Top List

Kebiasaan Sepele Penyebab Usus Buntu yang Mesti Diwaspadai

Penyebab usus buntu – Gejala usus buntu biasanya ditandai dengan nyeri perut yang bergerak dari bagian atas pusar dan turun ke sisi kanan bawah perut. Biasanya, gejala ini juga dibarengi dengan perasaan mual, muntah – muntah, demam ringan, pembengkakan perut sehingga perut terlihat membesar, hingga nyeri saat perut disentuh.

Jika Anda mengalami gejala yang mirip seperti gejala tersebut, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter dengan segera. Jika Anda benar – benar mengalami usus buntu, maka penanganan bisa langsung dilakukan sebelum gejalanya semakin parah. Semakin cepat Anda melakukan pemeriksaan, maka akan semakin mudah pula tindakan penyembuhan yang perlu dilakukan.

Radang usus buntu umum terjadi karena adanya infeksi atau penyumbatan pada saluran pencernaan. Dalam beberapa kasus, hal ini bahkan bisa terjadi karena hal yang sangat sederhana atau sepele. Meski begitu, efeknya bisa menjadi besar. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan sepele yang bisa menjadi penyebab terjadinya usus buntu:

Penyebab usus buntu

1. Menahan Kentut Merupakan Penyebab Usus Buntu

Bagi banyak orang, kentut di tempat umum adalah sikap yang tidak sopan. Karena itu, banyak orang yang akhirnya menahan kentut. Bahkan dalam waktu yang terbilang lama. Padahal, menahan kentut bukanlah kebiasaan yang baik jika dilihat dari segi kesehatan.

Menahan kentut membuat gas yang ada di saluran pencernaan yang harusnya keluar jadi tertahan. Jika sering dilakukan, gas yang tertahan ini dapat membuat dinding usus menjadi tipis. Dengan begitu, resiko peradangan usus juga jadi lebih tinggi.

Sebagai antisipasi, akan lebih baik jika Anda tidak menahan kentut terlalu lama. Jika ada keinginan untuk kentut, tidak ada salahnya untuk langsung mengeluarkan kentut tersebut.

2. Usus Buntu Bisa Disebabkan Oleh Makanan Yang Dibakar

Menikmati makanan yang diolah dengan cara dibakar memang menyenangkan. Rasa makanan yang dibakar seperti ayam bakar atau ikan bakar menjadi lebih nikmat dibanding dengan makanan yang diolah dengan cara digoreng.

Hanya saja, proses pembakaran biasanya menggunakan arang dan membuat beberapa bagian yang dibakar jadi menghitam seperti arang. Sayangnya, makanan yang menghitam ini justru tidak aman untuk dikonsumsi karena mengandung zat karsinogen. Selain bisa memicu kanker, zat ini juga bisa menimbulkan gejala usus buntu.

3. Sering Makan Gorengan Bisa Jadi Penyebab Usus Buntu

Sering Makan Gorengan

Siapa yang tidak suka dengan gorengan? Makanan satu ini cenderung mudah ditemukan di mana saja. Sayangnya, gorengan juga memiliki kandungan zat karsinogen. Mengkonsumsi gorengan terlalu sering bisa membuat resiko terkena usus buntu jadi lebih besar.

Sebagai alternative, Anda bisa mencoba mengkonsumsi makanan yang lebih sehat. Misalnya makanan yang diproses dengan cara direbus atau dikukus.

4. Mengonsumsi Daging Kalengan Bisa Jadi Penyebab Usus Buntu

Ada berbagai macam daging instan yang sekarang bisa Anda temukan dengan mudah di supermarket. Sayangnya, meskipun mudah dibuat dan dikonsumsi, daging instan ini bukan pilihan yang tepat untuk Anda konsumsi dalam waktu yang sering.

Daging instan juga diduga memiliki kandungan zat karsinogen sehingga memicu terjadinya radang usus buntu.

5. Jajan Sembarangan Adalah Penyebab Usus Buntu

Jajan Sembarangan Adalah Penyebab Usus Buntu

Mengkonsumsi makanan yang tidak Anda ketahui secara pasti bahan – bahan pembuatnya adalah pilihan yang buruk. Bisa saja, makanan yang Anda konsumsi secara sembarangan dibuat dari bahan yang tidak sehat bahkan tidak aman.

Gejala usus buntu juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Yang paling umum adalah bakteri dari jenis Salmonella dan E. coli. Bakteri jenis ini biasa ada di makanan – makanan yang kurang higienis. Karena itu, untuk mencegah terjadinya gejala usus buntu, akan lebih baik jika Anda juga membatasi bahkan menghindari kebiasaan jajan sembarangan.

Jika usus buntu sudah terjadi, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi untuk mengjilangkan usus buntu. Operasi ini perlu dilakukan secepat mungkin agar kemungkinan usus buntu pecah bisa dihindari.

Proses operasi usus buntu dilakukan dengan salah satu dari dua metode. Yaitu metode operasi laparoskopi dan laparotomy. Pada operasi laparoskopi, dokter akan membuat beberapa sayatan kecil untuk menghapus usus buntu. Biasanya, komplikasi yang terjadi akan lebih sedikit dan pemulihan juga lebih cepat. Sedangkan operasi laparotomy dilakukan dengan membuat satu sayatan tunggal di daerah kanan bawah perut.

Setelah operasi selesai dilakukan, Anda perlu beristirahat dan membatasi aktivitas selama 3 hingga 5 hari jika operasi yang dilakukan adalah operasi laparoskopi. Sedangkan jika menggunakan metode operasi laparotomy, maka istirahat perlu dilakukan setidaknya selama 10 hingga 14 hari.

Selain dengan menggunakan metode operasi, gejala usus buntu juka bisa dilakukan dengan beberapa cara. Yaitu mengonsumsi antibiotic, mengonsumsi jahe, mengonsumsi bawang putih, dan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat. Akan tetapi, cara – cara ini hanya bisa dilakukan jika kondisi gejala usus buntu yang dialami belum terlalu parah.

Baca juga :

Nah, itulah beberapa hal terkait usus buntu yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui penyebab usus buntu, Anda bisa lebih berhati – hati terhadap tubuh Anda dan orang yang Anda sayangi. Jangan sampai, Anda atau keluarga mengalami penyakit yang membebani sebelum usus buntu.

Karena itu, menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan dan pola hidup menjadi penting. Anda bisa menghindari gejala usus buntu dengan memperbanyak makan sayur dan rutin melakukan olah raga. Dan jika terjadi sesuatu yang menurut Anda tidak nyaman, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *