Top List

Mengenal Tanaman Porang, Tanaman Yang Dulu Terabaikan

Tanaman porang – Tanaman Porang belakangan menjadi tanaman umbi yang memiliki banyak peminat. Padahal, sebelumnya banyak orang yang mengabaikan tanaman ini dan menganggapnya sekedar sebagai makanan ular. Kepopuleran tanaman ini dimulai sejak adanya seorang petani porang di Desa Kepel, Jawa Timur, yang berhasil menjadi miliarder karena menjalankan bisnis ekspor Porang ke luar negeri.

Dari bisnis porang ini, petani tersebut akhirnya bisa menjadi miliarder dan usahanya terus menerus berkembang. Kesuksesan petani porang tersebut kemudian menginspirasi banyak orang lainnya untuk mulai menjalankan budi daya porang. Bahkan pihak pemerintah daerah pun ikut memberikan andil dan mendukung budidaya tanaman ini. Namun, sebenarnya apakah tanaman porang ini?

Tanaman porang

1. Mengenal Tanaman Porang

Porang termasuk ke dalam jenis tanaman umbi – umbian. Beberapa orang ada yang menyebut tanaman ini sebagai iles – iles. Namun, dua tanaman ini sebenarnya berbeda. Tanaman porang yang biasa diekspor bukanlah jenis tanaman ini sama dengan iles – iles.

Salah satu pemanfaatan tanaman ini biasanya digunakan setelah dibuat dalam bentuk tepung. Akan tetapi, umbi porang sendiri sebenarnya masih belum terlalu banyak dibudi dayakan. Anda bahkan masih bisa menemukan tanaman ini di dalam hutan.

Namun, melihat potensi yang ditawarkannya, banyak orang yang berminat menjadi petani porang dan mulai membudidayakan tanaman ini dengan lebih terstruktur. Apalagi, keuntungan yang dihasilkan dari budidaya ini bisa mencapai nilai jutaan Rupiah.

Beberapa daerah yang menjadi sentra tanaman porang saat ini adalah daerah Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung, dan Maros. Untuk ekspornya sendiri, tanaman ini saat ini telah diekspor ke berbagai negara. Termasuk Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia, dan lain sebagainya.

Beberapa tanaman ini juga bisa digunakan untuk membuat lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang. Apalagi, porang adalah tanaman yang cukup toleran terhadap naungan hingga 60 persen. Selain itu, menumbuhkan porang juga relative mudah. Anda bisa menanam porang di ketinggian 0 hingga 700 mdpl.

Sifat tanaman ini juga memungkinkan tanaman ini bisa dibudidayakan di lahan hutan atau tegakan tanaman lain. Dan untuk menumbuhkan tanaman ini , Anda juga bisa menanamnya dari potongan umbi batang atau umbi yang telah memiliki titik tumbuh.

2. Manfaat Tanaman Ini

Tanaman Porang yang termasuk dalam umbi – umbian ini ternyata memiliki banyak manfaat. Umumnya digunakan sebagai bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, dan beberapa manfaat lainnya. Di samping itu, tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai lem dan jelly. Karena manfaat inilah tanaman ini sering diekspor ke Jepang.

Salah satu kandungan utama dalam tanaman ini adalah glucomman dalam bentuk tepung. Glucomman ini merupakan serat alami yang larut dalam air. Sehingga, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai aditif makanan. Yaitu sebagai emulsifier dan pengental.

3. Harga Tanaman Porang

Daya tarik utama tanaman porang tentu saja ada di harga jualnya. Satu umbi tanaman ini yang memiliki berat sekitar 4 kilogram bisa dijual dengan harga Rp 10.000. Dengan kata lain, satu kilogram tanaman ini kurang lebih dihargai Rp 2.500. Dengan begitu, sekitar 100 pohon ini bisa memberikan hasil hingga Rp 1 juta.

Sebagai gambaran, untuk satu hektar tanah yang dimiliki, seorang petani bisa menanam hingga 6.000 bibit porang. Sehingga, petani bisa menghasilkan sekitar 24 ton porang per hektar. Jika dihitung kasar, maka satu hektar tanah bisa memberikan hasil hingga Rp 60 juta.

4. Budidaya Tanaman Ini

Budidaya tanaman porang saat ini telah menjadi bagian dari program pemerintah provinsi Jawa Timur. Pengembangan tanaman ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya.

Hingga saat ini, telah ada sekitar 500 hektar tanaman ini yang dikelola oleh LMDH wilaya Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya. Termasuk di dalamnya wilayah hutan Desa Bendoasri, Kecamatan Rejoso, Nganjuk dan lain sebagainya.

Dengan luas tanah tersebut, ada sekitar 15 ton porang yang selama ini menjadi komoditas ekspor. Uniknya, tanaman ini juga termasuk dalam salah satu komoditas unggulan Jawa Timur. Khususnya karena tanaman ini menjadi tanaman yang hampir seratus persen diekspor.

5. Tumbuhan Lain yang Mirip dengan Tanaman Porang

Salah satu tantangan kecil dalam budidaya porang adalah menemukan tanaman yang tepat. Ada sekitar 4 tanaman lain yang sekilas mirip dengan tanaman ini . Sehingga, seorang pemula perlu memperhatikan dengan jeli agar bisa membedakan tanaman ini dengan tanaman yang mirip dengannya.

Empat tanaman lain yang mirip dengan tanaman ini adalah iles – iles, walur, suweg, dan blodor. Iles – iles merupakan tanaman dengan umbi berwarna putih dan tidak memiliki katak. Warna pohon iles – iles adalah hitam dengan loreng hitam putih dan daun yang tipis.

Sedangkan walur merupakan umbi warna putih agak kuning dengan serat. Bagian umbi bagian luarnya memiliki buntil kecil dan calon anakan. Sedangkan pohon kasarnya sedikit berbeda dengan pohon porang yang halus. Selain itu, warna pohonnya cenderung hitam dengan daun tipis dan batang loreng hitam putih.

Sedangkan suweg memiliki warna kuning agak putih dan bagian luarnya memiliki buntil kecil menyerupai walur dengan bentuk umbi berserat. Dan blodor memiliki ciri batang pohon yang mirip dengan walur, namun lebih kasar dan tinggi. Sehingga cukup mirip dengan pohon pepaya.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *