *