Top List

7 Tips Merawat Mobil Antik ini Harus Diketahui Para Kolektor!

Tips merawat mobil antik – membeli mobil antik adalah hal yang belakangan sedang dilakukan oleh beberapa orang. Bagi mereka, membeli barang antik–khususnya mobil–memiliki value tersendiri. Tidak peduli dengan harga yang mahal, mereka yang melakukan hal ini cenderung memfokuskan diri pada keinginan dan hasrat memiliki barang yang diinginkan.

Namun yang jadi masalah kemudian: mobil antik punya perawatan yang agak berbeda dengan mobil biasa.

Ya, tentu saja. Itu karena kondisi mesin dan badan mobil yang sudah tidak lagi muda. Oleh karena itu, agar kondisinya tetap sehat dan performanya tetap baik, sebuah mobil antik haruslah mendapat perawatan terbaik.

Nah, ngomongin soal perawatan mobil antik, kami punya beberapa tips yang harus banget kalian simak. Apa saja tips yang dimaksud? Yuk, langsung simak bahasan lengkap kami berikut ini.

tips merawat mobil antik

1. Simpan di tempat yang tidak lembab – tips merawat mobil antik

Menjadi semacam keharusan jika seorang pemilik mobil harus memiliki garasinya sendiri. Bukan sekedar memberi kenyamanan untuk tetangga, tapi lebih pada bagaimana si pemilik menyediakan tempat terbaik untuk tunggangannya tersebut.

Tentu saja. Seperti halnya barang lain, mobil juga harus ditempatkan di tempat terbaik.

Selain agar mudah dikeluarkan saat akan digunakan, penggunaan tempat ini juga untuk melindungi mobil dari segala ancaman kerusakan yang bisa menimpanya.

Oleh karena hal tersebut, cobalah untuk menempatkan mobil di garasi rumah. Pastikan garasi rumah adalah tempat yang kering dan tidak lembab. Ini untuk melindungi bagian mesin dari jamur (kecuali kalau kalian rajin membersihkan seluruh bagian mobil).

2. Rutin bersihkan mobil – Tips merawat mobil antik

Layaknya mobil pada umumnya. Kalian juga harus rutin membersihkan badan mobil antik. Ini juga berlaku untuk mobil antik yang hanya terparkir di garasi dan jarang digunakan.

Ya. Kendati mobil jarang digunakan, kalian juga harus rajin membersihkannya.

Tidak perlu setiap hari atau setiap minggu. Bersihkan saja paling tidak sebulan sekali. Atau paling cepat 3 minggu sekali. Membersihkannya dua bulan sekalipun nggak masalah asal garasi kalian bersih dan terhindar dari paparan debu, kalian tidak perlu terlalu rutin membersihkan mobil.

3. Panaskan mesin mobil secara rutin – Tips merawat mobil antik

Mobil antik tidak hanya dipajang saja. Kalau kalian ingin mesinnya sehat, kalian juga harus rutin memanaskan mesin mobil tersebut.

Nah, proses memanaskan mesin mobil antik ini sama dengan proses pemanasan mesin mobil pada umumnya. Kalian cukup nyalakan mesin mobil dan tinggal beberapa saat.

Tapi perlu diingat. Pastikan mobil kalian tidak terparkir di luar dalam keadaan nyala, ya. Bahaya soalnya.

4. Gunakan mobil sekali-kali – Tips merawat mobil antik

Sebenarnya tidak hanya dinyalakan saja. Kalian juga harus menggunakan mobil. Berkelilinglah menggunakan mobil. Paling tidak keliling komplek perumahan juga tidak masalah.

Tapi perlu digarisbawahi. Kalian harus terlebih dulu memanaskan mesin sebelum digunakan. Pastikan untuk melakukannya dalam waktu yang lama.

Ya, yang namanya mobil tua, ya, kan? Biar dikata mesinnya masih kuat, kalian harus tetap memastikan proses pemanasan mesinnya tetap berjalan lama. Hanya sekedar memastikan mesin bekerja efektif.

5. Cek kondisi mesin secara rutin – Tips merawat mobil antik

Selain memanaskan mesin dan mengendarainya, kalian juga harus secara rutin mengecek kondisi mesin. Bukan apa-apa. Yang namanya mesin tua memang harus begitu: harus selalu dicek dan dipastikan tetap baik-baik saja.

Kalau memang harus diganti, ya, diganti. Mungkin akan repot karena jarangnya sparepart mobil antik. Pembeliannya pun biasanya inden dan tidak bisa langsung.

Maka dari itu, pengecekan mesin harus dilakukan secara rutin. Ini supaya resiko mogok di jalan lebih terminimalisir.

6. Jangan lupa maintenance – Tips merawat mobil antik

Biarpun mobil antik lebih sering diam di garasi, bukan berarti mereka tidak mendapat maintenance rutin seperti mobil pada umumnya. Mereka juga tetap mendapat perawatan rutin. Hanya saja, intensitasnya lebih terbatas.

Maintenance pun cenderung sama. Pengecekan mesin, penggantian oli, pengecekan kelistrian dan beragam maintenance pada umumnya.

Untuk masalah maintenance ini, kalian bisa panggil orang bengkel langganan. Kalian bisa serahkan urusan maintenance ini pada mereka yang kalian percaya.

Ya, tentu saja. Merawat dan me-maintance mobil antik tidaklah sama dengan mobil reguler. Tidak bisa dilakukan sembarang dan asal juga. Makanya, hanya orang yang sudah terbiasa saja yang boleh melakukan pekerjaan tersebut.

7. Jangan diparkir di sembarang tempat – Tips merawat mobil antik

Selain keenam hal tadi, kalian juga harus memperhatikan lokasi parkir mobil. Pastikan mobil di parkir di lingkungan yang tepat. Kalau perlu jangan parkir di tempat yang ramai.

Bukan karena takut mobil tersebut dicuri, tapi lebih agar mobil tersebut aman dari orang-orang yang pengin berswafoto di dekat mobil tersebut.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *