Kuliner

7 Hal Unik Dibalik Nasi Kucing Favorit Rakyat Indonesia

Hai sahabat kuliner!!!! Pasti sudah banyak makanan yang kalian coba kan? Mulai dari makanan tradisional Indonesia, japanese food, western food, arabic food, dan masih banyak jenis makanan lainnya. Tapi pastilah makanan Indonesia yang akan membuat kamu rindu karena berasal dari kampung halaman sendiri. Membuat kita tidak pernah bosan untuk mencobanya, dan dari sekian banyak pasti kamu juga telah mencoba nasi kucing.

Yups!! Nasi kucing yang sering kalian temukan ketika makan di angkringan dengan porsi yang sangat kecil. Sekilas mungkin itu akan membuatmu tidak akan kenyang karena porsinya yang sangat sedikit. Biasanya ketika kamu sedang berlibur ke daerah Jawa seperti Yogyakarta, Solo, Semarang dan beberapa tempat di Jawa tengah, akan sangat biasa menemukan nasi kucing atau sego kucing. Dari makanan sederhana dengan porsi kecil tersebut, kita bisa menemukan fakta-fakta unik, menyelami sejarah dan hal yang ada di sekitar nasi kucing, agar kulineranmu semakin lengkap!!!

Sejarah lain dari nasi kucing selain untuk makanan orang kalangan biasa, adalah cara penjualannya. Jika saat ini kita lumrah menemukan makanan inidijual di angkringan-angkiran, dan memakannya sambil lesehan. Tapi di zaman dulu, menu makan ini ternyata sempat dijual dengan cara berkeliling oleh para pedagangnya.

Nasi Kucing Dibuat Untuk Menyesuaikan Daya Beli Rakyat Biasa

1. Nasi Kucing Dibuat Untuk Menyesuaikan Daya Beli Rakyat Biasa

Nasi kucing, bukan berarti kamu memakan makanan kucing. Memang porsinya terlihat sebanyak makanan yang sering kamu berikan pada kucing kampung atau peliharaan. Tapi ternyata dalam sejarahnya menu nasi ini dibuat untuk menyesuaikan ekonomi rakyat biasa pada zaman dulu.

Dimana makanan sangat sulit untuk dibeli, sehingga orang-orang berpikir cara untuk mendapatkan makanan dengan harga murah, hingga nasi ini dikala itu sangat identik dengan makanan orang biasa atau bahkan tergolong dengan kalangan miskin.

2. Nasi Kucing Dulu Dijual Oleh Pedangang Keliling

Sejarah lain dari nasi kucing selain untuk makanan orang kalangan biasa, adalah cara penjualannya. Jika saat ini kita lumrah menemukan makanan ini dijual di angkringan-angkiran, dan memakannya sambil lesehan. Tapi di zaman dulu, menu makan ini ternyata sempat dijual dengan cara berkeliling oleh para pedagangnya.

Namun yang perlu kamu tahu, baik saat dijajakan secara berkeliling atau menetap menjadi angkringan, sego kucing tetap memiliki daya tariknya sendiri dan selalu dicari orang. Bahkan saat ini, sego kucing menjadi salah satu kuliner yang membuat orang penasaran, baik dari wisatawan lokal ataupun mancanegara, maka tak heran jika makanan ini bisa dikonsumsi oleh kalangan manapun, tanpa memandang miskin atau kaya lagi.

Nasi kucing Memiliki Varian Isian yang Beragam

3. Memiliki Varian Isian yang Beragam

Porsi yang sedikit tidak membuat nasi kucing membosankan atau membuat jenuh para penikmatnya, karena menu makanan ini memiliki banyak varian isian. Sego kucing sendiri bisa diisi dengan ikan teri, tempe oreg, telur puyuh, usus, sayuran, sambal, hati ampela ayam, dan masih banyak lagi tergantung dengan seleramu.

Makanan ini akan dibungkus dengan daun pisang, dan ada pula yang membungkusnya dengan kertas nasi berwarna coklat. Jika kamu sudah memakannya, pasti tidak akan berhenti, karena memang menu makan ini membuat siapa saja ketagihan.

4. Nasi Kucing Jadi Makanan Mahasiswa Saat Krisis Moneter

Fakta menarik tentang nasi kucing berikutnya adalah menu makanan lezat ini menjadi makanan ideal bagi para mahasiswa saat krisis moneter terjadi di Indonesia. Ternyata bukan hanya menjadi makanan rakyat miskin di kala penjajahan dulu, tapi ketika krisis moneter melanda Indonesia dan membuat keadaan ekonomi terpuruk. Makanan ini pun hadir menjadi salah satu penyelamat perut, terutama untuk para mahasiswa, dimana mereka harus menghemat uang karena semua harga-harga makanan atau barang menjadi mahal.

Alhasil para mahasiswa pun mengakalinya dengan menyantapnya untuk makanan sehari-hari. Pasti kamu sebagai mahasiswa rantau saat ini pun pernah makan sego kucing untuk menghemat uang, ia kan????

5. Paling Enak Disantap Ramai-Ramai

Porsi yang sedikit, varian isi yang bisa kamu pilih sesuai selera dan tempat makan yang hangat bisa menjadi hal-hal yang kamu dapatkan ketika menyantap seporsi nasi kucing. Ketika menikmatinya pun rasanya tidak akan lengkap jika kamu menyantapnya hanya sendirian. Karena makanan ini akan terasa lebih nikmat ketika kamu menyantapnya beramai-ramai bersama teman, sahabat, pasangan dikala kencan atau bahkan keluarga ketika berlibur bersama.

Kamu bisa membeli beberapa bungkus sego kucing dan memakannya bersama. Sambil bercakap-cakap mengenang masa lalu atau bahkan membicarakan masa depan, atau mungkin hanya sekedar santai bercanda ria sambil menyantap sego kucing favoritmu.

6. Nasi Kucing Meski Minimalis Tapi Bikin Perutmu Penuh

Bagai sulap ketika kamu makan nasi kucing, meski porsinya sedikit dan cenderung tak mengenyangkan ketika pertama melihat. Tapi ketika menyantapnya dengan seporsi saja akan membuat perutmu kenyang, dengan berbagai pilihan lauk.

Hal ini disebabkan makanan ini yang bertekstur padat dan pulen, sehingga akan terasa lebih mengenyangkan, apalagi ketika kamu menyantapkan dalam keadaan masih hangat. Dijamin kenikmatan dari seporsi sego kucing akan terasa maksimal.

7. Nasi Kucing dan Istilah Hik

Kembali ke sejarah dari nasi kucing, dimana di atas sudah dijelaskan bagaimana cara penjualannya dari masa ke masa. Hal ini pun masih berkaitan dengan istilah Hik yang tak bisa dilepaskan dari perjalanan sego kucing.

Hik ini sering diucapkan oleh para pedagang makanan lezat ini zaman dulu, dimana hik menggambarkan lagu rakyat Jawa yang dinyanyikan pada malam selukuran, tepatnya di tanggal 21 bulan puasa pada masa Susuhunan Paku Buwono X yang memiliki makna sangat religius dan juga penuh dengan perlambangan.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *