Kuliner

Jangan Ketipu! Ini Dia 7 Tips Memilih Daging Ayam Segar

Daging ayam segar – Daging ayam rasa-rasanya jadi makanan sejuta umat, semua orang senang makan makanan yang terbuat dari bahan daging ayam atau olahan ayam. Anak-anak pun sangat menyukai ayam goring, banyak pula rumah makan yang menyajikan makanan dari daging ayam.

Banyaknya orang yang menyukai daging putih satu ini, membuat penjualan daging ayam selalu tinggi, tapi tahukah anda jika dalam membeli daging ayam, anda perlu ketelitian agar tidak mendapatkan daging yang tidak segar, disebabkan oleh para pedagang yang curang. Daging yang kualitas tidak baik dan sudah tak segar lagi juga akan sangat berpengaruh para rasa makanan serta kesehatan anda di kemudian hari. Untuk itu ada baiknya kita mengetahui cara-cara berikut ini dalam memilih daging ayam yang segar dan masih fresh.

Adanya lalat yang hinggap di atas daging, menandakan daging itu segar dan tidak ditambahkan bahan pengawet, ketika anda tidak menemukan sama sekali lalat yang hinggap di daging ayam, maka anda patut curiga tentang kondisi tersebut, karena bisa jadi daging ayam telah terkontaminasi bahan kimia atau sudah tidak fresh lagi.

Daging ayam segar

1. Perhatikan Kemasan Daging Ayam – Daging ayam segar

Hi Moms!! Buat anda yang lebih senang berbelanja bahan makanan di supermarket, termasuk membeli daging ayam  untuk keluarga tercinta, sebaiknya anda mulai memperhatikan setiap bentuk kemasan daging ayam yang dijual.

Lihat apakah kemasan dari daging ayam masih tertutup rapat dan tidak ada celah udara atau bolong lainnya. Jika kemasan daging ayam sudah terbuka atau rusak maka hal itu akan mempengaruhi kondisi daripada kualitas daging ayam yang anda beli. Selain itu risiko masuknya debu dan bakteri sehingga menempel di daging semakin besar.

2. Lihat Apakah Ada Lalat yang Hinggap – Daging ayam segar

Apa yang anda rasakan ketika melihat makanan yang dihinggapi lalat? Pastinya akan merasa jijik, karena lalat identik dengan kondisi kotor dan banyak membawa virus penyakit. Tapi ternyata kehadiran lalat bisa menjadi pertanda baik saat kamu sedang memilih daging ayam.

Adanya lalat yang hinggap di atas daging, menandakan daging itu segar dan tidak ditambahkan bahan pengawet, ketika anda tidak menemukan sama sekali lalat yang hinggap di daging ayam, maka anda patut curiga tentang kondisi tersebut, karena bisa jadi daging ayam telah terkontaminasi bahan kimia atau sudah tidak fresh lagi.

Perhatikan Cairan dan Darahnya

3. Perhatikan Cairan dan Darahnya – Daging ayam segar

Pada saat anda pergi ke pasar dan melihat pedagang ayam, pasti kegiatan membersihkan dan memotong adalah hal biasa. Daging ayam yang dijual pun kemungkinan telah mengalami proses pembekuan agar tetap awet dan dapat dijual dalam jangka waktu beberapa hari sehingga pedagang tidak terlalu rugi.

Tapi proses pembekuan ini lama kelamaan akan membuat sel-sel pada daging ayam menjadi rusak, dan menyebabkan darah atau cairan di dalamnya keluar. Untuk itu, anda perlu cermat ketika memilih daging ayam agar tahu kondisinya apakah masih segar atau sudah lama mengalami pembekuan. Selain itu, kondisi ayam tiren yang berbahaya pun akan terlihat ketika anda menemukan cairan yang keluar dari kepala atau leher ayam.

4. Coba Hirup Aromanya – Daging ayam segar

Hal yang satu ini pasti sangat sulit atau agak enggan untuk dilakukan, karena tidak semua orang menyukai aroma amis dari daging mentah. Tapi bagaimana pun untuk mengetahui apakah daging ayam masih fresh atau tidak, anda harus mencoba untuk menciumnya.

Biasanya ketika anda mencium daging ayam yang masih fresh, rasa amis yang tipis akan terhirup. Sedangkan untuk daging ayam yang sudah tidak fresh lagi, bau tak sedap akan semakin menyengat karena kondisi telah rusak atau bahkan itu menandakan kondisi daging ayam tiren. Dari mencium daging ayam pun anda akan tahu apakah daging telah tercampur bahan kimia atau tidak.

Daging ayam segar

5. Jangan Lupa Untuk Menekan Dagingnya – Daging ayam segar

Selain mencium aromanya, anda juga harus mencoba untuk menekan daging ayam, karena daging yang masih segar akan terasa lembek atau elastis dan tidak padat. Hal itu juga sering kita lihat ketika melihat orang lain membeli daging ayam, tangan-tangan pembeli akan memegang daging ayam, hal itu tidak begitu saja dilakukan, tapi memang ada maksud di baliknya untuk mengetahui kesegaran atau kualitas daging ayam.

saat daging ayam yang ditekan teksturnya kembali ke semula maka dapat dipastikan daging masih dalam kondisi fresh, tapi jika daging tidak kembali seperti awal dalam waktu yang sebentar, maka dipastikan kondisinya sudah tidak bagus lagi.

6. Rasakan Tesktur Permukaan Daging – Daging ayam segar

Menekan daging berbeda dengan merasakan tekstur. Anda bisa merasakan tekstur daging ayam dengan menyentuh permukaannya saja, tidak harus ditekan. Hal itu akan menunjukkan kondisi yang segar atau bahkan ayam dalam kondisi tiren.

Perbedaannya terletak pada kasar atau tidak, ketika daging ayam memiliki terkstur permukaan yang kasar atau berpasir maka kondisinya sudah tidak baik lagi, atau bahkan bisa menjadi ayam tiren. Kondisi tekstur yang seakan berpasir pun bisa terjadi karena daging ayam telah tercampur oleh bahan kimia.

7 . Perhatikan Kesegaran Dagingnya – Daging ayam segar

Tips terakhir yang bisa anda lakukan untuk memilih dan mengetahui apakah daging ayam masih dalam kondisi fresh adalah dengan mengamati warna dari daging itu sendiri.

Warna daging ayam yang masih fresh akan berwarna  putih dan semburat merah muda dari serat dagingnya, permukaannya pun akan terasa lebih lembap. Tapi jika daging ayam sudah tidak fresh lagi, maka daging akan memiliki warna kebiruan seperti memar dan berwarna putih pucat.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *