Top List

Salah Masuk Tol? Cari Pintu Tol Terdekat dengan 7 Cara ini

Pintu tol terdekat – mengendarai kendaraan membutuhkan konsentrasi yang ekstra. Kalian tidak boleh sembarang, ceroboh atau hilang fokus saat mengendarai kendaraan di jalan raya. Pengendara yang hilang fokus akan mengakibatkan kecelakaan.

Lebih dari itu. Beberapa juga bisa berakibat fatal, bahkan bisa menghilangkan nyawa korban.

Dalam istilah berkendara, ada yang dinamakan dengan jalan tol. Ini adalah jalan bebas hambatan. Di jalan ini kalian akan berkendara dengan mudah, nyaman, dan tidak dihadapkan dengan kemungkinan kemacetan seperti lampu merah, perempatan atau lainnya.

Kendati demikian, jalan tol juga tidak terlepas dari kemacetan. Kemacetan yang terjadi di jalan tol biasanya diakibatkan oleh kecelakaan dan sebagainya.

Nah, terkait dengan jalan tol, ada hal yang menarik yang harus kalian ketahui.

Di Jakarta, jalan tol dengan jalan raya berdampingan. Keduanya hanya dibatasi oleh besi pemagar. Pintu tol yang ada juga satu tempat dengan jalan raya. Bedanya hanya di ruas jalan. Masalahnya, letak pintu tol tidaklah sama, bisa di kanan atau kiri. Ini yang kemudian harus menjadi perhatian. Jangan sampai kalian salah masuk tol.

Lalu bagaimana jika kita salah masuk tol? Nah, di bawah ini akan kita bahas bagaimana bila kondisi tersebut terjadi.

1. Jangan putar balik. Tetap masuk dan cari pintu tol terdekat untuk keluar

Salah satu cara agar kalian tetap selamat dan tidak mengganggu kendaraan lain adalah dengan tetap masuk tol dan keluar di pintu selanjutnya.

Hanya saja, cara ini menuntut kalian untuk selalu sedia kartu tol. Jika tidak, cara ini tidak bisa dilakukan. Kecuali kalau pintu tol yang berlaku masih menggunakan cash.

Tapi, agaknya, di Jakarta sekarang pintu tol yang masih menggunakan cash sudah sangat sedikit, ya. Atau bahkan bisa dibilang tidak ada.

2. Berhenti. Nyalakan lampu hazard lalu mundur – pintu tol terdekat

Jika kalian tidak membawa kartu tol, kalian bisa menghentikan laju kendaraan dan langsung menyalakan lampu hazard dan mundur. Mungkin agak beresiko, tapi ini boleh kalian lakukan dengan catatan: kalian tidak membawa kartu tol.

Oh ya, cara ini bisa kalian lakukan kalau membawa penumpang dan menyuruhnya turun.

Ya mungkin agak kasar sih. Tapi ini jadi cara terbaik untuk menghindari tabrakan. Kalian bisa menyuruhnya turun untuk memberi tanda bahwa mobil kalian mundur. Ya, sederhananya, mereka jadi tukang parkir untuk sementara waktu.

3. Pintu kartu tol dan keluar lewat pintu tol terdekat

Kalau memang tidak dimungkinkan mundur, kalian bisa pinjam kartu tol mobil yang ada di belakang kalian. Ini bisa jadi alternatif cara kalau jalan di belakang sudah penuh.

Setelahnya, kalian tinggal membayar biaya tol lewat cash ke mobil yang kalian pinjami tadi.

Mungkin terdengar mudah. Tapi cara ini bisa menguras mental kalian loh. Masalahnya, tidak semua orang mudah buat dipinjami. Ada saja yang berasalan saldo cekak dan sebagainya. Jadi, pintar-pintar merayu dan beradu mental aja.

4. Turun dan biarkan polisi yang mengatur kalian mundur – pintu tol terdekat

Ini jadi cara yang bisa kalian pilih kalau di situ ada polisi yang sedang berjaga atau mengatur lalu lintas. Jika demikian, kalian bisa turun dan meminta tolong untuk mundur.

Ya, mungkin agak susah. Kalian juga bisa terkena tilang. Tapi itu terjadi kalau kalian bertemu dengan polisi yang rese.

Tapi kalau memang jalanan sudah ramai, agaknya kalian gunakan cara lain saja. Sebab pada kondisi seperti itu, polisi kemungkinan besar tidak akan membantu kalian.

5. Jalanlah agak pelan dan lihat marka – pintu tol terdekat

Saat kalian sudah salah masuk tol dan melaju di dalamnya, pastikan kalian selalu perhatikan marka jalan. Jangan sampai tidak. Marka jalan akan menuntun kalian sampai ke pintu keluar berikutnya.

Tapi perlu digarisbawahi, saat kalian berkendara di tol, pastikan untuk tidak berjalan terlalu pelan.

Berjalan terlalu pelan akan membuat kalian diklakson oleh mobil di belakang. Wajar, mengingat tol sendiri diisi oleh mobil dengan kecepatan tinggi. Rerata mobil di sana melaju di atas 60 km/jam. Dan jika pun kalian berjalan pelan, pastikan kalian gunakan laju kiri dan selalu perhatikan marka jalan.

6. Nyalakan GPS – pintu tol terdekat

Sudah bukan rahasia lagi kalau GPS bisa menuntun kalian untuk keluar dari tol yang salah. Tapi yang jadi masalah, kalian mungkin tidak bisa menyalakan GPS saat mengendarai kendaraan di dalam tol.

Kondisi lalu lintas di tol sangatlah kencang. Kalian tidak bisa melepaskan kemudi dan konsentrasi begitu saja.

Oleh karena itu, cara ini hanya berlaku untuk kalian yang membawa teman berkendara. Biar mereka yang menyalakan GPS untuk kalian. Ini akan lebih aman dibanding harus kalian sendiri yang menyalakan GPS.

7. Berhenti di tol dan undang petugas derek – pintu tol terdekat

Sudah. Kalian tidak bisa menggunakan GPS, kondisi gelap dan sebagainya, kalian pakai cara ini saja. Kalian pinggirin mobil kalian. Nyalakan lampu hazard, telpon petugas derek lalu biarkan mereka mengantarkan kalian pulang.

Ini cara praktis biar kalian bisa keluar pintu tol tanpa pusing. Tapi cara ini memungkinkan kalian untuk membayar jasa mereka.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *