Top List

5 Hal Penting Sejarah Hari Keanekaragaman Hayati

Berbagai kegiatan manusia dalam meningkatkan kehidupannya sering kali tanpa sadar malah mengganggu kehidupan lain yang ada di bumi. Termasuk di dalamnya berbagai hewan, tumbuhan, hingga mikroorganisme yang secara tidak langsung terlibat dalam berbagai proses di alam.

Adanya perusakan habitat, spesies invasif, polusi, populasi manusia yang berlebihan, hingga lebih panen perlahan – lahan mengganggu keseimbangan hayati yang ada di alam. Juga berbagai keaneka ragaman hayati yang ada di dalamnya. Apabila diteruskan, hal ini akan memberikan pengaruh buruk bagi alam dan bahkan manusia di seluruh dunia.

Karena itu, sebagai bentuk pengingat dan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia, diadakanlah Hari Keanekaragaman Hayati. Hari peringatan ini merupakan salah satu hari perayaan dalam bidang lingkungan hidup. Dengan diadakannya hari perayaan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya keanekaragaman hayati yang ada di bumi. Hari Keanekaragaman Hayati diperingati pada tanggal  22 Mei setiap tahunnya.

 

Nah, ada beberapa hal penting di balik sejarah Hari Keanekaragaman Hayati ini yang menarik untuk Anda ketahui:

  1. Diperingati Pertama Kali Tanggal 29 Desember 19935 Hal Penting Sejarah Hari Keanekaragaman Hayati
    Pada awalnya, Hari Keanekaragaman Hayati belum diperingati pada tanggal 22 Mei. Justru, Hari peringatan ini pertama kali diperingati pada tanggal 29 Desember 1993 sebagai Hari Keanekaragaman Sedunia.Penetapan ini dilakukan mengacu kepada hasil dari pembahasan Komite Kedua Majelis Umum PBB pada tahun 1993. Di samping itu, pada tanggal 29 Desember ini juga dilaksanakan Konvensi Tentang Keanekaragaman Hayati (COP – Convention on Biological Diversity).
  2. Ditetapkan Menjadi Tanggal 22 Mei5 Hal Penting Sejarah Hari Keanekaragaman HayatiPerubahan tanggal peringatan Hari Keanekaragaman Hayati dilakukan pada Desember 2000. Pada tahun itu, PBB memutuskan untuk mengganti hari peringatan dari tanggal 29 Desember ke tanggal 22 Mei. Sejak saat itu, secara resmi tanggal 22 Mei ditetapkan sebagai Hari Keanekaragaman Hayati (The International Day for Biological Diversity).Perubahan tanggal peringatan ini ditetapkan sebagai Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati karena beberapa problem yang terjadi. Salah satunya, karena tanggal 29 Desember bertepatan dengan liburan akhir tahun. Karena itu, banyak negara yang akhirnya jadi kesulitan untuk merencanakan dan melaksanakan hari peringatan ini.
  3. Bertepatan Dengan Pengesahan Teks Kesepakatan Keanekaragaman5 Hal Penting Sejarah Hari Keanekaragaman Hayati
    Salah satu hal yang menarik, penentuan tanggal 22 Mei sebagai Hari Keanekaragaman Hayati sebenarnya tidak dilakukan secara sembarangan. Karena ternyata, tanggal 22 Mei ini bertepatan dengan tanggal pengesahan Teks Kesepakatan Keanekaragaman (Nairobi Final Act of the Conference for the Adoption of the Agreed Text of the Convention on Biological Diversity).Teks Kesepakatan Keanekaragaman tersebut dilaksanakan di Nairobi, Kenya. Dan berlangsung sejak tanggal 11 Mei hingga 22 Mei 1992. Pertemuan tersebut juga merupakan pertemuan terakhir sebelum dilaksanakannya United Nations Conference on Environment and Development pada tanggal 3 – 14 Juni 1992. Konferensi tersebut menghasilkan UN Convention on Biological Diversity atau Konvensi Keanekaragaman Hayati.
  4. Sarana Refleksi Dan Menggugah Kesadaran5 Hal Penting Sejarah Hari Keanekaragaman Hayati
    Diadakannya Hari Keanekaragaman Hayati ini tentu saja bukan tanpa alasan. Hari peringatan ini diadakan sebagai sarana untuk refleksi dan menggugah kesadaran masyarakat dunia akan perannya terhadap alam. Momen ini menjadi salah satu sarana untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan antara manusia dengan alamnya.Seperti apa peran yang sudah kita lakukan untuk menyelamatkan keaneka ragaman hayati di bumi? Lalu bagaimana cara kita mensyukuri berbagai keaneka ragaman hayati yang ada? Bagaimana tanggung jawab kita terhadap generasi yang akan datang? Dan berbagai pertanyaan lain yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan alam.

    Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa saja dalam bentuk edukasi, kesadaran, hingga gerakan yang bisa dilakukan untuk melindungi keaneka ragaman hayati yang ada. Jawaban dari pertanyaan tersebut juga bisa jadi adalah sesuatu yang bisa kita lakukan mulai dari diri sendiri, hingga jawaban yang membutuhkan kerja sama warga negara Indonesia hingga dunia untuk mewujudkannya.

  5. Sudah Berlangsung Selama Seperempat Abad5 Hal Penting Sejarah Hari Keanekaragaman Hayati
    Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati memang bukan hal yang baru dilaksanakan. Tanpa terasa, hari peringatan ini telah berlangsung selama lebih dari seperempat abad. Dan tanggal 22 Mei 2019 nanti, menjadi peringatan hari peringatan yang ke – 26.Setiap tahunnnya, hari peringatan ini selalu mengambil tema yang berbeda – beda. Penetapan tema ini ditentukan oleh pihak sekretariat PBB dan sesuai dengan isu spesifik seputar keanekaragaman hayati. Misalnya, pada tahun 2018 lalu tema yang diangkat adalah “Celebrating 25 Years of Action for Biodiversity” sebagai peringatan atas keberlangsungan Hari Keanekaragaman Hayati yang ke – 25 kali.

    Sedangkan pada tahun 2017, tema yang diangkat adalah “Keanekaragaman Hayati dan Wisata Berkelanjutan”. Pada tema tersebut, isu mengenai tempat wisata lokal menjadi perhatian. Pada tahun tersebut, berbagai wisata dengan keanekaragaman hayati yang menarik menjadi sorotan.

    Kemudian, pada tahun 2016, tema yang diangkat adalah “Tendens Keanekaragaman Hayati: Menopang Masyarakat dan Kehidupannya”. Tema tersebut diangkat sebagai wujud refleksi mengenai pentingnya keanekaragaman hayati dan perannya bagi kehidupan manusia.

Nah, itulah beberapa fakta penting mengenai sejarah Hari Keanekaragaman Hayati. Dengan adanya peringatan  ini, diharapkan kita semua bisa semakin mencintai alam dan juga keanekaragaman hayati di dalamnya. Karena meski bagaimanapun, keanekaragaman hayati yang terjaga akan memberikan pengaruh yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dan sebaliknya, keanekaragaman hayati yang tidak terjaga juga dapat merugikan manusia. So, lets keep our nature!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *