Top List

Yuk Intip 7 Hal Penting Pembuatan Film G 30S/PKI

Sejarah merupakan hal utama yang selalu ada pada setiap negara. Banyaknya sejarah menentukan betapa besarnya negara tersebut dalam setiap usahanya. Negara-negara dengan sejarah yang besar akan memberikan banyak pemahaman dan pengalaman pada setiap negaranya. Sehingga setiap negaranya tumbuh dan menjadi negara yang semakin baik dan berkembang setiap saat. Negara yang suka mempertahankan setiap cerita sejarahnya berarti negara yang sangat mencintai setiap perjuangan bangsanya untuk mengingat perjuangan para pahlawannya.

Indonesia memiliki sejarah yang luar biasa banyak, perjuangan rakyat Indonesia untuk merdeka dari para penjajahan negara lain hingga penjajahan dari negaranya sendiri. Indonesia menyimpan banyak cerita kelam yang sampai sekarang masih menjadi misteri dan hanya kenangan masa lalu yang tidak bisa dibuktikan segala kebenaran atau segala kebohongan yang dibuatnya. Anda sebagai masyarakat yang besar di negara dengan sumber daya alam terkaya di dunianya ini patutlah untuk bersyukur.

Salah satu sejarah yang tak bisa dilupakan begitu saja oleh kalangan muda atau tua pasti selalu penasaran dengan salah satu sejarah Indonesia yang paling kelam ini, G 30S/PKI. Kejadian ini merupakan suatu kejadian berdarah yang sampai sekarang masih dipertanyakan ceritanya. Entah itu pelaku, korban, hingga antek-anteknya semuanya selalu menjadi pertanyaan yang selalu datang dan membuat siapapun bingung dengan kebenarannya.

Beberapa faktanya membuat siapa saja selalu penasaraan dengan kisah pemberantasan anggota Komunis yang ada di Indonesia ini. Hingga akhirnya pada jaman orde baru kejadian ini diperingati setiap tanggal 30 September dengan menonton film sejarahnya yaitu “penumpasan pengkhianatan G 30S/PKI” .  Semua kalangan seperti siswa, guru, penduduk sipil, orang-orang kantoran, dan semua kalangan di Indonesia wajib menonton. Sayangnya pada tahun 2002 filmnya dilarang untuk tayang. Namun kali ini sejarah seakan ingin menjelaskan setiap bagian ceritanya, jadilah film G 30S/PKI ini kembali ditayangkan.

Ada 7 Hal penting dalam pembuatan film  G30S/PKI ini, yaitu:

  1. Wajib Menonton

    film  G30S/PKI
    Setiap masyarakat Indonesia pada jaman itu diharuskan menonton, tujuannya untuk tetap mengingat sejarah kelam Indonesia. Filmnya diputar di bioskop saja pada awalnya , namun akhirnya ditayangkan di stasiun TVRI setiap tgl 30 September pada jam 10.00 pagi. Ada banyak sekali penontonnya, pada survei tahun 2002 sebanyak 97% orang.

  2. Dibuat Oleh Mantan Presiden Indonesia Soeharto

    film  G30S/PKI
    Pembuatan film ini oleh sutradara Arifin C Noer, namun banyak yang mengatakan bahwa pembuatannya ini berada dalam awasan mantan presiden Soeharto. Film ini sempat diberhentikan penayangannya pada tahun 1998 di era reformasi, banyak yang menyangkal kebenaran sejarah dalam film tersebut dan merasa kurangnya fakta kejadiannya.

  3. Rekayasa Orde Baru

    film  G30S/PKI
    Fim G 30S/PKI ini diproduseri oleh mantan menteri pendidikan pada jaman orde baru yaitu Nugroho Notosusanto. Arifin C noer sebagai sutradara film ini mengatakan bahwa kisahnya dibuat oleh menteri pendidikan tersebut, dan juga investigator Ismail Saleh. Sutradara satu ini mengumpulkan semua kisah yang ada untuk dijadikan sebuah film. Saat penayangannya berhasil masuk ke berbagai nominasi penghargaan film di Indonesia, meskipun hanya bisa memenangkan skenario terbaik oleh sang sutradara. Namun pada 1985 berhasil mendapatkan penghargaan sebagai film dengan penonton terbanyak dan rekornya ini dipertahankan sampai tahun 1995.

  4. Fokus ke Soeharto & Bahaya Komunis

    film  G30S/PKI

    Film ini menayangkan kejadian ketika Soeharto menjadi Pangkopkamtib, dan terus menayangkan tentang para penumpas PKI. Sebelum resmi dirilis, ditayangkan dulu ke presiden Soeharto dan para penumpas-penumpas PKI lainnya. Film itu memberikan peringatan kepada rakyatnya untuk menjauhi Komunis. Dikatakan bahwa setelah penayangannya, para penontonnya dilarang mendiskusikan isi film bahkan dalam ruang kelas belajar sekalipun.

  5. Banyak Kekerasan dan Darah

    film  G30S/PKI

    Ada banyak adegan keji yang diperlihatkan, sehingga membuat film ini menjadi sejarah menakutkan yang seharusnya tak ada di Negara Indonesia. Kejadian seperti halnya saat penembakan Jenderal Ahmad Yani oleh pasukan Tjakrabirawa, penyiksaan terhadap 4 pahlawan revolusi yang sudah ditangkap hidup-hidup, dari adegan berdarah, sampai adegan penyiletan yang menakutan.

  6. Bukan Fakta Sejarah

    Film ini banyak dikritik oleh para sejarahwan, pasalnya ini karena ada banyak ceritanya yang dianggap mencemarkan nama baik sebagian pihak. Dikatakan bahwa ada banyak cerita kebohongan yang dibuat dan tidak pas ketika disamakan dengan keadaan faktanya.

  7. Tidak Semangat Reformasi

    film  G30S/PKI

    4 bulan setelah Pak Soeharto tidak menjabat menjadi presiden, penayangan film ini diberhentikan. Yunus Yosfiah memberhentikan banyak tayangan yang dianggap tidak memberikan semangat reformasi kearah yang maju. Itu sebabnya TVRI diminta untuk memberhentikan tayangan tersebut untuk seluruh rakyat Indonesianya.

7 hal penting diatas itu adalah beberapa hal yang harus diingat disaat akan menonton film G 30S/PKI. Dikatakan isi ceritanya mengundang banyak kontroversi, namun mengingatkan kita bahwa Indonesia pernah melalui kejadian kejam ini. Kebenaran yang coba diungkapkan dalam film ternyata malah membuat banyak orang kian bertanya-tanya kebenarannya.

Seperti salah satu kalimat yang dikatakan oleh Sir Winston Churcil “The Truth is incontrovertible, malice may attack it and ignorance may deride it, but in the end, there it is.” Artinya kebenaran tidak dapat dibantah, kejahatan dapat menyerangnya, ketidaktahuan dapat mencemoohnya, tapi, pada akhirnya itu ada. Semakin banyak kebenaran yang coba untuk diungkapkan. Pasti ada cerita lain yang coba untuk disampaikan dibandingkan dengan kebenaran itu sendiri yang ingin disampaikan seseorangnya, sama seperti kisah dalam film pengkhianatan G 30S/PKI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *