Top List

Wajib Waspada! Tanggap Tsunami, Si Air Yang Mengamuk Menelan Daratan

Bencana alam adalah hal yang tak bisa dihindari oleh siapapun. Apa yang terjadi di alam adalah suatu kehendak Tuhan yang harus dilalui dan harus dijalani setiap makhluknya. Suka atau tidak suka bukanlah permasalahan suatu bencana akan muncul. Ada banyak jenis bencana yang muncul, dan selalu menjadi misteri bagi banyak korban yang mengalaminya. Indonesia sebagai negara yang dikelilingi banyak daratan, lautan serta pegunungan memang rentan terkena pengaruhnya. Itulah sebabnya setiap pemerintahan selalu waspada terhadap beberapa kemungkinan tersebut.

Beberapa bencana yang sering terjadi adalah gempa bumi. Beberapa titik pegunungan aktif bahkan menunjukkan aktivitasnya dan memberikan guncangan yang membuat banyak penduduk waspada dan khawatir dengan kejadian gempanya. Yang lebih parahnya adalah jika gempa-gempa ini berujung pada kemungkinan bencana lain seperti tsunami. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada 28 September lalu di Palu dan Donggala yang menelan banyak korban jiwa. Salah satu bencana di Indonesia itu sudah meninggalkan beberapa korban tewasnya sampai saat ini sudah mencapai 1000 lebih. Sementara evakuasi korban terus dilakukan, untuk mencari korban tewas, atau korban selamat, yang mungkin mengalami luka-luka.

Apa itu tsunami? Tsunami merupakan bencana yang membuat semua orang tenggelam dengan datangnya air laut kepermukaan. Akibat retakan yang dihasilkan gempa dalam laut, biasanya ada gunung berapi yang menghasilkan gempa dalam laut. Hal itu membuat guncangannya menghasilkan patahan sehingga air meluap keatas dan menghantam apa saja dihadapannya.

Penyebab Tsunami dapat juga berasal dari longsor dibawah laut, meteor jatuh ke laut, letusan gunung berapi dibawah laut. Sehingga membuat gelombang tsunami dapat merambat ke berbagai arah. Kecepatan rambatnya laju air yang akan menghantam sekitar 500 sampai 1000 km/jam. Kecepatannya mungkin menurun pada 30 km/jam namun ketinggian gelombangnya akan bertambah hingga beberapa meter. Itulah mengapa hantaman airnya begitu menakutkan untuk disaksikan. Seperti yang dikatakan Aristoteles “In all things of nature there is something of the marvelous” . Sesuatu yang luar biasa dari alam memang selalu membuat kita harus waspada dan berhati-hati.

Ada 3 jenis tsunami yang harus anda waspadai,

  1. Tsunami Jarak DekatWaspadai TsunamiTsunami ini biasanya terjadi ketika jarak terjadinya gempa dengan tsunami selama 0-30 menit. Jarak gempanya mencapai 200 km dari letak gempanya. Tsunami ini biasanya ditandai dengan getaran gempa yang membuat guncangan di berbagai lokasinya, juga anda akan melihat air laut yang pasang surut ketika terjadi gempa.
  2. Tsunami Jarak TengahWaspadai TsunamiJarak yang bisa dicapai gempa ini mencapai 200-1000 km, anda akan merasakan gempa yang jarak gempa ke tsunaminya bisa berlangsung 30 menit sampai dengan dua jam. Getaran kuatnya akan membuat air laut menjadi pasang surut.
  3. Tsunami Jarak JauhWaspadai Tsunami
    Ini adalah jenis tsunami yang paling berbahaya, karena jarak titik tempuh tsunaminya bisa mencapai 1000 km lebih. Gempa yang terjadi memiliki jarak gempa sangat jauh, gempanya bisa terjadi 2 jam lebih, pada tsunami jenis ini diperlukan archelograph.

Nah itu adalah beberapa jenis tsunami yang harus anda perhatikan dan waspadai. Sebelum melewati bencana ini, anda bisa mempelajari beberapa tanda yang mudah dipelajari dan dijadikan hal waspada yang harus dilakukan oleh Anda. Beberapa tanda yang biasanya ditimbulkan akan membuat anda lebih mudah dalam berhati-hati dalam melewati beberapa ancamannya.

Berikut tanda-tanda sebelum tsunami terjadi,

  1. Gempa Yang Berpusat Dibawah LautWaspadai TsunamiKarena akan berpotensi tsunami, tentunya gempa yang dihasilkan ini berasal dari bawah laut. Gempa atau bahkan guncangan dari bawah laut ini akan menghasilkan tekanan pada air laut sehingga terjadi tsunami. Biasanya getaran ini berada di kedalaman kurang dari 30 km.

    Getaran yang dihasilkannya bisa mencapai lebih dari 6,5 SR. Ini sebabnya guncangan yang begitu hebat menyebabkan air laut ikut terguncang dan menghasilkan ketinggian air laut mampu menyapu bersih daratan disekitarnya.

  2. Air Laut Yang Pasang SurutWaspadai TsunamiAir laut yang ada sudah mengalami guncangan didalamya tentu akan mengalami penyurutan. Nah semakin besar penyurutan pantai ini terjadi, tentunya semakin banyak juga ruang didalam pantai yang dihasilkan.

    Sehingga saat air laut yang tertarik itu kembali dan terisi dengan yang baru akan mengalami guncangan yang sangat besar hingga mampu melewati batas lautnya. Kembalinya air laut ini diikuti dengan guncangan yang besar akan melahap banyak korban jiwanya.

  3. Tanda-Tanda Alam Yang Tak BiasaWaspadai Tsunami
    Akan ada banyak tanda yang terjadi apabila akan terjadi tsunami, mengapa begitu? Karena tentunya ini adalah bencana alam, maka hal-hal yang berada di alam lainnya akan merasakan perubahan bentuk atau bencana yang akan segera terjadi.Biasanya gerakan atau jenis anginnya akan berbeda dari biasanya, lalu pergerakan hewan yang biasanya lebih peka dengan bencana yang terjadi akan menghindari lokasi bencana untuk menyelamatkan diri.
  4. Suara Gemuruh
    Waspadai TsunamiAda suara gemuruh dari dalam laut yang biasanya akan terdengar, seperti suara pergerakan dari dalam laut yang biasanya mungkin tak pernah didengar. Harus anda waspadai, entah itu suara seperti getaran atau tabrakan benda keras dengan suara yang lebih besar, atau mungkin letusan.Ketika peristiwa di Aceh, masyarakatnya mendengar suara seperti kereta api pengangkut barang dari dalam laut. Tentunya ini karena adanya pergerakan dari dalam laut, sayang beberapa orang terkadang tidak sadar dengan peristiwa ini.

Tanda-tanda diatas itu adalah sebuah tanda alam yang sebenarnya Tuhan berikan untuk diwaspadai. Sayang memang terkadang kita tidak mengerti dan kurang paham pada hal-hal tersebut. Ada baiknya untuk mengulas dan mengembangkan ilmu pengetahuan agar lebih luas dan mampu mengerti setiap objek dan menghindari bencana tsunami tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *