Top List

Ketahui 5 Manfaat Istimewa dari Salat Tahajud

Salat tahajud adalah salah satu amalan Sunnah dalam islam yang memiliki banyak manfaat. Baik manfaat dari sisi pahala maupun kesehatan. Karena banyaknya keutamaan dan manfaat yang didapat dari salat tahajud, amalan ini bahkan termasuk ke dalam salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan.

Sayangnya, tidak banyak orang yang mengerjakan salat tahajud. Apalagi mengerjakannya secara rutin. Biasanya, orang – orang akan menjadi lebih rajin mengerjakan salat tahajud pada saat bulan Ramadhan tiba. Karena pada bulan Ramadhan, semua amalan baik akan dilipat gandakan pahalanya.

Akan tetapi, jika Anda ingin menjadikan salat ini sebagai amalan rutin juga tidak ada salahnya. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menjalankannya secara rutin di setiap malam. Berikut ini adalah beberapa manfaat salat tahajud, khususnya untuk kesehatan seseorang :

Shalat Tahajud

1. Salat Tahajud Untuk Mengontrol Emosi

Banyak orang merasa bahwa malam hari adalah waktu dimana emosi jadi lebih sulit terkontrol. Kebanyakan orang merasa lebih mudah merasa galau atau sedih pada malam hari. Khususnya sekitar sepertiga malam atau setelah tengah malam lebih sedikit.

Hal ini sebenarnya merupakan hal yang wajar. Karena pada malam hari, tubuh memproduksi hormone kortisol lebih banyak dibandingkan dengan siang hari. Akan tetapi, jika jumlah hormone kortisol terlalu banyak dan melimpah, seseorang malah akan merasa sedih atau bahkan depresi secara berlebihan.

Mengerjakan salat tahajud ternyata membantu tubuh untuk mengontrol kadar hormone kortisol ini. Dengan melaksanakan salat ini, jumlah hormone kortisol dalam tubuh akan menurun. Dengan begitu, seseorang akan merasa lebih tenang dan emosi yang dirasakan juga bisa lebih terkontrol.

2. Salat Tahajud Untuk Mengatasi Diabetes

Hormon kortisol pada dasarnya bukanlah hormone yang buruk. Hormon ini juga dibutuhkan oleh tubuh sebagaimana hormone lainnya. Salah satu manfaat hormone kortisol adalah membantu proses metabolism karbohidrat menjadi gula.

Akan tetapi, jika jumlah hormone kortisol ini dibiarkan terus bertumbuh tanpa penurunan, efeknya malah akan merugikan. Hormon kortisol akan terus mengubah karbohidrat menjadi gula, sehingga kadar gula dalam darah juga akan terus meningkat. Hal ini malah akan meningkatkan resiko diabetes pada seseorang.

Untuk membantu menurunkan kadar hormone kortisol, Anda bisa melakukan salat tahajud secara rutin. Dengan begitu, maka kadar gula darah dalam tubuh juga akan menjadi lebih stabil dan resiko terkena diabetes bisa lebih diminimalisir.

3. Salat Tahajud Mencegah Pembengkakan Jantung dan Gagal Ginjal

Shalat Tahajud Mencegah Pembengkakan Jantung dan Gagal Ginjal

Hormon kortisol yang berlebih dalam tubuh seseorang memang dapat memberikan beberapa efek yang tidak diharapkan. Termasuk juga pembengkakan jantung dan gagal ginjal.

Pada beberapa kasus, penderita pembengkakan jantung dan gagal ginjal dianjurkan untuk menjalankan salat tahajud. Salat ini dapat membantu mengurangi kortisol dalam tubuh. Saat kortisol berkurang, maka pembengkakan jantung akan berkurang dan pembuangan urin menjadi lebih mudah dilakukan.

4. Salat Tahajud Membantu Proses Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu proses pengobatan yang umum dibutuhkan oleh penderita kanker. Sayangnya, proses penyembuhan kanker dengan kemoterapi bukanlah proses yang menyenangkan. Kemoterapi sering kali memberikan efek samping. Yang paling umum adalah kerontokan rambut bahkan bisa menyebabkan kebotakan.

Selain itu, ada pula efek samping kemoterapi lainnya yang membuat penderita kanker menjadi tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Karena itu, pemberian kemoterapi baru akan dilakukan jika manfaat yang didapat lebih besar dari efek samping yang didapatkan.

Namun, dalam banyak kasus penderita kanker yang rutin melaksanakan salat tahajud memberikan perkembangan positif atas penyakit kanker yang dideritanya. Secara perlahan, sel kanker menjadi lebih jinak atau bahkan terobati tanpa perlu melakukan kemoterapi. Karena itu, beberapa orang menyebut shalat ini sebagai kemoterapi yang tidak menimbulkan efek samping.

5. Salat Tahajud Untuk Mencegah Hipertensi dan Hipotensi

Salat tahajud bisa dibilang merupakan salah satu amalan Sunnah yang penting dan bermanfaat bagi otak manusia. Di sekitar waktu sepertiga malam, otak manusia akan melepaskan berbagai hormone. Seperti serotonin, beta endorfin, dan melatonin. Ketiga hormone ini adalah hormone yang dapat membantu seseorang merasa lebih tenang. Selain itu, dengan lepasnya tiga hormone ini, maka homeostasis dalam tubuh akan terbangun.

Akan tetapi, ada beberapa orang yang bisa mengalami gangguan homeostasis. Akibatnya, orang tersebut lebih rentan mengalami pusing. Bukan hanya itu saja, orang dengan gangguan homeostasis juga lebih rentan mengalami hipertensi, hipotensi, dan juga tekanan darah rendah. Tentu saja hal ini memberikan dampak yang cenderung merugikan untuk tubuh.

Syukurnya, hal ini bisa diatasi dengan melakukan salat ini. Saat Anda melakukan salat dengan nyaman, keseimbangan tubuh bisa terjadi. Sehingga Anda bisa mengurangi resiko terjadinya hipertensi dan hipotensi.

Selain itu, salat tahajud yang dilakukan dengan rasa nyaman juga akan memberikan perasaan tenang. Sehingga, orang tersebut akan merasa tidur dengan cukup. Dan saat bangun di pagi hari, perasaan juga akan menjadi lebih ringan dan segar. Sehingga Anda bisa lebih siap menjalani hari.

Baca juga :

Itulah beberapa manfaat salat tahajud yang bisa dirasakan oleh seseorang. Selain manfaat tersebut, masih banyak manfaat lain yang bisa didapatkan. Apalagi jika salat ini dilakukan secara rutin setiap malam.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *