Top List

Ini Dia 7 Alasan Kenapa Film Flight 555 Harus Kalian Tonton!

Film Flight 555 – perkembangan dunia hiburan Indonesia nampaknya akan terus maju dan berkembang. Hal ini terlihat dari menggeliatnya industri film tanah air. Lebih tepatnya, industri film sebelum badai pandemik Covid-19 hadir.

Pada beberapa bulan terakhir selalu ada film yang menarik untuk ditonton. Sebagian besar diantaranya memiliki jalan cerita yang menarik, akting para aktor-aktris yang memukau, dan set yang keren.

Ya, beberapa tahun terakhir industri film Indonesia memang sudah berbenah. Jika dulu, beberapa tahun yang lalu, industri film nusantara lebih cenderung ke arah horor yang bikin horni, belakangan hal itu tidaklah ada. Bahkan bisa dibilang sudah benar-benar dihilangkan.

Sekarang banyak sekali muncul film-film yang keren: film yang seperti kami sampaikan di atas.

Tidak hanya muncul beragam judul film. Sebaran genre film Indonesia pun cenderung merata, jadi tidak fokus tren genre tertentu saja. Itu bikin film Indonesia lebih variatif, lebih bikin penonton punya opsi lebih kalau mau ke bioskop.

Genre komedi jadi genre yang cukup sering muncul. Dan dari sekian banyak filmnya, Flight 555 mungkin jadi film yang menarik untuk dibahas.

Kalian tahu kenapa? Benar. Karena film ini punya banyak hal yang menarik: hal yang bisa bikin kalian tertarik untuk menonton film yang rilis pada 2019 lalu.

Iya, Flight 555 memang bukan film baru, ini film lama. Tapi biar begitu, Flight 555 tetap asyik untuk ditonton. Apalagi kalau ditonton bareng pasangan.

Lantas, hal menarik apa saja yang kami maksud di atas? Untuk kalian yang penasaran, yuk, langsung simak bahasan lengkapnya berikut ini.

film flight 555

1. Ide cerita yang baru – Film Flight 555

Hal menarik pertama yang harus kalian ketahui dari film ini adalah: film ini mengangkat ide cerita yang baru di Indonesia. Apalagi untuk yang bergenre komedi.

Flight 555 mengangkat cerita pembajakan pesawat. Lucunya, pembajakan ini dilakukan oleh lebih dari 1 pembajak. Dan masing-masing dari pembajak memiliki keinginan dan tujuan yang berbeda-beda. HIngga pada akhirnya, muncul seseorang yang berniat untuk menghentikan pembajakan.

Tapi, bukannya pembajakan dihentikan, mereka malah dihadapkan dengan berbagai hal konyol yang di luar nalar.

2. Syuting di dalam pesawat – Film Flight 555

Karena berkisah tentang pembajakan pesawat, film ini pun menggunakan pesawat sungguhan sebagai tempat syuting. Inget loh: pesawat sungguhan, bukan studio yang diset menyerupai pesawat.

Nah, uniknya lagi, pesawat yang digunakan juga masih terparkir di dalam hangar. Kebayang dong bagaimana situasinya?

Yaps, panas, sumpek dan berbagai hal lainnya. Tapi biar begitu para pemain tetap profesional dan totalitas dalam memerankan tiap peran yang mereka emban. Ya, walaupun sebagian hanya jadi cameo dan akting tidur doang sih.

3. Pendalaman para tokoh – Film Flight 555

Beberapa aktor dan aktris mengaku kesulitan dalam proses syuting. Tapi biar begitu, mereka tetap tanggung jawab untuk menunjukkan peran terbaiknya. Beberapa bahkan harus belajar mendalami peran secara ektrim.

Mika Tambayong contohnya. Ia bahkan harus rela memotong rambut dan belajar mendalami peran pramugari dari pramugarinya langsung.

Ya, untuk beberapa aktor, pendalaman tokoh seperti ini memang bukan hal baru. Hal seperti ini biasa dilakukan. Tapi, untuk ukuran film komedi, apa yang dilakukan oleh Mika patut diacungi jempol.

4. Melibatkan 38 pemain – Film Flight 555

Karena syuting dilakukan di dalam pesawat, karena bercerita tentang pembajakan, dan karena ini adalah film komedi, rasanya tidak lengkap kalau film ini tidak melibatkan banyak orang di dalamnya.

Hal tersebut pun terpikirkan oleh sang produser. Agar film ini lebih menarik, ia pun menggandeng 38 pemain sekaligus untuk membintangi film ini.

Iya, benar. Tidak semua pemain yang dimaksud mendapat peran utama. Beberapa bahkan bermain sebagai cameo.

Tapi, sekali lagi, untuk ukuran film Indonesia, apalagi yang bergenre komedi, apa yang dilakukan oleh produser film ini agaknya cukup berani sih. Harus dikasih 5 jempol kayaknya.

5. Melibatkan para komika – Film Flight 555

Beberapa film komedi akhir-akhir ini selalu melibatkan komika sebagai aktor-aktrik di dalamnya. Wajar. Komika sendiri adalah orang yang bergerak di bidang komedia. Ya, bisa dibilang komedianlah, tapi komedian yang egois: kerjanya sendiri (bercanda lho).

Hal ini pun menjadi daya tarik tersendiri: terlebih untuk mereka yang suka dan menggemari para komika tersebut.

Ya, mungkin bisa dibilang para komika yang terlebat perannya tidak jauh dari cameo dan peran pendukung. Tapi, biar begitu, tetap saja, keberadaan mereka bisa menarik perhatian para penonton. Juga bisa menghibur mereka.

6. Jalan cerita yang ringan – Film Flight 555

Walaupun bercerita tentang aksi pembajakan, film ini bisa dibilang punya jalan cerita yang relatif ringan dan bisa dinikmati oleh semua kalangan: kecuali anak-anak tapi.

Dengan kondisi ini, film ini pun bisa dijadikan sebagai film keluarga: film untuk bersantai sambil menikmati momen bareng keluarga.

Lebih dari itu, beberapa adegan juga dibuat lucu (ya, maklum, namanya juga film komedi). Itu membuat film jadi lebih menarik dan sayang untuk dilewatkan.

7. Menggunakan komedi yang fresh – Film Flight 555

Tiap adegan komedia yang ada pada film ini memang agak sedikit terkesan “diseting”. Sederhananya, agak sedikit dipaksakan. Beberapa mungkin sangat menonjol, sehingga bisa kalian kenali dengan mudah.

Tapi biar begitu, menurut kami, apa yang dilakukan oleh penulis film ini cukup diacungi jempol.

Biar pun setnya agak sedikit terlihat memaksa, tapi komedi yang ditampilkan terkesan fresh dan baru. Mungkin kalau delivery-nya baik komedia tersebut akan tampak lebih natural dan bisa lebih mengocok perut.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *