Top List

7 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Indonesia

Hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia

Hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia – Indonesia: siapa yang nggak kenal dengan negara tercinta ini? Kayaknya, hampir semua orang seantero dunia kenal dengan Indonesia. Karena selain terkenal dengan Balinya, Indonesia juga terkenal akan keramahan warga dan banyaknya budaya.

Oh ya, negara kita bentar lagi ulang tahun nih. Sebelum acaranya dimulai pada 17 Agustus nanti, gue mau ngucapin duluan: Dirgahayu Indonesia ke 74: Menuju Indonesia Unggul.

Nah ngomong-ngomong soal Indonesia, banyak banget hal yang bisa kita obrolin. Mulai dari kekurangan hingga kelebihan, semuanya ada. Mulai dari tempat wisata sampai budaya, semuanya ada. Mulai dari konflik masyarakat sampai masalah selebriti yang dibuat-buat, semuanya juga ada. Jadi, kalau ngomongin soal Indonesia, kita mau ngomongin apa, nih?

Ok ok ok. Karena gue ogah kalau musti ngomongin gosip dan selebriti, maka, kita ngomongin hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia saja.

Loh, emangnya ada? Ya ada banget. Sebagai sebuah negara, Indonesia juga punya sekat dan keterbatasan pada beberapa bidang. Dan hal itu berdampak pada warganya yang nggak bisa lakuin beberapa hal. Dan hal-hal yang dimaksud adalah berikut.

1. Nggak bisa ngerasain salju – Hal yang tidak bisa dilakukan diĀ Indonesia yang fix banget dan nggak bisa diganggu gugat

Sebagai negara tropis, Indonesia emang nggak punya salju. Kalaupun ada, itu cuman ada di gunung. Dan gunung yang ada saljunya cuman dua di Indonesia: yaitu Pegunungan Jayawijaya Papua dan Dieng Jawa Tengah. Khusus untuk Dieng, keberadaan salju nggak musti ada tiap tahunnya. Untung-untungan aja. Biasanya ada di pergantian musim. Itupun bukan salju kaya di Eropa, tapi lebih kaya tumpukkan es akibat pendinginan suhu yang membekukan embun.

Nah, karena alasan itulah banyak warga Indonesia yang memilih liburan ke luar negeri hanya untuk menikmati salju.

Tapi tenang, kalian nggak usah khawatir. Belakangan sudah tersedia wahana yang menyajikan salju. Wahana indoor ini banyak tersedia di kota besar (gue nggak mau nyebutin: takut dikira promosi). Jadi, buat kalian yang pengen ngerasain salju, kalian bisa dateng ke wahana tersebut.

2. Nggak bisa ngerasain musim semi dan gugur – Hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia ini sama kaya nomor 1

Seperti yang udah gue bilang: sebagai negara tropis, Indonesia hanya punya 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Jadi kalau kalian pengen lihat musim salju, semi atau gugur, kalian bisa datengin negara-negara Eropa.

Nah, khusus untuk dua musim terakhir, Indonesia belum punya wahana yang memfasilitasi budak misqueen yang nggak bisa keluar negeri untuk menyaksikan dua musim ini. Jadi mohon bersabar, ya.

3. Beli rumah di tengah hutan – Hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia ini bikin gue kecewa, serius

Gue adalah orang yang punya obsesi milikin rumah di tengah hutan. Sayangnya, obsesi gue bakal kekubur gitu aja karena banyak hal. Pertama: nggak ada hutan atau wilayah mirip hutan yang diperjualbelikan untuk kepentingan komersil rumah, kedua: sulitnya akses untuk memasok kebutuhan rumah di hutan Indonesia.

Ya secara, jangankan untuk memasok kebutuhan rumah, wong buat jalan aja susah: harus mendaki gunung dan melewati lembah, mengarungi sungah dan samudra, bersama teman, bertualang (bacanya jangan sambil nyanyi sountrack Ninja Hatori, ya)

Nah, maka dari itu, Indonesia adalah negara yang nggak memfasilitas keinginan gue yang satu ini. So, i’m sad and say goodbye for my dream.

4. Hidup tanpa omongan tetangga – Hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia ini sudah jadi barang umum dan dialami semua anak bangsa

Serius, gue mau nanya: pernah nggak kalian nggak diomongin sama tetangga? Kayaknya nggak mungkin kan? Makanya, hal yang paling nggak mungkin di Indonesia adalah hidup damai tanpa usikan dari tetangga-tetangga rese yang hobi ngomongin.

Dan untuk kasus ini gue nggak mau komen banyak. Karena gue yakin, gue nggak sendiri, sebab kalian semua pasti mengalami hal yang sama. Iya kan?

5. Hari raya tanpa pertanyaan “kapan kawin” – Hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia ini bikin jomblo-jomblo sedih

Hal yang paling nggak ngenakin saat hari raya adalah pas ditanya “kapan kawin?”. Kalau dipikir-pikir, pertanyaan ini sama aja ngelecehin kaum jomblo, iya nggak sih? Untungnya hingga saat ini belum ada aliansi jombli Indonesia. Jadi pas mereka nanya gini, mereka nggak dikasusin dan dibawa ke meja pengadilan.

Ya, pertanyaan kapan kawin sendiri sudah jadi momok menakutkan bagi para jomblo. Dan anehnya, di Indonesia ini, hampir semua jomblo sudah siap kawin bakal diberi pertanyaan macam gini.

Nah, lucunya, hal yang sama bakal dilakuin di tahun-tahun berikutnya. Artinya, pada momen hari raya yang lain, dan pada momen tersebut satu keluarga kembali berkumpul, kalian bakal diberi pertanyaan yang sama oleh mereka. Nggak bisa nggak, pasti ditanyain. Nah di sinilah letak kenyamanannya, sebab hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia adalah merayakan hari raya tanpa pertanyaan “kapan kawin?”

6. Nemuin cewek yang mau traktir – Hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia masih jadi misteri di sebagian kalangan

Bagi sebagian kalangan, khususnya jomblo laki-laki, cewek adalah makhluk yang nggak pernah mau bayar makanannya sendiri pas makan bareng. Alasannya simpel. Menurut mereka, kan kita para lelaki yang ngajakin makan, lah masa kita juga yang harus bayar?

Uniknya, hampir semua cewek melakukan hal demikian. Iya sih, ada yang nggak dan memilih membayar sendiri makannya. Tapi sayangnya, cewek macam ini langka dan jarang ditemuin. Makanya masih jadi misteri. Tapi tahukah kalian hal paling langka dibanding cewek yang mau bayar makannya sendiri? Ya, cewek yang bayarin makan cowoknya pas mereka jalan. Fix ini langka banget dan masih jadi misteri sampe sekarang.

7. Ngajakin nikah tanpa modal – Hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia dinafikan sama beberapa orang. Padahal ini riil dan nyata loh

Bagi sebagian orang, khususnya ukhty-ukhty IAIN, nikah itu bukan soal biaya, resepsi dan sebagainya. Menurut mereka, nikah itu persoalan niat dan keinginan untuk menjalin hubungan yang lebih serius dan diridhoi oleh Tuhan. Sayangnya, pas mereka diajakin nikah tanpa modal, mereka malah nggak mau karena penolakan dari orang tua mereka.

Nah, berbekal dari sana, gue berpendapat bahwa: kalau ada ukhty-ukhty yang bisa nikah itu hanya soal niat, fix, mereka adalah orang yang ikut-ikutan doang dan ngerti apa-apa soal nikah.

Baca juga :

Itu tadi beberapa hal yang tidak bisa dilakukan di Indonesia. Menurut kalian, hal mana yang paling mungkin diusahakan untuk dilakukan di negara ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *