Top List

7 Topik Pembuka Obrolan Bareng Gebetan ini Serunya Parah

Topik pembuka obrolan – pernah nggak sih kalian kikuk atau kaku saat sedang ngobrol dengan kebetan? Kalau iya, kalian nggak sendiri, deh, sebab di dunia ini banyak yang kaya gitu. Nggak terkecuali gue yang juga kikuk dan nggak tahu musti ngapain di depan gebetan.

Eits, tapi itu dulu, loh. Sekarang sudah lain lagi ceritanya. Gue jadi orang yang berani dan handal saat sedang ngobrol sama gebetan.

Tahu kenapa? Karena gue punya banyak topik yang bisa diangkat. Topik-topik ini biasanya cenderung mengarah ke kehidupan, hobi, atau bahkan hal yang nggak terduga, yang notabene, itu bisa menambah perhatian doi ke gue.

Emang sepenting itu ya tahu topik pembuka obrolan? Yap. Penting banget. Apalagi buat kalian yang lagi ngegebet pasangan. Pemilihan topik yang menarik akan membuat citra kalian baik, dan pemilihan topik yang buruk dan monoton akan ngebuat kalian terlihat membosankan. So, biar kalian terkesan baik di hadapan mereka, pilihlah topik-topik menarik di bawah ini saat sedang ngobrol dengan gebetan.

topik pembuka obrolan

1. Nanyain kabar – topik pembuka obrolan ini mainstream parah dan banyak digunakan oleh seluruh orang di dunia

Kalian tentu tahu bahwa saat pertama kali orang ketemu (setelah sekian lama nggak ketemu), hal yang paling mungkin ditanyakan terlebih dulu adalah soal kabar dan kondisinya saat ini. ‘Bagaimana kabarmu sekarang, baik?’ Itu adalah kalimat wajib dan harus digunakan saat kalian pertama bertemu.

Eh, apa ini nggak basa basi? Basa basi sih. But, you must try. Kalau kalian nggak pake kalimat ini, kalian bisa dicap sebagai orang yang apati, nggak peduli sama orang lain dan nggak perhatian. Tentu kalian nggak pengen dicap kaya gitu dong? Nah, maka dari itu, buat kalian yang baru pertama bertemu dengan gebetan dan bingung mau ngomong apa, tanyain aja hal demikian.

2. Nanyain kuliah/sekolah – topik pembuka obrolan ini emang cukup membosankan, tapi harus ditanyakan sebagai bentuk perhatian

Sebagai gebetan, memberikan perhatian adalah hal wajib yang harus dilakukan. Sedang menanyakan kondisi pembelajaran dan capaiannya adalah salah satu dari bentuk perhatian tersebut.

So, buat kalian yang ingin dianggap perhatian oleh gebetan, kalian boleh loh menanyakan kondisi pembelajaran dan capaian doi di sekolah. Tapi kalau doi nggak mau jawab, kalian jangan maksain. Cukup senyumin aja.

Loh kok bisa gitu, emang ada ya yang kaya gitu? Ada, dan banyak. Mereka yang nggak jawab biasanya risih kalau ditanya soal sekolah/kuliah. Bukan apa-apa, di dunia ini emang ada orang-orang yang enggan membahas keduanya. Jadi, kalau gebetan kalian memilih untuk nggak jawab, kalian diwajibin buat cari topik lain: topik yang sekiranya menantang.

3. Nanyain keluarga di rumah – topik pembuka obrolan ini utamanya ditanyakan pas lagi santai berdua

Menanyakan kabar keluarga atau orang tua adalah bentuk ketertarikan seseorang pada yang lainnya. Dengan menanyakan hal ini, seseorang akan dianggap peduli pada gebetan dan keluarganya. Kondisi ini jelas baik, apalagi buat kalian yang benar-benar dalam masa penjajakan.

Dan untuk topik ini, gue pikir nggak akan ada istilah nggak jawab, terkecuali kalau doi adalah yatim piatu atau ditinggalkan orang tua. Tapi biar begitupun, doi pasti tetap jawab, walaupun jawaban yang gue maksud adalah sebuah pengakuan. Dan kalau sudah ada pengakuan yang demikian–maksudnya pengakuan kalau doi udah nggak punya orang tua–ada baiknya kalian berhenti menanyakan lebih lanjut untuk menjaga perasaannya.

4. Nanyain soal karir dan cita-cita ke depan – topik pembuka obrolan ini utamanya dilakukan pas lagi santai juga

Selain menanyakan orang tua, pertanyaan seputar pekerjaan dan cita-cita juga baiknya dilakukan pas lagi santai. Ini penting, karena pas lagi santailah seseorang dapat rileks dan menceritakan mengenai hal yang berkaitan dengan masa depan.

Tapi ingat, nanyanya jangan terlalu dalam dan detail, sebab nggak semua orang mau ditanyai kaya gitu. Perhatikan kenyamanan saat bertanya. Saat kalian ngeliat doi udah nggak nyaman, mending kalian hentikan pertanyaan-pertanyaan kalian. Ini penting, apalagi untuk menjaga perasaan dan kenyamanan doi bersama kalian. Sebab bila itu terenggut, bukan nggak mungkin hubungan kalian juga akan berhenti saat itu juga.

5. Nanyain soal perasaan tapi dengan kode – topik pembuka obrolan ini agaknya harus ditanyakan dengan hati-hati

Kalian bisa menanyakan perasaan doi dengan kode. Caranya, kalian harus membuat perumpamaan. Bikin seolah-olah kalian sedang menceritakan seseorang yang sebenernya adalah kalian. Buat orang dalam cerita tersebut adalah kalian dan sedang mengalami hal yang sama dengan kalian.

Eh, bingung, ya? Ok, gue perjelas.

Buat cerita palsu seputar teman kalian. Buatlah cerita yang mewakili kalian, perasaan kalian, dan kondisi hubungan kalian. Mintalah saran dari dia dan apa yang harus orang itu (kalian) lakukan untuk keluar dari kondisi yang sedang dialami.

Misal: kalau kalian lagi ngegebet doi yang nggak peka, coba ceritakan hal yang kaya gini.

“Eh, Jainab, aku punya temen. Dia lagi ngegebet cewek gitu. Cuma ceweknya nggak peka sama dia. Menurut kamu, apa yang harus dilakuin sama temen aku ini? Dan, apa pendapat kamu tentang cewek yang digebet temenku ini?”

Kalau dia proaktif, dia auto menjawab, dan jawaban-jawaban itu bisa kalian gunakan sebagai acuan untuk melakukan tindakan kedepan.

6. Menanyakan status percintaan – topik pembuka obrolan dengan gebetan ini resikonya gede sih

Nggak semua orang tahu tahu gebetannya punya pasangan apa nggak. Nah, untuk tahu apakah doi punya pasangan apa nggak, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan menanyakannya langsung ke doi. Tanyakan saja apakah doi udah punya pasangan apa belum. Kalau sudah, ya kalian mundur, kalau belum yang kalian maju.

Sederhana sih. Selain menjadi pembuka pembicaraan, ini juga sebagai upaya peringatan. Dengan begini kalian tahu kemana harus bertindak kan?

7. Nanyain posisi kuda-kudaan paling favorit – topik pembuka obrolan dengan gebetan yang absurd-nya parah sih

Kalau kalian mentok nih, kaian bisa tanyain soal kuda-kudaan. Kalian bisa tanyain posisi yang disukain sama doi, apa doi seneng jadi kuda apa jadi penunggangnya. Apa doi seneng di atas atau di bawah. Tanyaan aja. Seenggaknya itu ngebuka obrolan. Resikonya? Ya kalau nggak kalian ditinggalin, paling ditampar abis itu ditinggalin juga. Tapi seenggaknya kalian udah coba. Iya kan?

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *