Top List

7 Pesan Penting Dari Film Dua Garis Biru

7 Pesan Penting Dari Film Dua Garis Biru

Baru saja dirilis, 7 pesan penting dari film Dua Garis Biru banyak dibicarakan.. Dua Garis Biru yang tengah tayang serentak di bioskop Indonesia dibintangi oleh Zara JKT 48, Angga Aldi Yunanda, , Cut Mini, Lulu Tobing, Dwi Sasono dan lainnya. Sebelumnya, sebuah petisi dilayangkan ke pihak terkait untuk stop penayangan film tersebut. Namun, siapa yang menduga kalau film ini ternyata menuai banyak respon positif. Bukan hanya dari penonton saja, tetapi dari lembaga terkait. Memang apa saja pesan yang coba disampaikan oleh para pemain dan sutradaranya?

  1. Pentingnya Sex Education

    Sebagai orang tua, kita seringkali menghindari topik-topik tabu untuk diperbincangkan bersama buah hati. Salah satunya memperkenalkan pendidikan seks sejak dini kepada anak-anak. Pendidikan seks sudah sepatutnya diajarkan saat anak memasuki masa pubertas. Supaya mereka paham bagian tubuh mana yang terlarang dan apa saja batasan dalam bergaul.

    Mengangkat tema yang tak biasa, Dua Garis Biru benar-benar memberikan pelajaran seks tanpa terkesan menggurui ataupun vulgar. Film ini memberikan dua sudut pandang tentang pergaulan bebas remaja masa kini. Sebagai film coming of age, pendidikan seks yang tergambar mampu mengajari anak secara tepat.

    Minimnya pendidikan seks pada anak dapat memicu perbuatan negatif. Anak akan mencari tahu sendiri perihal seks tanpa pengawasan orang tua. Jika salah langkah, anak akan lebih mudah terjerumus dalam aktivitas negatif. Inilah mengapa pendidikan seks sedari dini sangat penting diberikan, supaya anak tak mencari tahu dari sumber yang salah.
  2. Bertanggung Jawab

    7 Pesan Penting Dari Film Dua Garis Biru

    Dua Garis Biru mengisahkan pasangan Dara dan Bima yang harus berhenti dari sekolah akibat perbuatan mereka. Keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya bersama-sama. Di scene ini, penonton diajarkan setiap perbuatan memiliki konsekuensinya masing-masing. Tak terkecuali pacaran yang telah melewati batas dan norma-norma kepantasan.

    Jangan lari dari masalah yang tengah terjadi, tetapi hadapi dengan keberanian. Apapun resikonya, Anda perlu melihat sisi baik lainnya. Itulah yang coba disampaikan oleh sutradara lewat skenario film Dua Garis Biru. Belajar bertanggung jawab untuk menyelesaikan segala masalah.
  3. Pengawasan Kedua Orang Tua

    Dalam film ini, tentu kita akan menyaksikan pacaran yang kelewat batas. Tetapi jangan berprasangka buruk dulu dan mengambil kesimpulan awal. Disinilah sebenarnya peran orang tua dibutuhkan, terutama saat anak beranjak remaja. Mereka butuh didampingi secara fisik maupun mental.

    Menjadi remaja bukanlah hal yang mudah sebenarnya. Para remaja harus berjibaku dengan pendidikan dan kehidupan sosialnya. Orang tua perlu tahu dengan siapa anak-anaknya bergaul dan menghabiskan waktu. Agar tak mengalami peristiwa pilu yang dialami oleh Bima dan Dara, tentu eksistensi orang tua harus dirasakan oleh anak-anak mereka.
  4. Resiko Kehamilan Dini – Pesan dari Film Dua Garis Biru

    7 Pesan Penting Dari Film Dua Garis Biru

    Kapan lagi ada film yang membahas kehidupan seks tanpa dibungkus dengan adegan vulgar? Film Dua Garis Biru benar-benar mengantarkannya secara subtle. Tak ada sedikitpun adegan tak senonoh yang ditampilkan, tapi justru menohok. Seperti kisah Dara yang harus berakhir di meja operasi untuk dapat selamat.

    Hamil di usia muda tentu memiliki resiko yang tinggi, bukan hanya untuk bayi tapi juga ibu. Inilah yang dialami oleh Dara saat diceritakan hamil di dalam film. Ia harus menjalani operasi caesar sekaligus kehilangan rahimnya. Dari 7 pesan penting dari film Dua Garis Biru, pesan inilah yang paling menohok para penonton.

    Selain mempengaruhi kesehatan reproduksi, kehamilan dini juga memicu trauma personal. Meskipun anak tidak dinikahkan, ada luka yang dibawanya hingga dewasa. Luka batin dan mental yang sangat sulit disembuhkan, jika tidak disadari. Ini akan mempengaruhi hubungan sang anak dengan orang lain di masa depan.
  5. Dukungan Kedua Orang Tua

    Saat menghadapi masa-masa sulit, anak membutuhkan kehadiran kedua orang tuanya. Apapun keputusan yang mereka ambil, orang tua menjadi garda terdepan untuk melindungi. Inilah yang coba disampaikan bagaimana dukungan kedua orang tua menguatkan Dara dan Bima. Meskipun tidak mudah, mereka mampu melewatinya dengan baik.

    Kenapa dukungan orang tua menjadi sangat penting, meskipun anak-anak bersalah? Mereka memang bersalah, tetapi bukan berarti orang tua lepas tangan. Tanpa dukungan dan perhatian, mereka bisa lost control. Langkah yang mereka ambil akan lebih salah dan membahayakan diri mereka sendiri nantinya.
  6. Melewati Batas, Menuai Masalah

    7 Pesan Penting Dari Film Dua Garis Biru

    Sepanjang film, penonton akan disuguhkan pada konflik tak berkesudahan. Konflik-konflik ini merupakan akumulasi dari hubungan Dara dan Bima yang melewati batas. Terlihat jelas bagaimana hubungan yang salah menuai beragam masalah. Dari pendidikan yang harus terhenti hingga kehilangan rahim bagi Dara sendiri.

    Pesan ini seharusnya dapat ditangkap oleh para penonton dan dijadikan pembelajaran. Sudah seharusnya remaja paham bagaimana bersikap dan membatasi diri dalam berpacaran. Patuhi aturan dan larangan yang sudah diperingatkan orang tua. Jangan sampai merasa menyesal di akhir.
  7. Berhati-Hati Mengambil Keputusan 

    Keputusan yang salah akan membawa Anda pada hasil yang salah. Itulah pengingat dari film Dua Garis Biru. Memutuskan untuk berhubungan seks tanpa ikatan pernikahan, artinya Anda harus siap dengan resikonya. Salah satunya tentu saja hamil di luar nikah.

    Dara dan Bima jadi gambaran jelas bagaimana keputusan tidak bijak mereka untuk berhubungan seks membawa dampak buruk. Walaupun terkesan simple, gaya bercerita dalam film ini benar-benar mengantar pesan penting tersebut. Itulah mengapa film ini mendapat tanggapan positif pula dari BKKBN.
Baca juga:

Nah, itulah 7 pesan penting dari film Dua Garis Biru. Berbeda dari film remaja lainnya, film ini benar-benar sarat nilai moral. Ada pembelajaran sekaligus nasehat yang dapat disampaikan kepada remaja tanpa harus terkesan boring. Dan tentunya dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti oleh anak-anak.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *