Top List

Hari Osteoporosis Sedunia, Ketahui 7 Fakta Osteoporosis

Fakta osteoporosis – Hari osteoporosis sedunia jatuh pada tanggal 20 Oktober 2019. Peringatan ini tak melulu soal membuat acara seminar besar-besaran atau membuat campaign supaya semua orang tahu, kita bisa merayakan hari peringatan ini dengan mengetahui beberapa fakta dari penyakit osteoporosis. Langsung saja, yuk simak fakta-fakta osteoporosis supaya Anda bisa lebih awas dan mengenal penyakit tulang yang satu ini.

  1. Banyak Diidap Wanita – Fakta Osteoporosis yang juga dipengaruhi kadar hormon estrogen

    Tahukah Anda bahwa persentase terbesar pengidap penyakit osteoporosis jatuh pada wanita? Bahkan angka persentase pengidap penyakit ini adalah 80 persen untuk wanita. Hal ini disebabkan karena wanita memiliki jumlah tulang yang lebih sedikit dibanding jumlah tulang laki-laki.

    Selain itu, menurut National Osteoporosis Foundation pengidap osteoporosis kebanyakan wanita karena wanita mengalami menopause. Menopause membuat kadar estrogen pada tubuh wanita berkurang. Padahal, senyawa inilah yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Dalam jangka waktu lima sampai tujuh tahun sejak menopause tercatat wanita akan kehilangan 20 persen dari masa tulangnya.

  2. Tak Harus yang Tua yang Bisa Terkena – Fakta Osteoporosis juga dapat menjangkiti para pemuda atau orang dewasa berusia kurang dari 40 tahun


    Ubah mindset Anda jika Anda berpikir bahwa osteoporosis hanya bisa menyerang mereka yang sudah tua saja. Anak muda atau berapapun usianya, semuanya bisa terkena osteoporosis loh. Adapun faktor yang menentukan orang terkena penyakit ini atau tidak antara lain seperti buruknya nutrisi, penggunaan steroid berkepanjangan, patah tulang, diabetes, hormon yang tidak seimbang, dan masih banyak lagi.

    Jadi, jika Anda adalah seorang wanita dan tentunya pasti dapat mengalami menopouse suatu saat. Sebelum osteoporosis menyerang tentu ada beberapa langkah pencegahan. Misalnya dengan olahraga yang teratur, minum susu yang tinggi kalsium dan jangan lupa makan sayur serta buah-buahan hijau.

  3. Minuman Pemicu – Fakta Osteoporosis satu ini juga disebabkan pola makan dan minum

    Osteoporosis rupanya bisa dipicu oleh beberapa jenis minuman. Adapun minuman yang dinilai bisa memicu penyakit osteoporosis adalah alkohol dan kopi. Dua minuman ini diketahui bisa menurunkan pertumbuhan tulang. Jadi, jika saat ini Anda banyak mengkonsumsi dua minuman ini maka segera kurangi saja, ya.

  4. Mereka yang Beruban di Usia Muda – Fakta Osteoporosis yang ternyata dapat diketahui melalui gejala fisik seseorang

    Hari Osteoporosis Sedunia, Ketahui 7 Fakta Osteoporosis
    Mulai sekarang Anda juga harus tahu bahwa orang yang masih muda tetapi sudah beruban memiliki potensi lebih besar terkena osteoporosis. Penelitian yang menyimpulkan hal ini dilakukan oleh tim asal Universitas Boston.

    Pada penelitian ini, sebanyak lima puluh persen responden yang berusia 40 tahun tetapi sudah beruban memiliki kondisi penipisan tulang yang lebih cepat. Tentunya, pigmen rambut dan tulang memang sama-sama membutuhkan nutrisi yang cukup agar tetap terjaga. Jadi, pastikan untuk mengkonsumsi makanan sehat terutama jika Anda adalah seseorang yang masih muda tetapi mulai beruban.

  5. Dideteksi dengan Sinar X – Fakta Osteoporosis yang bisa diketahui dengan metode tertentu

    Sinar X atau X ray adalah instrumen medis yang biasa digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya pengeroposan pada tulang atau osteoporosis. Alat ini akan memberi hasil scan berupa proporsi mineral pada tulang Anda. Kebanyakan, dokter hanya akan melakukan scan pada bagian tulang belakang dan pinggul saja untuk mendeteksi osteoporosis.

    Jika Anda menyadari mulai ada gejala osteoporosis yang melanda, maka Anda dapat melakukan serangkaian tes untuk memastikan apakah Anda benar-benar terkena penyakit tersebut. Sebaiknya segera lakukan pengobatan dan prosedur medis lainnya sebelum kondisinya semakin buruk.

  6. Negara Besar Memiliki Banyak Penduduk dengan Osteoporosis – Fakta Osteoporosis berikut ini dipengaruhi gaya hidup, karena itu negara besar lebih dominan

    Hari Osteoporosis Sedunia, Ketahui 7 Fakta Osteoporosis
    Penelitian yang dilakukan oleh National Osteoporosis Foundation menyimpulkan bahwa negara-negara besar, termasuk Amerika sendiri warganya lebih banyak yang terkena osteoporosis dibanding negara yang kurang besar atau negara berkembang. Hal ini tentunya banyak dipengaruhi oleh gaya hidup.

    Rata-rata orang yang hidup di negara besar akan cenderung bekerja di kantor dengan 8 jam kerja. Mereka duduk atau melakukan pekerjaan yang minim gerakan dalam waktu lama. Tidak jarang banyak yang mengkonsumsi alkohol atau kopi untuk membuat terjaga atau melampiaskan rasa stres akibat deadline. Pola gaya hidup yang seperti inilah yang membuat Anda mungkin dapat terancam masalah yang berat seperti halnya osteoporosis.

  7. Tipe Pengobatan – Fakta Osteoporosis ini dapat diobati dengan beberapa cara tertentu

    Apakah Anda juga penasaran bagaimana pengobatan yang dijalani mereka yang menderita osteoporosis? Tenang saja, jawabannya akan segera Anda dapatkan. Pasien yang sudah di diagnosa mengidap osteoporosis akan diberikan obat untuk mencegah potensi patah tulang hingga sepuluh tahun kedepannya.

    Ya, pengobatannya tidak ditujukan langsung pada tulang yang keropos, melainkan untuk menghindari resiko adanya patah tulang hingga sepuluh tahun ke depan. Karena apabila tulang sudah mengalami pengeroposan, maka tentu ada kemungkinan lebih besar untuk patah suatu saat. Dan jika sudah patah maka orang dengan osteoporosis akan kesulitan menyambungkan kembali tulang patah tersebut. Tentunya, hal ini cukup mengkhawatirkan bagi pasien orteoporosis.

Baca juga:

Peringati hari osteoporosis sedunia pada 20 Oktober 2019 dengan memberikan fakta-fakta ini ke teman atau keluarga Anda. Semakin banyak yang tahu, maka akan semakin kecil pula angka pengidap osteoporosis. Anda sendiri juga bisa mengingat apa yang harus Anda hindari supaya terhindar dari penyakit tulang ini. So, make your day better with a good diet and embrace someone near you that have this disease.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *