Top List

7 Kalimat yang Menyebabkan Perceraian dalam Rumah Tangga

kalimat yang menyebabkan perceraian

Kalimat yang menyebabkan perceraian – sudah jadi pengetahuan umum kalau mulutmu adalah harimaumu. Dengan mulut yang dimiliki, kalian bisa membuat diriĀ  jadi terancam, hubungan jadi berakhir, dan cita-cita jadi hancur. Karena itu, anjuran untuk menjaga lisan adalah sesuatu yang nggak terbantahkan dan terus menurus dilakukan.

Ya menjaga mulut adalah sesuatu yang perlu dilakukan, apalagi kalau tujuannya untuk menjaga hubungan sakral seperti suami istri.

Menjaga mulut bagi seorang suami adalah perkara wajib. Pun dengan istri. Maka dari itu, sebagai seorang suami dan istri, menjaga perasaan dengan lisan adalah sesuatu yang wajib untuk dilakukan. Sebab jika itu nggak dilakukan, jangan harap hubungan kalian bakal baik-baik saja.

Loh, emang dengan omongan doang hubungan suami istri bisa hancur? Tentu saja. Kan lisan itu tajam, lukanya bukan lagi fisik, tapi hati dan perasaan. Dan kalau sudah begini, jangan berharap lebih, deh.

Nah, buat kalian yang penasaran dan pengen tahu kalimat mana aja yang menyebabkan perceraian, kalian baiknya baca artikel ini sampai selesai. Sebab pada artikel ini gue bakal ngejelasin kalimat mana aja yang perlu dihindari untuk mencegah perceraian.

1. “Ngapain pulang? Sana, kerja aja terus, meeting terus, nggak perlu balik ke rumah!” – Kalimat yang menyebabkan perceraian ini banyak dialami pasangan muda yang haus kasih sayang

Sudah bukan rahasia lagi kalau pasangan muda emang lebih sering berantem, apalagi kalau urusannya melibatkan kasih sayang dan perhatian. Tapi inget, jangan sampai kalian nyatain kalimat di atas. Karena kalimat ini adalah yang dilarang disebutkan, apalagi para suami baru pulang dari pekerjaan.

Kecemburuan dan kekhawatiran kalian mungkin beralasan, tapi nggak pernah dibenarkan menyampaikan kalimat ini, apalagi kalau landasannya kecemburuan dan kekhawatiran.

2. “Tumben balik, bang?” – Kalimat yang menyebabkan perceraian ini emang simple, tapi nyelekit banget

Sama kaya di atas, kalimat ini biasanya dilontarkan saat sang suami baru pulang ke rumah setelah sekian lama nggak pulang. Sederhananya sih, si istri tujuannya ngritik dan mempermasalahkan kepulangan suaminya yang terlanjur nggak diinginkan.

Tapi di luar daripada itu, mempersilakan suami pulang setelah sekian lama di luar rumah adalah sesuatu yang lebih diutamakan.

Iya sih, rasa kesal dan marah bakal muncul kalau tahu suami nggak pulang-pulang. Apalagi kalau hubungan kalian masih baru dan anget-angetnya. Kayaknya, momen saat suami nggak pulang adalah momen yang paling mengesalkan sepanjang menjalani hubungan suami istri. Tapi biar begitu, menjaga perasaan pasangan emang harus dilakukan, dan menghindari kalimat ini adalah salah satu diantaranya.

3. “Tidur di luar aja sana!” – Kalimat yang menyebabkan perceraian ini kadang terlontar saat kalian sedang marah

Bukan rahasia lagi kalau pas marah seseorang bakal nggak bisa jaga lisannya. Dan kalimat ini adalah salah satu yang mungkin keluar pas itu. Tapi perlu kalian ingat, semarah-marahnya kalian, sesedihnya kalian dengan pasangan, jangan sampai kalimat ini keluar dari mulut kalian. Sebab bagaimana pun juga, kalimat ini sangat melambangkan kalau kalian udah “nggak mau nerima pasangan kalian lagi”.

Nah, maka dari itu, jangan pernah sekali-kali mengucapkan kalimat ini pada pasangan. Apapun alasannya, kalimat ini adalah sesuatu yang sangat diharamkan muncul pada rumah tangga seseorang.

4. “Kok uang bulanannya cuman segini, bang. Sisanya kemana aja, kamu apain?” – Kalimat yang menyebabkan perceraian ini bakal jadi momok menakutkan bagi setiap pasangan

Sudah jadi sesuatu yang umum kalau uang bisa membuat pasangan pisah. Uang yang tidak sesuai kebutuhan menjadi hal yang patut dihindari. Entah karena ketidakmampuan dalam bekerja atau alasan lain yang menyangkutnya, tetap saja, uang harus dipenuhi dalam rumah tangga. Nggak ada kecuali. Persoalan ini wajib dan harus dilakukan.

Dengan uang, pasangan bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan uang pula, pasangan bila melakukan hal yang diinginkan.

Iya, sih, hidup memang bukan soal uang. Tapi ingat, hidup itu butuh uang. Kita hidup bukan di hutan, atau zaman pra sejarah. Semuanya butuh uang untuk hidup, untuk berkembang. Karenanya, uang adalah kebutuhan.

Tapi biar begitu, jangan mempermasalahkan uang tanpa pikir panjang. Ingat perasaan pasangan. Ingat betapa capeknya doi bekerja buat cukupin kebutuhan. Jika memang penasaran, tanyalah dengan pertanyaan yang baik, yang santun. Tanyalah dengan pertanyaan yang nggak menyinggung, niscaya hubungan suami istri kalian akan tetap langgeng.

5. “Dek, kok sekarang kamu nggak kaya dulu lagi?” – Kalimat yang menyebabkan perceraian ini awalnya biasa, tapi lama-lama buntutnya panjang loh

Eits… kalau udah muncul kalimat ini sih kalimat bakal tahu jawabannya, iya kan? Ya, pas pertama kali muncul, pasangan bakal nanggepin dengan santai. Paling banter bakal nanya balik, soal maksud sesungguhnya dari pertanyaan ini. Dan kalau sudah tahu maksud sebenarnya, kalian pasti sadar, pasti tahu kalau akhir dari pertanyaan ini adalah pertengkaran.

6. “Dek, kok masakan mba Marni lebih enak dari punya kamu, ya?” – Kalimat yang menyebabkan perceraian ini umum terjadi di Indonesia

Membanding-bandingkan pasangan adalah sesuatu yang salah. Kalian nggak boleh membanding-bandingkan pasangan dengan alasan apapun: termasuk di dalamnya soal masakan, penampilan, atau bahkan urusan yang lebih intim.

Iya, tujuan kalian nyampein kalian ini adalah karena adanya ketidakpuasan. Iya kan? But, ayolah. Masa karena nggak puas doang kalian bikin hubungan di ujung tanduk. Ayolah, dewasa!

7. “Dek, aku pamit bentar, ya. Mba Marni minta diteminin. Katanya takut tidur sendirian.” – Kalimat yang menyebabkan perceraian ini mutlak dan absolute.

Nggak ada hal yang lebih mutlak menyebabkan perceraian selain izinnya kalian untuk menemani orang lain. Serius. Saat kalian nyatain kalimat ini, satu hal yang pasti terjadi adalah pertengkaran besar. Dan ujung yang kemungkinan besarnya terjadi adalah: hubungan kalian the end.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *