in

Kenali Prospek dan 5 Hal Penting Dalam Budidaya Ulat Sagu

Produksi Ulat Sagu Secara Alami Dalam Budidaya Ulat Sagu

budidaya ulat sagu – Ulat jadi satu diantara banyak hewan yang banyak membuat orang geli sekaligus takut karena bisa membuat efek gatal pada kita. Namun berbeda dengan ulat sagu yang memiliki warna putih dan berbadan gemuk, berbeda dengan ulat pada umumnya. Siapa sangka, jika ulat sagu ini pun menjadi santapan favorit, terutama bagi masyarakat Papua di pesisir pantai. Bahkan kegiatan mengonsumsi ulat sagu telah ada sejak pra sejarah.

Di saat sekarang pun ulat sagu telah dibudidayakan sebagai bentuk salah satu usaha yang menjanjikan. Dan berikut prospek serta hal-hal yang bisa anda perhatikan atau ketahui ketika akan mulai budidaya ulat sagu.

Prospek dalam budidaya ulat sagu bisa dikatakan baik, dimana ulat sagu pun merupakan pangan bagi unggas, dan juga dapat dikonsumsi karena ulat sagu mengandung berbaga asam animo esensial yang tinggi dan baik untuk pakan ternak. Pada masyarakat Desa Sentra pengolahan sagu di Papu dan juga Maluku, mereka telah biasa mengonsumsi ulat sagu dan tak ada efek samping seperti alergi atau keracunan.

Potensi Produksi Dalam Budidaya Ulat Sagu

1. Potensi Produksi Dalam Budidaya Ulat Sagu

Ulat sagu yang tentunya tumbuh di poton sagu ini akan berpotensi anda budidayakan di lahan yang luas, dengan karakteristik biofisik yang tentunya sama. Ada pula wilayah-wilayah yang bisa mulai anda perhatikan ketika ingin budidya ulat sagu, dimana habitat asli akan semakin baik dalam proses pengembangbiakan atau budidaya ini. Seperti area perkebunan sagu di Maluku yang bisa mencapai 31.360 ha, dimana perkebunan tersebut tersebar di berbagai wilayah. Dimulai dari Kabupaten Seram Bagian Timur seluas 9.250 ha, Maluku Tengah 6.425 ha, Buru seluas 5.457 ha, Maluku Tenggara Barat seluas 245 ha. Ada pula Kepulauan Aru yang memiliki luas ebun 1.318 ha, kota Ambon seluas 225 ha. Anda pun akan menemukan jenis-jenis tanah hidraquent, fluvaquents dan tropaquents di wilayah-wilayah tersebut.

Jika harus melihat budidaya ulat sagu secara agroekologis, anda bisa menyesuaikan tanaman sagu yang berpotensi untuk tanaman pangan lahan basah serta hortikultura, yang pada akhirnya akan membuat lahan beralih fungsi menjadi persawahan ataupun pemukiman.

2. Potensi Panen Pada Budidaya Ulat Sagu

Dalam budidaya ulat sagu, tak hanya akan mendapatkan ulat saja tapi anda juga mendapatkan tanaman sagu. dimana tanaman ini akan bisa dipanen saat menjelang pembentukan primordia bunga, atau dengan kata lain ketika kuncup bunga telah muncul tetapi belum pada kondisi mekar. Di waktu tersebut daun terakhir akan keluar dan memiliki jarak yang berbeda, dengan bentuk yang lebih tegak dan ukuran kecil. Ciri lainnya dari anda bisa memanen sagu adalah ketika pucuk agak menggelembung, duri yang aa makin berkurangdan pelepah daun menjadi licin dan bersih. Biasanya petani-petani sagu ini bisa menemukan umur panen secara tepat sehingga dapat menghasilkan sagu dengan maksimal.

Dalam periode budidaya ulat sagu terutama pohon sagunya sendiri, anda bisa melakukan penebangan pada pohon yang telah masak pada satu blok yang akan berlangsung 2-3 tahun. Jika anda melihat penebangan dari sifat fisik maka hal itu akan memerlukan waktu yang lebih lama, yakni sekitar 6-7 tahun.

Produksi Ulat Sagu Secara Alami Dalam Budidaya Ulat Sagu

3. Produksi Ulat Sagu Secara Alami Dalam Budidaya Ulat Sagu

Ketika anda memanen pohon sagu yang masak, maka akan mendapatkan ulat sagu secara alami sebagai limbahnya. Anda akan mendapatkan ulat sagu pada bagian batang hingga pucuk. Pada budidaya ulat sagu secara alami ini, anda bisa melakukannya dengan mencari limbah pucuk atau batang sagu yang telah berumur 30-40 hari setelah ditebang. Bagaimana cara mengetahui di sana ada ulat sagu? Anda bisa melakukannya dengan mengamati lewat pendengaran, bila terdengar suara seperti benda bergerak itu menandakan ada ulat sagu di daam gelondongan pohon sagu yang telah ditebang. Untuk memanennya, anda bisa membelah batang dan biasanya ulat sagu akan berada pada alur makanannya.

Budidaya ulat sagu yang dilakukan secara alami ini bisa dilakukan hanya satu kali pada setiap gelondong limbah pohon sagu, hal ini  disebabkan media tumbuh ulat rusak ketika memanen ulat sagu. Rata-rata anda pun akan membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam dalam memanen ulat sagu dari gelondongan batang sagu, dengan rata-rata hasil panen seberat 300-400 gram. Maka tak heran jika para petani sagu di Maluku akan memiliki 100 sampai 200 pohon sagu per hektarnya. Jumlah ulat sagu yang akan anda panen pun akan beragam tergantung paa gelondongan limbah pohon sagu, misalnya saja lama waktu pembusukan, volume batang hingga jumlah kumbang betina yang meletakkan telur pada gelondong.

4. Produksi Ulat Sagu  Melalui Budidaya Ulat Sagu

Pada budidaya ulat sagu, anda bisa melakukannya berdasarkan teknologi daur hidup kumbang merah kelapa, dimana kumbang akan terbang pada siang hari dan pada waktu tersebut kumbang akan tertarik pada batang sagu dan tebu yang telah ditebang agar membusuk. Ketika bertelur, kumbang betina pun akan membuat lubang pada bagian batang sebanyak 400 sampai 500 telur.

Budiaya ulat sagu pun akan berlangsung sekitar 39-45 hari, dan hasil panen sagu melalui budidaya secara alami akan lebih banyak, karena ulat sagu tidak akan berubah bentuk menjadi kumbang. Rata-rata hasil panen pun bisa mencapai bobot 3,27 gram per ekor dengan panjang 3,30 cm. Menurut para petani sagu tak ada musim khusus untuk kumbang merah menaruh telur, jumlah kumbang akan meningkat seiring banyaknya limbah pengolahan sagu.

Prospek Pemanfaatan Ulat Sagu Pada Budidaya Ulat Sagu

5. Prospek Pemanfaatan Ulat Sagu Pada Budidaya Ulat Sagu

Prospek dalam budidaya ulat sagu bisa dikatakan baik, dimana ulat sagu pun merupakan pangan bagi unggas, dan juga dapat dikonsumsi karena ulat sagu mengandung berbaga asam animo esensial yang tinggi dan baik untuk pakan ternak. Pada masyarakat Desa Sentra pengolahan sagu di Papu dan juga Maluku, mereka telah biasa mengonsumsi ulat sagu dan tak ada efek samping seperti alergi atau keracunan. Meski belum ada penelitian yang pasti tentang ulat sagu ini, tapi prospek sebagai asupan protein pakan sangatlah memungkinkan bagi ulat sagu ini.

Baca juga:

Itu tadi prospek dan juga beberapa hal yang perlu anda ketahui dalam budidaya ulat sagu, yang mungkin masih terasa asing bagi anda tapi memang telah dilakukan masyarakat Maluku dan Papua sejak nenek moyang.

Written by monroe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Manfaat Labu Kuning Untuk Asam Lambung

Kenali Manfaat Labu Kuning Untuk Asam Lambung dan 7 Kebaikan Lainnya

Menjaga Kekebalan atau Imunitas Tubuh - Manfaat Jagung Manis Untuk Ibu Hamil

Ini Dia 7 Manfaat Jagung Manis Untuk Ibu Hamil, Salah Satunya Mencegah Cacat Lahir