Top List

7 Kalimat untuk Menagih Hutang ala Pelawak Nggak Laku

kalimat untuk menagih hutang

Kalimat untuk menagih hutang – pernah nggak sih kalian kesel atau marah pas nagih hutang? Kayaknya, hampir semua penagih hutang bakalan kesel: apalagi kalau orang yang ditagih ogah bayar dan pakai seribu alasan buat ngehindari. Iya nggak?

Ya, menagih hutang emang bukan perkara yang mudah. Maka dari itu, di luaran sana banyak manusia-manusia tangguh yang bertugas sebagai depkolektor.

Tapi tahukah kalian, sebenarnya menagih hutang nggak sesulit yang kalian bayangkan, apalagi kalau kalian udah tahu trik dan cara yang bisa kalian terapkan. Dengan tahu cara-cara ini, menagih hutang kayaknya jadi hal yang mudah, malahan asyik.

Wah, masa iya? Ya nggak iya iya banget, sih. Relatif aja. Cuma musti diingat bahwa menagih hutang punya tantangan yang berbeda, tergantung siapa orang yang kalian tagih.

Nah, berikut ini gue udah susun beberapa kalimat yang bisa kalian pakai untuk menagih hutang. Pakai kalimat-kalimat ini biar proses penagihan kalian berjalan lancar, cepat dan efektif. Ok langsung aja, yuk intip kalimat-kalimat yang dimaksud di bawah ini.

1. “Bang, Bayar Utangnya!” – Kalimat untuk Menagih Hutang ini Mainstream Parah, Tapi Ada Kecenderungan untuk Bisa Worth it

Kalimat ini adalah yang paling sederhana dan banyak digunakan oleh para penagih. Kecenderungan berhasilnya mungkin kecil, tapi pada suatu waktu, kalimat ini berhasil. Berhasilnya kalimat ini biasanya hanya untuk mereka yang sadar dan paham kalau berhutang adalah suatu hal yang nggak mengenakkan. Makanya, ketimbang terus diapelin sama penagih, mereka memilih bayar.

Akan tetapi, kalimat ini sangat nggak efektif sama pengutang yang bandel. Mereka bisa aja ogah bayar kalau ditodong dengan kalimat ini.

Alasan dan alasan adalah tameng mereka buat nggak ngebayar. Dari mulai uangnya nggak adalah, uangnya habis buat belanjalah, uangnya habis buat beli PS-lah, uangnya habis buat booking hotel dan handuk putih, dan masih banyak lagi. Dan kalau kalimat ini nggak berhasil, kalian bisa pakai kalimat selanjutnya.

2. “Kalau nggak Bayar, Gue Lapor Polisi!” – Kalimat untuk Menagih Hutang yang Sama Mainstreamnya

Ini adalah kalimat keduanya yang biasanya disebutkan setelah kalimat tadi. Kalimat ini umumnya hanya gertakan, meskipun ada juga yang beneran. Meskipun begitu, kecenderungan membayar setelah diucapkannya kalimat ini masih mungkin terjadi, walau ada juga yang tetep bandel.

Mereka yang ngebandel umumnya pengen ngeliat usaha kita. Maka dari itu, kalau kalimat ini nggak worth it, kalimat bisa pakai kalimat lainnya.

3. “Kalau Nggak Bayar, Gue Sita Barang-Barang Lu!” – Kalimat untuk Menagih Hutang ini Juga Mainstream sih

Kalau kalimat kedua nggak worth it, kalian bisa pakai kalimat ini. Pakai kalimat ini untuk hanya gertakan (karena merampas atau menyita secara paksa nggak boleh). Tapi kalau penyitaannya mau yang beneran, sebelum mereka berhutang, siapkan terlebih dahulu klausul yang harus mereka tanda tangani. Isi klausul itu tentu mengenai penyitaan barang kalau terjadi keterlambatan.

Dengan menyediakan klausul, kemungkinan untuk mereka bayar sudah cukup besar. Mengingat pada dasarnya orang bakal nggak mau kalau barang-barangnya disita.

Tapi demikian. Ada juga orang-orang yang masih ngebandel nggak mau bayar. Kalau udah kaya gini, kalimat berikutnya pun harus kalian luncurkan.

4. “Siapan Pengacara, Hutang Kita Masuk Meja Hijau!” – Nah, Kalimat untuk Menagih Hutang ini Cukup Bikin Bulu Kudug Merinding

Siapa sih yang mau masuk meja hijau. Kalau hanya meja yang taplaknya hijau mah nggak masalah, lah ini kan yang dimaksud meja hijau adalah pengadilan. Coba deh dipikir: siapa yang mau mau masuk pengadilan? Om kalian? Bapak kalian? Atau tukang es krim yang belum disunat? Ah, entahlah. Yang jelas semua orang nggak mau masuk ruangan peradilan.

Maka dari itu, agar penghutang mau bayar, kalian bisa pakai kalimat ini. Kalimat ini cukup efektif untuk segala kondisi, kecuali sama mereka yang punya bantuan hukum lebih.

5. “Utang lu Boleh Lunas, Asal Anak Lu Buat Gue!” – Nah, Sama nih. Kalimat untuk Menagih Hutang ini Juga Bikin Merinding

Pada dasarnya kalimat ini sering dipakai sama penagih hutang di zaman Raja Firaun belum sunat. Cara menagih ini cukup efektif waktu itu. Sebab pada dasarnya, seorang orang tua nggak bakalan mau anaknya diambil paksa sama orang lain, apalagi depkolektor.

Maka dari itu, kalian bisa pakai cara ini untuk menagih hutang. Hanya saja, kalian harus perhatikan satu hal? Tahu apa? Ya, jenis kelamin anak penghutang dan kalian. Pastikan berbeda.

Tapi lucunya, dengan cara ini pun banyak yang membandel dan ogah bayar hutang. Makanya, butuh usaha lebih agar mereka mau bayar hutang-hutang mereka.

6. “Tadi Gue Udah Ditelepon Sama Malaikat Izroil, Katanya Giliran Lu Bentar Lagi. Sini Bayar Hutangnya!” – Kalimat untuk Menagih Hutang ini …

Kalau kalian pakai kalimat ini buat nagih hutang, kira-kira mereka bakal bayar nggak, ya? Wah, bingung nih. Tapi coba aja. Kali berhasil. Tapi kalau pakai cara ini, jangan lupa kasih dalil, biar makjos. Kan siapa tahu mereka mau bayar hutang-hutangnya.

7. “Bayar atau Foto-Foto lu Gue Sebar!” – Eh, Kalimat untuk Menagih Hutang ini Kaya Kenal, ya!

Eh, bentar-bentar deh. Kok kalimat ini kaya kenal, tapi di mana gitu? Biasanya abis ini penghutang bakal dibuatin brosur gitu. Isinya kurang lebih kaya ngelecehin gitu: yang bilang mau digilir buat bayar hutang atau gimana gitu. Ada yang tahu? Kalau ada yang tahu silakan komen deh.

Tapi buat kalian yang mau nagih hutang, kalau bisa, jangan pakai cara ini yah! Nanti viral. Kan kasian nanti artis-artis, jadi kalah sama kalian.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *